21 • tidak diinginkan •

2K 153 9
                                        

"Kenapa kau ada disini?" tanya Andrea pada Ria yang sedang menatapnya dengan mata berbinar binar.

"Untuk menemuimu dan bunda, kak. Untuk apa lagi aku disini?" ucap Ria sembari tersenyum hangat pada Andrea.

Rio hanya bisa menatap kedua perempuan di hadapannya dengan bingung. Kenapa kakak Ria seperti tidak suka kedatangan Ria? Apa mereka mempunyai masalah.

"Kau tidak boleh ada disini! Kau harusnya belajar dengan sungguh-sungguh. Untuk apa kau bersekolah jika kau pulang ke rumahmu? aku yakin sekolahmu itu mempunyai peraturan yang sangat  ketat. dan tidak mungkin kau diperbolehkan berlibur oleh gurumu atau siapa pun yang ada di sekolahmu itu," ucap Andrea dengan ekspresi marah di wajahnya.

Ria tidak menyangka hal ini akan terjadi. saudaranya tidak merindukannya? saudaranya tidak meninginkannya lagi? Ria kira dirinya akan disambut dengan hangat begitu ia pulang kerumahnya. tapi apa yang terjadi? Ria masih tidak menyangka. hatinya begitu sakit.

tanpa ia sadari air matanya turun dari matanya. Ria merasa tersakiti, semua emosinya terkumpul. ia merasa ingin berteriak sekencang-kencangnya agar bisa mengeluarkan emosi dalam dirinya.

"maaf menyela, tapi bukankah dia itu adikmu? kenapa kau bersikap seperti itu pada adikmu sendiri? apa kalian punya masalah?" tanya Rio yang mulai kebingungan dengan situasi ini.

"tidak ada masalah apa apa diantara kami, hanya saja--"

"hanya saja apa? hanya saja kau sudah tidak menginginkan adik sepertiku? apakah kau marah karena aku pergi dari kawasan hutan ini? atau kau takut aku mngetahui tentang ayah?" tanya Ria terus menerus dengan air mata yang terus bercucuran.

Rio menatap Ria tanpa berkedip. wajah yang merah karena menahan amarahnya, air matanya  yang terus saja keluar dari matanya dan tangannya yang terkepal. ini buruk, sangat buruk. akan ada satu masalah lagi yang timbul.

ssssssssssshhhhh

tiba- tiba air berdatangan. air itu mengelilingi Ria, lalu Ria mulai menggerakkan tangannya. Andrea menatap kejadian itu dengan wajah bingungnya. Rio mulai waspada, ini buruk. Ria mengamuk dan hilang kendali. semua air mengelilingi mereka bertiga.

"ini buruk," ucap Rio setengah berbisik.

"apa yang terjadi? kenapa dia bisa mengendalikan air?" tanya Andrea khawatir. Rio hanya menatap Andrea dengan tatapan dingin.

Rio semakin cemas. Ria merasa tertekan, kekuatannya hilang kendali. Rio mengerti apa yang Ria rasakan. Siapa yang tidak tertekan kalau tidak diterima dirumahnya sendiri.

Air mulai berkumpul di udara. Air itu berbentuk naga. Rio dan Andrea seperti dikelilingi naga sungguhan. Ria sekarang berada di kepala naga air itu. Warna bola matanya sudah berubah menjadi biru tua.

"Biru tua? Ini sangat buruk. Sang pengendali akan terkena efek samping yang besar," ucap Rio cemas.

Andrea menatap Rio tidak percaya. Tetapi naga air itu semakin mendekat ke arah mereka.

Syhhhh

Suara angin terdengar sangat keras. Naga air itu langsung menghilang begitu badai angin datang.

Rio tidak bisa melihat apa yang terjadi. Tanah-tanah dan tumbuhan kering yang tertiup angin menutupi penglihatan Rio.

"Semuanya baik-baik saja, Rio" ucap Andrea tiba-tiba. Angin sudah menghilang, menyisakan Tumbuhan kering yang berserakan. Di tangan Andrea sudah ada Ria yang sudah tidak sadarkan diri.

"Tadi itu apa?" tanya Rio.

"Keajaiban.. Mungkin?"

"Kau yang melakukannya?" tanya Rio.

"Tentu saja bukan!"

"Lalu matamu?" tanya Rio sembari memperhatikan bola mata Andrea yang berubah menjadi berwarna perak.

Andrea tidak bisa menjawab pertanyaan Rio. Terlalu sulit mengelabui seseorang yang jenius.

"Sudahlah, lebih baik kita bawa Ria ke dalam," ucap Andrea berusaha mengalihkan pembicaraan.

***

"Kenapa kau mengetahui namaku?" tanya Rio pada Andrea.

"Entahlah," ucap Andrea.

Rio menatap Andrea dengan tatapan penuh tanya. Adik dengan kakak sama saja anehnya.

"Sejak kapan Ria menjadi pengendali air?" tanya Andrea.

"Sebulan yang lalu."

Andrea menatap sendu ke arah Ria yang sedang terbaring di hadapannya. Andrea merasa bersalah dengan kejadian tadi.

"Kenapa kau tidak senang Ria datang kesini?" tanya Rio.

"Bukan tidak senang. Tapi kami sedang ada masalah," ucap Andrea sembari menatap tangannya dengan tatapan kosong.

"Masalah apa?"

Andrea hanya terdiam. Dia tidak ingin siapa pun tahu tentang masalah keluarganya, termasuk Ria.

"Lalu, kemana ibumu?"

Andrea merasa Rio tidak seperti dalam ramalannya. Rio dalam ramalannya amatlah pendiam dan tidak banyak bicara. Dia merasa Rio sangat ingin tahu tentang kehidupan keluarganya. Dia bingung, apakah Rio merencanakan sesuatu yang jahat atau empati pada Ria.

To be continued

Kembali lagi dengan satennej!! Sorry gak update mulu. Males ngetik 😂😂

Jangan sider yo

Rabu, 31 agustus 2016

THE WIZARDCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang