Sudah sebulan sejak Ria dan Rio latihan di dekat danau. Sekarang, mereka jadi lebih sering pergi berdua. Murid-murid lainnya mulai mencurigai mereka. Rio yang terkenal sebagai siswa terpintar, berteman dengan Ria yang terkenal akan kepayahannya. Itu adalah hal yang tidak mungkin terjadi bagi murid-murid wizard school.
Ria dan Dania memang jarang bersama. Tapi, persahabatan mereka masih tetap kokoh. Alasan mereka jarang bersama, karena Dania yang mulai sibuk. Dania jadi sangat hebat. Kemampuannya sebagai cenayang¹ semakin berkembang. Dan juga, Ria yang mulai sibuk dengan jadwal latihannya dengan Rio.
Ria dan Nita juga semakin dekat. Walaupun tidak pernah ada kata 'teman' diantara mereka. Ria berpikir bahwa Nita menganggapnya sebagai teman.
Ariana masih belum bertobat. Ria pernah dikunci ditoilet olehnya. Untung Ria berinisiatif menggunakan sihir agar bisa membuka pintunya.
Hari ini miss. Tia sedang menjelaskan penyihir tumbuhan. Seperti biasa, kelas 1-D tidak mengerti dengan pelajarannnya.
"Jadi, siapa yang tahu kesimpulan dari pelajaran hari ini?" tanya miss.Tia sebari memamerkan senyuman manisnya.
Seorang murid lelaki. Mengangkat tangannya. Semua mata tertuju padanya. Mata semua murid menatapnya dengan berbinar-binar--kecuali Nita tentunya.
"Apa kesimpulannya, tomy?" tanya miss. Tia.
"Maaf miss, saya hanya mau izin ketoilet" ucap Tomy sebari tersenyum tiga jari.
Miss. Tia langsung mempersilahkan Tomy keluar. Tapi, suara melengking mengacaukan kegiatan ajar-mengajar Miss.Tia.
'Untuk semua para murid kelas 1 wizard school, di harap segera berkumpul di arena pertandingan'
Semua murid dikelas 1-D bertanya-tanya. Ada apa? Siapa yang mau bertanding? Aku ngantuk! Begitulah isi pikiran mereka.
"Ah, sebaiknya kalian cepat pergi. Sebelum kepala sekolah mengamuk" ucap miss. Tia memperingatkan.
Semua murid dikelas 1-D cepat-cepat berlari. Mereka berbondong-bondong pergi berlari menuju arena pertandingan wizard school. Semua murid kelas 1 wizard school sudah ada disana.
Seorang pria paruh baya berjalan menuju tengah-tengah arena pertandingan. Ia memamerkan senyumnya yang manis. Ia adalah kepala sekolah wizard school.
"Selamat pagi menjelang siang!" sapanya dengan ceria. Ia tersenyum sampai matanya tidak terlihat. " kalian tahu 'kan, kegiatan tahunan yang selalu dijalani murid wizard school?"
Murid-murid tidak menjawab, mereka hanya mendengarkan. Keadaan hening seketika. Kepala sekolah --mr. Albert melanjutkan perkataannya.
"Setiap angkatan baru di wizard school, akan berpetualang ke area yang sangat dingin" ucap mr. Albert. "Kita akan bertahan hidup bersama rekan dan melawan 'sesuatu'".
Murid-murid tampak kebingungan. Mereka penasaran dengan 'sesuatu' yang dikatakan mr. Albert.
"Tujuan kegiatan dilakukan adalah, untuk melatih kerja sama tim. Kalian akan dipisahkan dari teman sekelas kalian" ucap mr. Albert. "Saya akan mengungumkan pembagian tim".
Ariana/ Ria pov
Oh, aku sungguh tidak bersemangat! Kalian tahu 'kan, berapa banyak murid wizard school? Dan aku harus menunggu namaku dipanggil. Dan aku juga tidak tahu kapan namaku akan dipanggil.
Semua orang juga tampak sama sepertiku. Ada yang menguap, mengobrol, ada yang mengerjai temannya, dan sebagainya.
"Tapi, lebih baik kalian lihat di papan pengumuman. Hari ini saya begitu sibuk. Jadi, kalian boleh bubar sekarang" ucap mr. Albert. Ia langsung pergi dari arena pertandingan.
Semua murid berlarian. Aku sudah tahu mereka akan kemana. Kalau aku, berjalan santai saja. Aku juga sedang bersedih, aku akan berpisah dengan Dania. Dan itu sangat menyedihkan bagiku.
Ah! Ada yang kulupakan. Aku harus ke papan pengumuman yang mana? Begitu banyak papan pengumuman di wizard school.
Aku melihat murid-murid wizard school sedang berkumpul. Tapi, tidak terlalu banyak. Mungkin mereka sedang melihat papan pengumuman. Aku menghampiri mereka. Ternyata benar! Mereka sedang melihat papan pengumuman. Aku pun menerobos. Dan murid-murid yang ada disana memandangku tidak suka.
Aku melihat ke papan pengumuman. Mataku lelah mencari-cari namaku. Terlalu banyak nama disana. Ah, Ariona! Aku ingin tahu, siapa saja orang yang setim dengan Rio.
Team 26 :
A+ : Ariona Edward
A : Cecillia Pearce
B+ : Arcadia Archer
B : Emlyn Marsden
C+ : Alex
C : Cedric paddock
D+ : Giovani Russel
D : Ariana Luffita
Aku sangat tidak menyangka, aku akan se tim dengan Rio. Ini adalah sebuah keberuntungan.
Oke, aku akan memperjelas tentang kelas di wizard school. Jadi, ada delapan kelas di setiap angkatan. Terdiri dari A+, A, B+, B, C+, C, D+, dan D. Kelas D adalah kelas yang paling rendah. Bukan karena muridnya bodoh. Mungkin, karena kelasnya sudah tidak dapat menampung lagi murid. Jadi, nama yang tertera di papan pengumuman adalah wakil dari setiap kelas. Setiap tim, anggotanya dari kelas yang berbeda.
Aku pun pergi meninggalkan papan pengumuman itu. Aku harus mempersiapkan barang yang harus aku bawa besok. Berarti aku harus berkumpul dulu dengan Rio dan orang-orang yang se-tim denganku.
Bruk!
Ah, aku menabrak seseorang. Beginilah aku, ceroboh. Aku harus meminta maaf padanya. Aku mendongkakkan kepalaku.
Astaga!
"Hai Luffita! Ingat dua bulan lagi" ucapnya dengan senyum meremehkan.orang tadi sudah pergi. Dia....
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
..... Ariana Cleirina!
To be CONTINUED
Hallo!
Author lagi kzl, setiap udah ngetik pasti lupa kesimpen. Jadinya, harus ngetik ulang. Jadi, author males ngetik.
Jadi, maaf buat yang udah nunggu.
Vomment?
★★★
13 januari 2016
KAMU SEDANG MEMBACA
THE WIZARD
FantasyRia adalah gadis yang tinggal dihutan bersama ibu dan kakaknya. ia tidak diperbolehkan keluar dari hutan. tiba-tiba, ada yang menawarinya sekolah di sekolah sihir terkenal yang sangat jauh dari hutan tempat ia tinggal. lalu, apakah impiannya...
