JESSICA'S POV
Risih. Itu yang aku rasakan saat ini karena Calum sudah beberapa menit berlalu terus menatapku dengan senyuman yang dianggap fansnya itu, imut dan kece. Oke, nggak papa ditatapain orang ganteng tapi mah si Calum ini kelewatan. Aku kan jadi aneh rasanya. Dan kurasa hubungan kami sudah membaik.
"Calum.."aku memanggilnya.
"Hm?"Dia hanya menggumam, bahkan makin menatapku. Aku menatapnya aneh.
"Stop it!"
"Stop what?"
"Staring me like that, seriously, you freaked me out.."jawabku, sambil memutar bola mataku. Aku ingin sekali menyumpal tomat ditanganku ini kelubang hidungnya itu. Btw, aku suka memasak sekarang. Hehehe
"I wont. Maybe...im just gonna rape on you?"kata Calum. Aku tersedak, serius. Calum langsung terlihat sadar, ia mengambil air minum untukku.
Aku menatapnya jengkel, saat ia menyengir sambil menyodorkan gelas itu padaku."Sorry.."ujarnya.
"Diam saja kau. Nanti tidak akan kuberi makan baru tau."kata dengan ketus.
"Yahh...tega banget sih? nanti aku kurusan, terus sakit lagi."
"Biarin. Mending kasih ke kucing daripada kamu."Aku nggak marah beneran, cuma mau ngerjain dia. Syukurin emang.
Tiba tiba, Calum memelukku dari belakang dengan sangat erat membuatku terkejut begitu saja. Tubuhku terasa bergetar, dan jantungku berdegup tak karuan. Calum menempelkan dagunya dipundakku, bisa kurasakan ia tersenyum lebar saat ini karena sekarang aku merasa takut untuk menoleh padanya. Ya ampun, apa....
Apa ini..?
Apa aku menyukai Calum?
"Umm..C-calum?"shit! Aku susah sekali bernafas-_-
"Ya?"dia masih tetap memelukku.
"Bisakah kau melepaskan pelukanmu ini?"
"Kenapa?"
"Ak-uu..susah bergerak."
"Tapi aku ingin memelukmu."
Semakin lama, dadaku terasa sesak, jantungku makin berdebar tak karuan, pipiku terasa panas dan entahlah seperti ada gelenyar gelenyar aneh didalam perutku. Dan akhirnya tanganku tergores pisau saat memotong tomat tadi, aku langsung meringis pedih.
"Jessica...astaga tanganmu berdarah."Calum tersadar, ia langsung mengambil jariku dan menghisapnya bagaikan seorang vampire yang kehausan. Aku tercengang, lalu menelan ludahku saat jariku menyentuh bibir Calum yang...Ugh-stop! Terlihat aneh dan menjijikan, aku saja tak pernah menghisap jariku yang berdarah. Dan sekarang jariku yang berdarah dihisap oleh orang lain dan rasanya aneh.
Setelah berhenti menghisap jariku, Calum memeganginya dan menatapku cukup lama. Tangan besarnya menyentuh pipiku dengan lembut. Oke, ini mulai aneh dan rasanya sekarang aku ingin berteriak sekencang-kencangnya, merasa bahagia mungkin?
Ia memiringkan kepalanya dan mendekatkan wajahnya kewajahku, aku terbengong menatap matanya yang hitam itu. Calum semakin mendekat, ia kini memejamkan matanya, sekarang aku paham.
Aku menjauhkan wajahku, sambil menahan dadanya. Aku mencubit hidungnya pelan, dan tertawa saat Calum membuka matanya dan terkejut karena aku baru saja mengerjainya.
"Wanna kiss me, huh?"ledek ku.
"Kepedean. Orang tadi juga mau nusuk lubang hidung kamu sama wortel ini. Tapi keduluan kamu."bela Calum, ia menampakan wortel yang ukurannya dipotong menjadi kecil, yang ia selipkan(?) disisi-sisi jarinya. Loh...kok aku nggak ngerasa ya itu nempel dipipi aku tadi?
KAMU SEDANG MEMBACA
Marriage With Calum Hood [COMPLETED]
FanfictionSeorang gadis yang tak menyangka bahwa hidupnya akan berubah drastis saat ia menikahi seorang lelaki tampan yang sangat terkenal, Calum Hood. Apakah Semuanya akan berjalan dengan baik? Apa dengan seiring detik waktu yang mengiringi akankah semuanya...
![Marriage With Calum Hood [COMPLETED]](https://img.wattpad.com/cover/56139067-64-k865228.jpg)