Knotty

5.8K 211 4
                                        


Bocah lelaki dengan rambut hitam kecoklatan itu berlari kesamping rumahnya, memanjat pagar pembatas rumah yang tak terlalu tinggi dengan sebuah bola sepak ditangan kirinya. Ia melangkah santai memasuki halaman rumah tetangganya, lalu menekan bel dengan tak sabaran.


TOK TOK TOK


Ia tambah mengetuk karena sipemilik rumah lama sekali membukakan pintu, ia pun berteriak."MATTHEW, MAIN YOK??"ujarnya dengan lantang.


Tak lama pintu terbuka, sosok raksasa menyambut bocah itu dengan senyuman."Eh, Jaden? Ayo masuk, biar om panggilin Matt dulu."Kata Luke Hemmings, sang kepala keluarga Hemmings yang bertetangga dengan keluarga Hood itu.


Jaden menyengir,"Disini aja om, nggak papa."katanya.


Luke mengangguk,"Oke."Ia menggerakan lehernya kebelakang dengan gerakan memutar lalu tanpa diduga ia berteriak."MATT HEMMINGS! KELUAR SEKARANG!"perintahnya, Jaden terpelongo. Beberapa saat kemudian, Matt yang terindifikasi sebagai anak Luke Robert Hemmings itu datang dengan wajah merengut.


"Apasih, pa? Berisik tau, aku kan lagi tidur."kata bocah berambut pirang itu. Luke memutar bola matanya,"Tidur apa? Kamu pikir papa nggak tau kalau kamu asik main video game dikamar, huh?"ujar Luke. Sontak membuat Matt malu, ketahuan berbohong.


"Udah sana. Mending kamu main sama anak asia ini,"celetuk Luke, lalu tertawa pelan. Matt yang mendengar ikut tertawa, jadilah kedua anak dan bapak itu menjadi manusia menyebalkan bagi Jaden untuk saat ini.


"Aku nggak asia, om!"protes Jaden dengan mata melotot.


Luke meredakan tawa jahanamnya, menatap Jaden dengan lucu. Ia jadi teringat masa-masa ia masih sekolah dulu, dimana ia sering sekali meledek Calum dengan sebutan asia yang padahal kenyataannya ia bukan orang asia. Dan lagi, Jaden dan Calum dulu berbeda. Jaden lebih banyak kemiripan dengan Jessica dibanding Calum, khususnya bagian wajah. Jadi, Jaden 100% tak terlihat asia.


"Sudah nak,''tegur Luke pada anaknya yang masih tertawa, ia lalu mengacak rambut Jaden gemas."Aku hanya bercanda, kid. Tolong jangan adukan aku pada ayahmu, kay?"katanya, Jaden mendengus.


"Ah! Jaden, ayo kita main bola!"seru Matt semangat. Jaden mengangguk, lalu kedua bocah itu berlari kearah halaman luas yang dimiliki keluarga Hemmings.


.


Saat ini, Jaden dan Matt sedang asoy minum lemon squash buatan Hailee dikediaman keluarga Hood. Rasa lelah dan haus menyerang kedua bocah itu, ditambah saat melihat Hailee yang keluar dari pintu rumah dengan sebuah cup es krim ditangannya membuat dahaga mereka tak tertahankan. Akhirnya, sekarang Hailee'lah yang mereka suruh membuat minuman untuk mereka.


"Mama kalian kemana?"tanya Matt sambil menyesap minumannya, sadar bahwa dirumah ini hanya ada mereka bertiga. Jaden menghela nafas lega setelah merasakan kesegeran mengalir ditenggorokannya walau ia merasakan sesuatu yang aneh. Asam. Ya, rasanya yang terlalu asam. Apa Hailee membuat sesuatu diminuman itu?


"Kerumah tante Bryana, katanya mau ngambil kain pesenan."jawab Hailee. Calum? Calum pergi memancing bersama Michael. Meninggalkan kedua anaknya yang berumur 7 tahun dirumah tanpa pengawasan orang dewasa. Ia hanya berpesan,"Jangan beritahu mom kalian, dad janji akan membawa ikan besar yang banyak. Oh, kalau kalian butuh sesuatu datangi saja om Luke, okay?" Andai saja Jessica tau, entah apa yang terjadi pada lelaki itu. Disuruh jaga anak malah pergi.


Matt mengernyit, disusul suara batuk dari Jaden."Le, ini kamu buat apaan, sih? Kok asem banget?''ujar Jaden.


"Tau, kayak keringat ketek."sahut Matt dengan wajah yang abstrak. Hailee mengernyit, hendak tertawa karena melihat kedua anak lelaki didepannya ini memasang wajah yang aneh.


Marriage With Calum Hood [COMPLETED]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang