Aku sekarang berada di kantin, dengan dua sahabatku. Thata dan Ge. Mungkin Gerald baru saja ku kenal. Namun, sejauh ini dia baik.
"Lo ngapain senyum senyum !!" Thata melihatku tajam, seolah penasaran dengan apa yang terjadi. Aku hanya menunjukkan barisan gigiku.
"Lagi seneng ?" Tanya gerald. Aku hanya mengangguk manis.
"Iihhh. Lo bisu apa Ve ??!!" Thata sudah geram. Aku hanya tertawa melihatnya.
"Liat nih" kata ku sambil mengulurkan tangan tepat di wajah Thata.
"Lo nemu dimana ?" Tanya Thata antusias.
"Di perpus" jawabku sambil menaik turunkan alisku.
Aku gak mau memberi tau Thata kalo brian yang menemukannya. Bisa bisa antusiasnya sangat berlebihan lalu menggembar gemborkan hal yang terjadi.
"Oh, jadi itu gelangnya" tanya Gerald. Aku hanya mengangguk senang. Gerald terdiam sejenak lalu mengangguk ngangguk paham.
"Gelang biasa" lanjut Gerald membuat mataku membelalak
"ini gelang keberuntunganku" ucapku sinis.
"Hahahaha..." Thata dan Gerald tertawa bersama. Mengejekku.
"Ahhh.... dieeeem !!!" Teriakku geram. "Ini gelang keberuntungan gue, gue rela bolos sekolah dan dihukum cuman buat gelang ini" beberku panjang lebar.
"Hah !! Apa lo bilang?!" Thata memastikan perkataanku.
"Lo dihukum?" Gerald ikut memastikan. Aku hanya mengangguk pasrah
"Gue dihukum ngerjain soal em te ka enam lembar"
"Hahahahahahaha.... " Thata dan Gerald kembali menertawakanku.
"Kalian jahat banget... !!"
"Sorry Ve, kalo urusan soal matematika, gue angkat tangan" Thata mengangkat tangannya.
Aku dan Thata melirik Gerald bersamaan
"Oke okee.... akan ku bantu"
"Yesss !!" Teriakku girang
"Gue bantu lo bisa ngerjain" jawabnya enteng
"Maksudlo ?" Tanyaku memastikan.
Gerald akan mengerjakan tugasku kan...???! Dia kan pernah sekolah di amsterdam ! Pelajaran seperti ini kan bukan hal besar baginya.
"Gue bakal ngajarin lo"
glek ! Apa maksudnya. Aku susah mencerna perkataan Gerald. Jadi dia tidak membantu mengerjakan tugas ku? Jadi aku yang mengerjakannya sendirian ?
"Hah ?"
"Kalo lo mau sih" ujar Gerald sambil tertawa.
"Gue mau !!" Jawabku tanpa pikir panjang.
" nanti , jam dua di taman belakang sekolah !! "
sebenarnya aku ingin menolak, tapi aku gak punya pilihan. Thata juga tidak bisa menolongku.
Aku berdoa dalam hati.
ya tuhan, bisakah aku tidak di beri tugas? tolong cancel tugas ini, sekaliiii saja. Plissss!!
kalau gak bisa gapapa, aku mengerti, aku tidak bisa memaksa!
Aku tersadar dengan kalimat doaku.
Ya tuhaan, sorry khilaf. Ampuni aku .
Akhirnya, aku tidak bisa melakukan apa apa selain menghadapinya.
Ahh~ nanti siang kudu belajar ya
Erangku dalam hati.
****
"Jadi, kalo perbandingannya kayak gini, kita pake rumus yang ini !!" Kata Gerald panjang lebar.
KAMU SEDANG MEMBACA
Dream Catcher
Novela Juvenil"Dream Catcher akan menangkal mimpi burukmu" Apa pernah kau mendengarnya. Apa kau lebih takut pada mimpi buruk ? Lalu bagaimana jika itu kenyataan ? Siapa yang akan menolongmu dari kenyataan yang begitu pahit? Aku Reveline anastasia, gadis kecil...
