Chapter Twenty-One

83.3K 1.8K 13
                                        

Cameron Blake (Young, Sexy, Powerful and Dangerous.)

All rights reserved SweetImagination

Chapter TwentyOne

Mrs. Blake

"Kamu yakin bawahan mu akan menyukaiku?" Tanya Eveline.

Mereka sudah berada di kediaman 'Blake' di New York. Cameron sedang sibuk memakai kemeja nya. Eveline pun menghampiri dan membantu suaminya itu memakai kemeja.

Cameron tersenyum dan mengecup hidung isterinya. "Tentu saja mereka akan menyukaimu. Jika tidak, yasudah. Jika ada yang menyakiti perasaanmu, bilang padaku, aku akan menulis surat PHK."

Eveline tersenyum dan menggeleng. "Kau jangan terlalu kejam seperti itu."

Cameron memandang isterinya dan menggeleng. "No, tidak ada orang yang bisa menyakiti isteriku."

Eveline tersenyum. "Baiklah, baiklah. Aku mengerti, sayangku."

Cameron tersenyum dan memberikan dasinya kepada Eveline. Eveline pun tersenyum dan memakaikan suaminya dasi. Cameron memandangi isterinya yang cantik itu.

"Kenapa kamu memandangiku seperti itu?" Tanya Eveline.

Cameron tersenyum. "Aku suamimu. Jika aku mau memandangimu, aku boleh melakukannya. Jika penisku berdiri, aku akan menarikmu dan memasukkannya ke dalam mu. Jika aku-"

Eveline mengecup bibir suaminya. Cameron pun tersenyum. "Sudah, diam. Sebelum penismu benar benar berdiri dan kita akan terlambat datang ke pesta."

Cameron tersenyum dan mengecup pipi Eveline. "Benar juga."

Eveline tersenyum dan menggeleng. "Bisakah kau memasang retsleting gaunku?" Tanya Eveline sambil membelakangi Cameron.

Cameron mengelu punggung isterinya dan menjilatinya.

"Cameron, cukup." Ucap Eveline, sebelum semua terlambat karena dia tahu suaminya itu binatang buas.

Cameron tersenyum. "Ssh." Ucap Cameron sambil menjilati punggung isterinya. "Ssshhh."


Mereka sampai di pesta itu. Terlambat. Semua orang telah menunggu mereka.

"Ini semua salahmu, Cameron." Ucap Eveline, berbisik.

Cameron mendekati telinga isterinya. "Sudahlah, kau juga menikmatinya."

Cameron berjalan menuju panggung kecil yang sudah dilengkapi oleh michrophone.

Cameron berdehem. "Saya minta maaf atas ketelatan ku. Kau tahu, sebagai pengantin baru, banyak hambatan." Ucap Cameron sambil mengedipkan matanya kepada Eveline dan semuanya tertawa. "Saya mengadakan pesta ini untuk perkenalan istri saya kepada kalian, karyawan saya. Dan saya juga ingin memamerkan kecantikan isteri saya." Ucap Cameron dan semua bergumam 'aw'. Cameron berdehem. "Tapi ingat!" Cameron mengacungkan jari telunjuknya. "Kau menyentuh isteriku, siap siap mendapat surat PHK."

Semuanya pun tertawa dan bertepuk tangan. "Saya serius. Namun, let te party begin." Teriak Cameron.

Semuanya pun bersorak. Cameron turun dari panggung menuju isterinya. Dia mengecup bibir Eveline yang dibalut lipstick merah itu.

"Pidato yang bagus." Ucap Eveline. "Ending yang jelek."

Cameron mencubit paha isterinya dan mengecup lehernya. "Bagaimana jika kita pulang?"

"Jadi ini isterimu?"

Cameron dan Eveline terkejut dan menoleh ke wanita berbadan bagus dan tinggi tu.

"Hannah, what the heck are you doing in here?" Tanya Cameron.

Eveline pun mengelus lengan Cameron untuk menenangkan suaminya itu.

"Hannah WildBlood selalu datang ke semua pesta." Ucapnya sambil mencetakkan kata 'semua'.

Cameron mengerutkan kening. "Tapi pesta ini khusus karyawanku. Aku tidak ingat memperkerjakanmu disini."

Eveline tertawa kecil dan Hannah menatapnya jijik. "Ew." Ucapnya, Eveline pun langsung berhenti tertawa. "Kau menikahi seorang pelayan kedai kopi murahan?"

Eveline terlihat murung. "B-bagaimana kau tahu?"

Hannah tertawa lalu menggeleng. "Hey, orang miskin, kau tidak ingat aku siapa? Aku Hannah Wildblood, come on. Suamimu itu milikku." Bentaknya.

Eveline menatap ke arah Cameron yang sedang menatap Hannah kesal. Cameron mengeraskan kepalannya.

Eveline pun berdehem dan menarik lengan suaminya. "Well, kau sekarang yang miskin dimataku. Kau harus ingat aku sekarang MRS. BLAKE." Ucap Eveline lalu menarik lengan suaminya itu.

Cameron mengikuti langkah isterinya. Cameron menghentikan isterinya dan mengangkat satutangan nya. "Tos."

Eveline mengangguk dan membalas tos suaminya.

"Good job, Mrs. Blake." Ucap Cameron sambil berjalan dan menggenggam tangan Eveline.

Mereka berdua pun tertawa. Hannah pun kesal dan pergi meninggalkan pesta tersebut.

"Good evening, Mrs. Blake." Ucap Kenneth menyapa Eveline dan mengecup tangannya.

Eveline tersenyum. "Good evening."

Cameron menggertakan dagunya kesal. Namun Eveline sudah menebaknya, Eveline pun mengecup pipi suaminya.

Kenneth tertawa kecil. "Aku asisten dan sekretaris Mr. Blake, Kenneth Williams."

Eveline menjabat tangan Kenneth. "It's a pleasure to meet you."

Cameron pun berdehem. "Kenneth itu orang yang setia, dia selalu ada saat aku tidak ada." Ucapnya lalu mereka berdua tertawa. "Akan aku naikkan gajimu."

Mata Kenneth pun melebar dan Cameron melangkah meninggalkan sekretarisnya itu.

Dan malam itu berakhir dengan Eveline dibawah Cameron.

Mendesah.

Vote and Comment!

Cameron BlakeTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang