JESSICA'S POV
Aku merengut dahi saat merasakan kosong disampingku, sontak aku membuka mataku dan benar nyatanya bahwa Calum tak ada disampingku.
Kemana dia?
Aku mengusap wajahku, lalu berjalan kekamar mandi untuk cuci muka dan sikat gigi setelah itu segera turun kebawah.
Setibaku dibawah juga aku tak menemukan Calum. Hingga aku keluar halaman dan mulai berjalan disekitar pantai sendirian.
"Brrrr.."aku menggosok kedua lenganku, hawanya masih terasa dingin. Karena juga waktu masih terlalu pagi kurasa.
"Ish! kau kemana sih??"aku menggerutu sepanjang jalan. Liat saja nanti kalau ketemu! habis akan kuberi omelan dia!
Terlalu lelah karena berjalan jauh, aku memutuskan singgah sebentar disebuah kedai kopi kecil yang baru saja buka. Kedai yang kurasa hanya untuk penduduk lokal disekitar sini.
"Latte'nya satu,"ucapku sambil tersenyum pada sipenjualnya.
"Baiklah, tunggu dan duduklah,"ujarnya. Aku mengangguk lalu duduk disalah satu kursi sambil melihat-lihat sekeliling kalau saja melihat manusia bertubuh Calum.
"Ini,"
"Terima kasih,"
Aku menyesap kopiku yang kini membuat suhu tubuhku lebih menghangat. Aku bertaruh kini sangatlah dingin. Aku pikir San Francisco saat musim panas tidak akan dingin seperti Australia ternyata kurang lebih sama.
Pandanganku terhenti pada seseorang yang tengah berlari kerah kedai ini. Ia memakai kaos singlet dan celana pendek hitam juga sepatu nike, dan juga headshet yang tersumpal ditelinganya.
Gila bener
Tau dingin malah olahraga
Aduh pintar bat fix
Ia melintas disampingku dengan nafasnya yang terdengar ngos-ngosan, lalu terdengar suaranya yang memesan sesuatu. Well, kupikir tadi Calum namun nyatanya bukan. Aku tau Calum tidak gila dan tidaklah bodoh karena dalam cuaca apapun dia tidak akan melakukan sesautu yang konyol dilihat seperti orang asing tadi.
Yakali
"Can i sit here?"suara itu tiba-tiba membuatku tersadar. Sontak aku mendongak melihat seorang lelaki bermata coklat menatapku.
"Y-yeah.."jawabku.
Ia duduk tepat didepanku.
Dan aku baru sadar bahwa aku mengenalnya. Lelaki ini. Ya, aku mengenalnya. Yatuhan cobaan apalagi ini...
Aku masih melirik-lirik kerahanya, memastikan bahwa memang apa itu dia. Namun nyatanya wajahnya tak berubah sama sekali.
Ia tiba-tiba mendongak. Mengerutkan keningnya saat memergokiku yang meneliti wajahnya."Um..sepertinya aku mengenalmu,"ucapnya dan terlihat berpikir.
Tentu saja kau mengenalku!
"Sorry, what your name?"ujarnya lagi."Uh..w-wait, it's you Jessica?"
Aku mendengus,"Yeah, it's me. What's up?"balasku malas.
Begini. Lelaki ini, yang ada didepanku adalah orang amerika yang bernama Samuel Jones atau Sam. Manusia bermata coklat dan memikili tubuh tinggi ramping dan cukup keren namun tak sekeren Calum dan jauh tampan Calum dibanding dia. Ia mendapat gelar seorang mantan dariku. Aku malu, ya dia mantan kekasihku sewaktu kami dikelas satu high school. Ia semakin lama semakin berubah apalagi saat aku meloncat kelas, ia semkain acuh dan akhirnya ia pergi begitu saja. Ia tak memberiku kabar dan yang aku tau ia malah pindah kenegara lain. Ha, betapa brengseknya bukan?
KAMU SEDANG MEMBACA
Marriage With Calum Hood [COMPLETED]
FanfictionSeorang gadis yang tak menyangka bahwa hidupnya akan berubah drastis saat ia menikahi seorang lelaki tampan yang sangat terkenal, Calum Hood. Apakah Semuanya akan berjalan dengan baik? Apa dengan seiring detik waktu yang mengiringi akankah semuanya...
![Marriage With Calum Hood [COMPLETED]](https://img.wattpad.com/cover/56139067-64-k865228.jpg)