"Bibi Jenita!" teriak Dania.
Semua murid yang ada disana menengok ke arah Dania. Mungkin mereka mengira Dania adalah orang yang tidak waras. Mana mungkin ada manusia datang ke perpustakaan lalu berteriak di tengah-tengah perpustakaan.
Sebaliknya, Dania berpikir semua murid yang ada disana sudah tidak waras. Sudah diberi istirahat 1 hari, tapi digunakan untuk membaca buku di perpustakaan.
Hei, bukannya itu bagus? Membaca buku bisa menambah ilmu, 'kan?
Ria hanya diam mematung. Bukan gugup, dan bukan malu. Ia heran. Kenapa semua murid yang ada disana memandang mereka dengan tatapan sinis.
"Di perpuatakaan dilarang ribut, Dania" ucap bibi Jenita yang tiba-tiba sudah ada dibelakang Dania.
"Bibi aku ingin bertanya" ucap Dania dengan semangat.
Bibi Jenita hanya menaikan sebelah alis matanya. Kalian tahu Dania dan Ria, 'kan? Pasti tidak mengerti arti dari perbuatan bibi Jenita.
"Ariel, bibi titip perpustakaan" ucap bibi Jenita pada salah satu murid yang ada disana. Sedangkan murid itu hanya mengangguk.
"Ikut aku!" ucap bib Jenita pada Ria dan Dania.
Ria dan Dania hanya mengikuti kemana bibi Jenita pergi. Dania kelihatannya tahu mereka akan kemana.
Mereka pun berhenti di depan sebuah pintu. Seperti pintu kamar. Mereka bertiga pun masuk kedalam ruangan itu.
Ria tahu tempat apa itu. Pasti ruangan itu adalah kamar bibi Jenita. Kamarnya lebih luas dari kamar mereka berdua.
"Jadi, kamarmu di dalam perpustakaan?" tanya Ria sebari melihat setiap sudut kamar.
Ria terpana dengan kamar bibi Jenita. Rapih dan indah. Itulah kesan pertama yang Ria dapatkan dari kamar itu.
"Ya. Apa yang ingin kalian tanyakan?" tanya bibi Jenita.
"Rio berkata bahwa Ariana tidak mempunyai gen kerajaan api. Itu tidak masuk akal, 'kan?" ucap Dania.
Bibi Jenita menghela napas. Sepertinya, ia ragu untuk menceritakan yang sebenarnya pada dua murid dihadapannya.
"Apa kalian bisa menjaga rahasia?" tanya bibi Jenita. Ia tidak yakin seorang Dania bisa menjaga suatu rahasia.
Ria dan Dania saling pandang. Lalu kembali menatap bibi Jenita.
"Tidak" ucap mereka berdua bersamaan.
Bibi Jenita hanya menepuk dahinya. Dalam hatinya ia berkata 'kenapa ia harus dipertemukan dengan dua anak yang menyebalkan?'
"Aku tidak bisa menceritakannya pada kalian" ucap bibi Jenita.
Ria dan Dania kecewa atas ucapan bibi Jenita tadi.
"Kenapa?" tanya Ria kecewa.
"Kalian tidak bisa menjaga rahasia" ucap bibi Jenita.
"Kita akan berusaha menjaga rahasia itu" ucap Ria meyakinkan bibi Jenita.
Bibi Jenita berpikir. Sebenarnya, bukan rahasia bagi para guru. Tapi, murid-murid belum tahu. Tapi, sepertinya ada bagusnya jika memberitahukannya pada dua anak dihadapannya.
"Keluarga Ariana bukanlah keluarga kerajaan. Keluarganya mempunyai mantra hitam yang tidak bisa dikalahkan oleh mantra ataupun sihir keluarga kerajaan. Oleh karena itu mereka tidak mempunyai elemen api" ucap bibi Jenita menerangkan.
Ria dan Dania mendengarkan ucapan bibi Jenita dengan serius.
