Setelah Bea datang dan mengabariku, aku langsung berinisiatif pergi untuk mendatangi Calum. Aku sudah menyanyakannya tadi, dan Bea mengatakan bahwa 5sos tour ditunda sementara dan mereka masih tertahan diAmerika. Aku langsung menaiki penerbangan yang tersisa sore itu juga dan hingganya aku sampai tepat tengah malam dan langsung menuju sebuah hotel besar mewah dikota New York, dimana mereka berada.
Rasa lelah kuabaikan karena sekarang aku hanya berpikir agar cepat menemukan Calum. Mereka semua tidak ada yang tau aku akan datang kecuali Bea.
Sampai dihotel aku langsung bertanya pada resepsionis dikamar mana Calum menginap, toh beruntung resepsionis ini tau aku istrinya Calum.
Aku menaiki lift menuju kamar Calum, saat sampai aku hanya melihat ruangan kosong yang terlihat cukup berantakan. Alat-alat kesehatan seperti tiang infus, kursi roda dan lainnya masih ada.
"Eh?"seseorang keluar dari kamar mandi dan terkejut melihatku. Dia, Luke. Keluar dari kamar mandi, dengan wajah mengantuk.
"Jessica, apa itu kau?"mata birunya yang merah membulat, secepat kilat ia mendekatiku.
Aku hanya tersenyum padanya, sementara Luke masih menatapku tak percaya. Apalagi matanya terus tertuju pada perutku yang buncit.
"Kenapa kau bisa ada disini?"tanyanya.
"Dimana Calum?"tanya ku balik.
Luke mengerutkan dahi. Ia menoleh pada kasur,"Tadi dia..oh, kemana dia ya?"gumamnya juga bingung."Kutinggal pipis tadi ia masih ada kok,"ucap Luke polos, wajahnya terlihat amat polos membuatku terkekeh.
"Tidak apa, aku akan mencarinya,"ucap ku.
"Hm..tinggalkan saja kopermu disini,"aku mengangguk lalu keluar kamar itu dan mencari keberadaa Calum.
Aku tak menemukan Calum dimana-mana, lalu aku teringat sesuatu. Aku langsung menuju rooftop hotel ini dan mengedarkan pandanganku.
Mataku kini tertuju pada seseorang disana. Duduk tepat dipinggiran balkon tanpa pembatas dengan kakinya yang menjuntai kebawah sana, dimana lampu kota masih terang benderang.
Ia memangku gitar dan mulutnya berkomat kamit. Dikepalanya terlilit perban, dan juga bisa kulihat luka-luka lecet dilengan kekarnya itu.
The pieces of us both
Under every citylight
And there's shining as we fade..
Into the night
She's sleep alone
My heart want to come home
I wish I was
I wish I was...
She's Sleep alone
My heart want to come home
I wish I was
I wish I was...
Beside you
She's lies awake
Im try to find a word to say
I wish I was
I wish I was
Beside you
Yatuhan aku rindu suara indahnya..
"Cal.."
.
CALUM'S POV
Aku berdoa dia ada disini.
Aku ingin ia disampingku malam ini.
Aku merindukannya.
Aku tau aku bodoh, aku tau aku salah.
Mungkin sekarang ia tak perduli lagi padaku. Wajar dia membenciku karena aku sadar bahwa aku memang sudah menyakitinya. Dia sendirian disana, merawat bayi yang ia kandung. Aku tak tau apa saja yang bisa ia alami tanpa diriku.
KAMU SEDANG MEMBACA
Marriage With Calum Hood [COMPLETED]
FanfictionSeorang gadis yang tak menyangka bahwa hidupnya akan berubah drastis saat ia menikahi seorang lelaki tampan yang sangat terkenal, Calum Hood. Apakah Semuanya akan berjalan dengan baik? Apa dengan seiring detik waktu yang mengiringi akankah semuanya...
![Marriage With Calum Hood [COMPLETED]](https://img.wattpad.com/cover/56139067-64-k865228.jpg)