AUTHOR'S POV
"Jess.."
"Jessica!"
"Eh? Kenapa, Jane?"tanya Jessica sambil mengerjapkan matanya. Dia tersadar dari lamunannya.
"Kau sedang melamun apa? Calum?"tanya Jane heran.
Ya, berita pernikahan Jessica Reynolds dan Calum Hood sudah menyebar luas hingga teman-dan pihak kampus tau dia menikah. Beruntungnya, pihak sekolah masih mau menerima Jessica sebagai mahasiswanya, tapi dia harus lulus juga tahun ini, a.ka kelulusannya dipercepat, dia langsung naik dua angkatan dan karena itu ia harus belajar penuh.
"Enggak kok."balas Jessica malas. Kalian ingin tau kenapa dia jadi seperti itu? karena permbicaraan Eliza dan Joy kemarin. enak saja, menyuruhnya honeymoon-_-
Masa iya, dia harus hamil diusia yang sangat muda? Oh tidak, Jessica belum kepikiran sampai kesitu. Dia sama sekali tidak memikirkan itu, ia hanya ingin hidupnya berjalan dengan sendirinya.
"Bohong, mukanya kusut gitu."kata Jane sambil memutar bola matanya dan mengambil kentang Jessica. Jane memang tau jika jessica sedang berbohong, dia hafal betul sifatnya itu.
"Aku frustasi Jane..masa mom malah berinisiatif buat aku sama Calum honeymoon? Engga banget, kan?"ucap Jessica.
Mata Jane melotot"APA?! buahahaha"perempuan itu malah terbahak-bahak membuat Jessica merasa kesal.
"Jangan ketawa! Aku lagi pusing, tau!"ucap Jessica sewot. Jane mendelik lalu menyengir. Ketahuan sekali kalau sahabatnya ini masih polos, dan terlihat childish. Jadi masalah seperti itu dia anggap masalah besar, toh kalo orang mah bakal senang kalo honeymoon. Ya nggak.
"Udah deh Jess, nurut aja. Masa nggak mau sih, itu Calum loh."
Jessica menatap Jane heran. Harusnya Jane memberinya jalan keluar, bukan malah ikut mendukung ide gila momnya itu.
"Kau gila ya?! Kalo aku hamil gimana?! Memang kamu yang tanggung jawab?"Jessica melotot besar pada Jane.
"Enggak sih, kan calum yang bikin. Dia berarti yang tanggung jawab."ujarnya lalu terkikik.
Pletak
Satu jitakan mendarat mulus disurai pirang Jane dengan keras, membuatnya ia meringis sakit."Sakit tau!"
"Siapa suruh kau bicara seperti itu? aku nggak mau. Dan lagi, Calum itu nyebelin tambah lagi dia mesum banget."ujar Jessica menangkup wajahnya dengan tangannya.
Sekarang nggak mau, nanti kamu duluan yang minta, Jess.
"Kamu kali yang bikin dia jadi nyebelin. Mesum? Masa sih? Orang mukanya polos imut gitu masa mesum?"balas Jane.
Jessica melotot"Polos? Ewh, lubang hidungnya kali polos. Sumpah Jane, dia itu nyebelin banget. Kenapa ya aku dapat suami datar dan mesumnya kelewatan kayak dia?"
Ia ingat ketika tadi pagi sewaktu Jessica lagi mandi dan tak membawa handuk. Sungguh, Jessica merutuki kebodohannya. Calum sengaja tidak mau mengantar handuk untuknya malah menyuruh Jessica mengambilnya sendiri.
Flashback on
"Calum, tolong ambil handuk atau kimono apalah! Aku lupa membawanya!"teriak Jessica dari dalam kamar mandi.
Calum yang asyik menonton gumbal ketika mendengar itu mendengus seketika."Tidak. Aku sedang main game, ambil saja sendiri"ujar calum tak perduli dengan alibinya.
"Cal,ambilkan..."Jessica terdengar merengek.
"Sorry babe, Icant."balas Calum membuat Jessica didalam sana mencebikan bibir bawahnya.
Apa dia harus keluar begitu dalam keadaan begini? naked? Oh, itu ide buruk. Akhirnya Jessica memilih mengalah dan diam dalam kamar mandi dan mulai kedinginan sendirian.