"Katamu tidak ada murid yang tahu. Tapi, Kenapa Rio bisa tahu?" tanya Dania.
Bibi Jenita terlihat menimbang-nimbang. Apakah dia harus menceritakannya pada mereka berdua.
"Karena Rio adalah anak dari raja Thomas erdward. Raja kerajaan api" ucap bibi Jenita.
"Jadi, keluarga Ariana merebut kerajaan api dari raja Thomas?" tanya Dania.
"Jadi, nama belakang Rio adalah erdward?" tanya Ria.
"Jawaban dari pertanyaan kalian adalah iya. Jadi, apakah kalian bisa menjaga rahasia?" tanya Bibi Jenita.
"Tentu!" ucap Ria dan Dania bersamaan.
Bibi Jenita lega. Tapi, menceritakan pada mereka tidak akan mengubah apapun tanpa adanya tindakan.
"Tapi, bukannya segala mantra pasti ada kelemahannya?" tanya Dania.
Bibi Jenita tersenyum. Ternyata, mereka bingung akan hal itu.
"Tentu saja! Kelemahan mantra hitam adalah sihir dari salah satu keturunan kerajaan awan" ucap bibi Jenita.
Ria menaikan sebelah alis matanya. Ia bingung. Jika kelemahannya adalah salah keturunan kerajaan awan. Kenapa sampai sekarang mantra hitam itu belum dikalahkan.
"Lalu, kenapa mantra hitam itu belum kalah?" tanya Ria.
"Ada masalah di keluarga raja Daniel. Raja Daniel berencana memberikan istrinya pada kerajaan cahaya" ucap bibi Jenita.
"Lalu?"
"Tentu saja istrinya tidak setuju. Kedua anaknya pun tidak setuju. Kedua anaknya memang masih sangat kecil untuk mengerti. Tapi, keluarga kerajaan selalu dilahirkan dengan pemikiran yang dewasa" jelas bibi Jenita.
"Untuk apa raja memberikan istrinya pada kerajaan cahaya?" tanya Ria.
Bibi Jenita diam sejenak. Ia kelihatannya sedang berpikir.
"Kerajaan awan punya hutang budi pada kerajaan cahaya. Sebagai gantinya kerajaan cahaya meminta ratu Krystal untuk menjadi kristal abadi di istana mereka" ucap Bibi Jenita menerangkan.
Ria dan Dania hanya meng'oh'riakan ucapan bibi Jenita.
"Sebenarnya, kerajaan Ariana adalah kerajaan cahaya. Oleh karena itulah kerajaan cahaya sudah tidak ada, karena berpindah menjadi kerajaan api" ucap bibi Jenita.
Ria merasa ada yang ganjil. Kenapa Rio tahu semua ini. Ia rasa Rio bukan orang yang suka menguping pembicaraan orang lain.
"Lalu, kenapa Rio bisa tahu semua ini?" tanya Ria. Dania pun mengangguk menuntut jawaban.
Bibi Jenita terkejut. Bisa dilihat dari ekspresi wajahnya bahwa ia tidak ingin memberitahu mereka tentang itu. Tapi, itu tidak mungkin. Dua anak dihadapannya adalah manusia paling keras kepala. Kalau dia tidak ingin memberitahu, pasti mereka memaksa.
"Sebenarnya, Rio.."
To be continued
Sebenarnya Rio itu apa? Siapa? Tinggal dimana? Makannya apa aja?
Adakah yang penasaran tentang Rio?
Adakah yang ingin menebak?
KAMU SEDANG MEMBACA
THE WIZARD
FantasyRia adalah gadis yang tinggal dihutan bersama ibu dan kakaknya. ia tidak diperbolehkan keluar dari hutan. tiba-tiba, ada yang menawarinya sekolah di sekolah sihir terkenal yang sangat jauh dari hutan tempat ia tinggal. lalu, apakah impiannya...
