Jessica hanya tersenyum kaku pada orang-orang yang menatapinya, sementara Calum yang ada disampingnya sedang balas menyapa pandangan para gadis-gadis yang memanggil namanya. Sungguh canggung, Jessica sangat khawatir karena sekarang dirinya lah yang menjadi pusat perhatian.
"Oh my god! kau membawa suamimu, Jess?!"pekik Jane tiba-tiba muncul, membuat Jessica dan Calum berbalik.
Jessica mengangguk terpaksa."Ya, kurasa dia ingin melihat wanita-wanita cantik disini."jawabnya sarkastik. Calum melirik tajam sementara Jane merengut dahi tak mengerti.
"Oh, kupikir kau akan pergi dengan Rexan. Dia juga belum datang"kata Jane.
Entah apa, Calum tiba-tiba mengepal tangan dan wajahnya memerah padam. rasa marah melunjak ketika mendengar nama Rexan itu. lelaki yang membuat Jessica mengacuhkan Calum.
"Calum!? astaga, kau datang ke pestaku?! aku senang sekali!"pekik Gabriel, sang pemilik mansion yang mengadakan pesta. Gabriel memeluk semenanya Calum di depan Jessica, pandangan Jessica sedikit terkejut dan...kesal? hingga ia membuang wajahnya.
Gabriel melepaskan pelukannya, lalu tersenyum pada Calum dan melirik sinis pada Jessica."jika aku tau aku hanya akan mengundangmu."kata Gabriel tak berdosa sama sekali, sambil melirik Jessica
"Benarkah? aku tak akan datang jika kau hanya mengundangku. Lagipula aku kan tak mengenalmu."balas Calum menatap tajam Gabriel, kemudian tertawa sumbang. Sementara Jessica dan Jane terdiam karena perkataan Calum yang terdengar tak terima itu.
Gabriel mengerjapkan matanya tak percaya ketika mendapat balasan dari Calum. Apa maksudnya itu?! namun, karena tak ingin menyiakan kesempatan, gabriel lebih memilih mengalah."okay, im so sorry. can you follow me?"kata Gabriel tersenyum memohon, Calum memandangnya aneh. Siapa kau yang beraninya berkata seperti itu padaku?! batinnya.
Calum memandang Jessica meminta persetujuan, dan Jessica mengangguk datar. Bukan harapan Calum. Tanpa aba-aba, Gabriel sudah menarik tangan Calum dan membawanya kedalam kerumunan manusia yang terlarut dalam pesta.
"Jess, tak apa kan? aku ingin menghampiri Peter disana."ujar Jane menunjuk lelaki tampan berambut blonde yang sedang asik berbicara dengan teman-temannya.
"Ya, tak apa."
.
JESSICA'S POV
"Aww..m-maaf."aku memekik kecil ketika tak sengaja menabrak seseorang. sebenarnya aku yang menabarak atau aku yang ditabrak, sih?
"Jessica?"
Aku mendongak dan melihat seseorang yang kukenal, Rexan."H-hi,Rex.."balas ku tergagap.
"Kau...aku tadi menjemputmu, dan kau sudah pergi. Kau pergi dengan siapa?"tanyanya.
"Calum. Maaf ya, aku tak sempat memberitahumu, dan aku tidak tau kenapa dia bisa-bisanya ingin ikut."jawab ku merasa bersalah. Tiba-tiba Rexan menggenggam tanganku membuatku cukup kaget, dia tersenyum tulus." Tidak apa-apa. kau tak perlu minta maaf."katanya, aku langsung tersenyum. Lelaki ini baik sekali sih. andai Calum bisa bersikap seperti ini, aku yakin aku dan dia tidak akan selalu bertengkar.
.
CALUM'S POV
Oh bagus, sangat bagus. Tak bisa kubiarkan, aku langsung meninggalkan kerumunan perempuan yang memuakan itu ketika melihat Jessica bertemu dengan Rexan. Ya, lelaki itu...grr, dan sekarang mereka berbicara terlihat seperti pasangan kekasih dan dia dengan beraninya menyentuh tangan
Jessica! hei dude, walaupun gadis itu menyebalkan, aku akan tetap mengawasinya. Bagaimana kalau paparazi ada disini? nanti apa kata orang orang, melihat seorang nyonya Hood bersama lelaki asing brengsek berpegangan tangan ditengah pesta? sungguh tak etis mendengarnya. merusak nama baikku saja-_-
Aku langsung mengibas tangan lelaki itu dari tangan Jessica dan menggenggam erat tangannya."Sorry, apa aku menganggu acara kalian? tapi, sepertinya aku dan Jesaica akan pulang."kata ku datar.
