Cameron Blake (Young, Sexy, Powerful and Dangerous.)
All rights reserved to SweetImagination
Chapter Twenty-Four
Cameron membunyikan bel sebuah rumah berwarna hitam. Cameron merapihkan jas dan rambutnya.
Tak lama kemudian pintu terbuka dan seorang wanita berambut merah cepak menyambut.
"Cameron Fuckin' Blake." UcapNya.
"Bella." Jawab Cameron. "Warna yang cerah untuk dijadikan warna rumah." Ucap Cameron, meledek.
Bella menepuk lengan Cameron. "Diamlah. Masuk."
Cameron pun berjalan masuk ke dalam rumahnya.
"Ferrari mu akan menarik perhatian seluruh tetangga." Ucap Bella.
Tiba tiba seorang wanita berambut pirang datang. "Hai."
"Hey." Jawab Cameron.
"Cameron, this is Katherine." Ucap Bella. "My girlfriend."
Cameron tersenyum. "Of course. You're lovely." Ucap Cameron. "Bagaimana bisa kau mau berkencan dengan seorang wanita murahan seperti Bella?"
Katherine tertawa.
"Shut the fuck up, gigolo." Teriak Bella.
Tiba tiba seorang anak perempuan datang membawa sebuah boneka Barbie dengan jalan yang terbata bata. Rambutnya gelap dan mata nya cokelat terang.
"Ini anak kalian?" Tanya Cameon.
"Oh, no." Jawab Katherine. "Ini anak tiri temanku."
Cameron mengangguk. "Alright." Cameron jongkok agar sejajar dengan anak kecil itu. "Hello."
"Hewo." Jawab anak itu, cadel.
Cameron pun tertawa. "How old are you?"
Anak kecil itu menunjukkan lima jarinya. Cameron mengangguk. "Oh! Wow! Sangat kecil untuk anak berumur lima tahun."
Katherine dan Bella pun tertawa. "Biarkan, dia itu orang gila." Ucap Bella.
Bella memberikan Cameron segelas minuman. "Minumlah, dan kita akan mengantar pulang anak kecil ini."
Mereka bertiga berjalan menuju rumah yang tak jauh dari rumah Bella. Cameron menggendong anak kecil tadi.
"Maggie, lihatlah betapa jelek wanita itu." Ucap Cameron sambil menunjuk Bella.
"Shut up." Teriak Bella.
Mereka pun tertawa.
"Ini dia rumahnya." Ucap Katherine.
Mereka bertiga berjalan menuju pintu dan membunyikan bel. Seorang lelaki berambur cokelat terang pun menyambut.
"Dadaaa." Teriak Maggie.
Lelaki itu pun langsung mengambil Maggie dari gendongan Cameron. Cameron menjabat tangan lelaki tersebut.
"Cameron." Ucap Cameron, memperkenalkan diri.
"Henry." Jawab lelaki itu. "Aku kira kau seorang kolektor yang akan menggusur rumahku untuk dijadikan perusahaan."
Mereka berempat pun tertawa.
"Ide bagus." Ucap Cameron.
"Oh, please dont do that." Ucap Henry. "Isteriku sedang mengidap penyakit kanker dan kau tidak diperbolehkan untuk mempersulit hidupku."
Cameron tersenyum lalu mengangguk simpati. "Aku turut berduka."
Henry tersenyum dan menggeleng. "Oh santai lah, isteriku masih hidup." Ucapnya. "Silahkan masuk."
Mereka pun duduk di sofa ruang tamu.
Bella dan Katherine bermesraan dan itu membuat Cameron sedikit canggung. Ayolah, tidak ada yang mau menjadi nyamuk.
Henry datang membawa nampan berisi empat gelas dan satu botol anggur merah.
"Wow, Henry. Kau mengeluarkan anggur merah." Ucap Bella.
"Mr. Blake sedang ada dirumahku. Ayolah! Kalau perlu aku ke kamar terlebih dahulu untuk memakai jas." Ucap Henry.
Cameron tertawa. "Astaga, kalian semua gila."
Henry tertawa.
"Baby?" Teriak seseorang.
Henry menjawab, "ya?"
Henry menunggu jawaban namun tidak ada. "Ya, begitulah ibu ibu. Kalau tidak menjawab lagi berarti kita harus menghampiri mereka."
"Bolehkah kami ikut? Untuk menyapa isterimu." Tanya Bella.
Henry berpikir sejenak. "Tentu saja."
Bella dan Katerine berdiri. "Ayo, Cameron."
Cameron meneguk minuman nya. "Oh, tidak terimakasih. Aku orang baru. Aku tidak seharusnya-"
"Sudahlah, kami bukan orang selevel denganmu. Jadi jangan bertingkah sopan seperti orang orang tajir lainnya."
Cameron menaruh gelasnya dan berdiri. "Terimakasih, nona Bella atas perkataanmu yang sungguh tidak melukai perasaanku."
Bella dan Katherine pun tertawa.
Mereka bertiga pun berjalan menuju pintu kamar yang telah terbuka.
"Hey." Ucap Bella saat memasuki kamar tersebut.
Cameron merapihkan jas dan melihat isteri Henry yang berbaring lemas.
Oh my god, Cameron wants to scream so fucking loud.
VOTE!!!!
KAMU SEDANG MEMBACA
Cameron Blake
Romansa"Young, sexy, powerful, and dangerous." Seorang lelaki tampan yang bisa mendapatkan wanita hanya dengan satu kedipan. "Beri tepuk tangan kepada Cameron Blake." Cameron menatap keluar dan tersenyum sambil melambaikan tangan kepada para penonton.