Calum yang merasa aneh pun berteriak lagi"Hei, Jess! Apa kau masih didalam sana?!"
"A-aku ke-kdinginann..."jawab Jessica sangat pelan ia meringkuk disamping bathubnya.
Sontak Calum berdiri dari sofa, dan berlari menuju kamar mandi."Jess, apa kau baik-baik saja?"tanya Calum terdengar panik ditelinga jessica. Namun Jessica tak menyahut sama sekali membuat dia makin panik.
"Buka pintunya, Jess!"
Dengan sisa tenaganya, Jessica perlahan membuka pintunya dengan tubuh bergetar. Tubuhnya menyandar dengan pintu agar Calum tak bisa masuk sepenuhnya. Kepala dengan rambut hitam menongol dan matanya membelalak.
"Whoaa, maafkan aku. Ini handukmu, aku tak melihat apapun!"ujar Calum berkata sambil menutup matanya setelah satu detik sempat menatap Jessica.
Jessica mengambil handuk itu dan melilitkannya ketubuhnya. Astaga, wajahnya pucat sekali!
"Astaga, demi apa?! wajahmu pucat sekali Jessica!"Calum memekik panik saat melihat Jessica yang hampir terjatuh ke lantai kamar mandi, beruntung ia masih dapat menangkapnya.
"Jess, kau tak apa-apa?"Calum nampak cemas, tangannya menepuk pelan pipi Jessica. Calum melotot ketika melihat Jessica mulai kehilangan kesadaran.
"Hei bangunn! Jess, bangun!"Calum nyaris berteriak ketakutan. Lalu tanpa pikir panjang, Calum menggendong Jessica menuju tempat tidur dan menyelimutinya dengan selimut tebal serta meletakan bantal diatas tubuh Jessica.
Calum ikut berbaring disebelah jessica dan menepuk pelan pipinya."Jess, bangunlah..."kata Calum pelan."Buka matamu, babe."
Jessica membuka matanya perlahan dan menemukan sepasang mata berwarna hitam menatapnya bersalah, khawatir...err dan mesum?
"Kau tidak papa?"tanya Calum cemas, ia menarik Jessica ke pelukannya. Namun Jessica hanya diam."Oke jess, aku minta maaf. Aku hanya ingin bercanda...aku menyesal."ucap Calum menundukan wajahnya.
Jessica tertegun mendengar ucapan Calum yang terdengar sangat bersalah seperti itu. Padahal Jessica sungguh marah, namun nyatanya sekarang ia tidak tega pada Calum.
"iIya dimaafin."ucap Jessica pelan. Calum tersenyum dan tiba-tiba mencium kening Jessica membuat dia memerah malu."Thanks babe."ucapnya dengan senyuman. Sedetik kemudian menyengir lebar.
"When I see your body..."ujar Calum sambil mengedipkan sebelah matanya"so hot!" dan menatap intens Jessica.
Astaga, baru saja dia membuat jessica hampir membeku dan baru saja dia minta maaf dan baru saja pula ia membuat kepala jessica dan aliran darahnya ingin meledak seketika.
.
"Eh, kenapa wajahmu merah seperti itu?"Jane menyeletuk heran ketika melihat wajah Jessica memerah seperti tomat mana dia senyum-senyum sendiri.
"Astaga, Jessica sadarlah!"ucap Jane lalu memukul meja dengan ganas. membuat Jessica terkesiap.
"Apaan sih kau ini!? Aku memang sadar kali-_-"balas Jessica jengkel.
"Aku nanya jess, wajahmu merah kenapa? Apa kau memikirkan Calum? Apa dia melakukan sesuatu sehingga ia membuat merah seperti ini?"cerocos Jane dengan tatapan bertanya.
"Kau tidak perlu tau, bwee."
.
KAMU SEDANG MEMBACA
Marriage With Calum Hood [COMPLETED]
FanfictionSeorang gadis yang tak menyangka bahwa hidupnya akan berubah drastis saat ia menikahi seorang lelaki tampan yang sangat terkenal, Calum Hood. Apakah Semuanya akan berjalan dengan baik? Apa dengan seiring detik waktu yang mengiringi akankah semuanya...
![Marriage With Calum Hood [COMPLETED]](https://img.wattpad.com/cover/56139067-64-k865228.jpg)