"E-eh? hmm, maaf. Ya, it's okay."lelaki itu tergagap namun tersenyum miring kemudian..oh rupanya dia tau diri juga.
Aku langsung menarik Jessica untuk keluar dari mansion ini. Oke, aku kesal sudah."Cal, sakit! aku tak ingin pergi!"Jessica berontak sambil mencoba melepaskan tanganku. Aku menghiraukan.
"Lepaskan Cal, kau menyakiti tanganku!"
"Dude, jangan kasar padanya."
Aku terdiam namun tak sama sekali melepaskan tangan Jessica, dan menoleh mendapati sosok lelaki bernama Rexan itu terlihat marah."Apa urusanmu? dia istriku, kau jangan ikut campur."ucap ku dingin. jika tidak dipesta, pasti sudah kuhajar lelaki sialan ini.
"Justru itu, kau tak berhak menyakitinya." wahh, songong sekali dia.
"Jangan sok menasihatiku, aku tau apa yang kulakukan." aku berbalik lagi dan menarik Jessica keluar dari mansion itu dan pulang.
.
Aku tak percaya Calum sekasar ini padaku, dia mempermalukanku di depan teman-temanku. Dia dengan kasarnya menarik tanganku untuk meninggalkan pesta itu. Aku masih ingin disitu, mungkin ini terakhir kalinya aku bisa datang kepesta teman-teman sekampus, karena sebentar lagi aku wisuda. dan, kenapa Calum melarangku?! aku merelakan semuanya demi pernikahan ini! sekolah dan kebahagianku diumurku yang masih muda dan kenapa aku sama sekali mendapatkan yang lebih?!
"Mau mu itu apa, sih?!"aku menjerit marah, dan ya aku sudah menangis dari dalam mobil tadi.
"Kau menarikku dengan kasar, Cal! kau mempermalukanku di depan teman-temanku! kenapa kau seperti ini?! aku hanya ingin bersenang-senang dengan mereka, karena sebentar lagi aku tidak bisa seperti itu! Aku akan terjebak bersamamu!"
"Ha, tapi bisakah kau menjaga nama baikmu? apa kau ingin berita menyebar karena ulahmu dan temanmu itu?! jangan bertindak seperti murahan!"
Aku kaget, menatapnya tak percaya. Entah kenapa dadaku terasa begitu sakit mendengarnya. kenapa Calum begitu jahat untuk mengatakan hal seperti itu padaku?
"Kau bilang...aku murahan?"Tanya ku tak percaya. rasanya ada sesuatu yang menusuk, membuat nafasku tercekat.
"Karena sikapmu, Jess! kau pikir aku tak melihat kau sedang apa dengan lelaki itu?!" bentak Calum, matanya terlihat seperti gunung yang ingin meledak.
Aku mengerjapkan mataku lalu menangis sejadinya, entak sakit rasanya ketika kata-kata kasar itu terlontar sendiri dari mulut Calum. kukira semenyebalkan dia, dia tak akan pernah berkata sejahat seperti itu tentangku.
"Dan kau tau apa? aku merasa sial setelah bertemu denganmu."
"Cukup! a-aku tak menyangka, kau berkata seperti itu! Baiklah jika itu maumu, mungkin kau tak akan merasa sial setelah tak bertemu denganku lagi!"aku berteriak di dpean wajahnya dan langsung melengos menuju kamar. kemudian membuka lemari dan memasuki bajuku ke dalam koper.
Aku mendongak, menatap Calum yang kini menatap ke arah lain."aku benci kau, Calum!"ucap ku pelan, namun aku tau dia pasti mendengarnya.
Aku menyapu air mataku dengan kasar, dan segera menarik koperku untuk pergi. liat, dia bahkan tak mengejarku. Dia memang manusia yang jahat.
.
KAMU SEDANG MEMBACA
Marriage With Calum Hood [COMPLETED]
FanfictionSeorang gadis yang tak menyangka bahwa hidupnya akan berubah drastis saat ia menikahi seorang lelaki tampan yang sangat terkenal, Calum Hood. Apakah Semuanya akan berjalan dengan baik? Apa dengan seiring detik waktu yang mengiringi akankah semuanya...
![Marriage With Calum Hood [COMPLETED]](https://img.wattpad.com/cover/56139067-64-k865228.jpg)