5

2.6K 383 3
                                        

Aku mengantri untuk memesan secangkir kopi. Ini sudah pukul 10 malam dan aku masih tidak bisa tertidur. Lalu kuputuskan untuk membeli kopi di luar, padahal aku sudah tau jika kafein katanya bisa membuat orang tidak mengantuk.

"Hey Summer". Aku menoleh ke samping kiriku, mendapati orang tinggi menjulang dengan jaket dan topi. Tapi masalahnya topinya seperti aku kenal.

Ini si tuan artis.

"Jaketku mana? Pasti beneran ilang ya?". Ucapku tanpa menjawab sapaannya yang pertama. Ia hanya menyengir menampilkan giginya yang berbaris rapi dan putih.

"Ada di rumah, ini aku pake topimu". Aku memutar mata jengah lalu memesan secangkir kopi untukku. "Summer, bisa kita duduk berdua?".

"Jangan dekat-dekat, aku tidak mau wajahku termuat di internet". Aku memberikan jarak yang cukup hauh darinya. Ia hanya menatapku bingung, "ingat! Kau artis".

"I mean, duduk di mobilku saja".

"Aku--".

"Maaf aku tidak menerima penolakan".

Aku dan Calum duduk berdua di mobilnya. Ia sudah melepaskan jaket serta topinya, dan sekarang meniup gelas kopinya yang asapnya mengepul dimana-mana.

"Kapan kamu balikin jaketku?". Ucapku sedikit sarkas. Tuan artis ini sedikit menyebalkan, tadi mengajak minum kopi berdua, sekarang ia mendiamiku.

"Itu urusan gampang, tenang aja". Aku memutar mata dan ia hanya menatapku dengan cengiran kudanya. "Lagian pasti aku kembaliin kok, kan aku ga lama di LA".

"Kenapa?".

"Bandku mulai tour". Aku langsung teringat pada rencana Gwen di kantin waktu itu. Ia bilang padaku kalau ia akan menabung untuk menonton konsernya si tuan artis ini. "Kamu ini bener-bener bukan fansku ya".

"Ya kan emang, aku cuma nganter temenku aja. Dan soal tur bandmu kayanya aku pernah denger dari dia".

"Dia?". Calum mengerutkan alisnya, "temanmu yang waktu itu?".

"Iya, dia fans dari bandmu dan sangat sangat sangat menyukaimu". Ucapku sedikit lebay, ia hanya terkekeh dengan mata yang sedikit menyipit saat tertawa. "Berapa bulan kamu di LA?".

"2 bulan lagi dan semuanya selesai, aku bakal balik Sydney buat istirahat". Aku hanya ber-oh ria sambil menyesap kopiku yang sudah hampir mendingin, "temanmu tidak berpikiran menonton konserku?".

"Ada, dia sudah menabung dari sekarang. Katanya sih mengincar tempat duduk paling depan". Aku membersihkan sekitar mulutku dengan tisu saat kopiku sudah habis. Sekarang aku berniat pulang, karena jam menunjukan setengah 12 malam. "Aku pulang ya, sudah malam".

"Eh Summer--". Aku menoleh padanya, "Jangan berpikir dua kali untuk main-main ke basecampku". Ia tersenyum.

***

Cahaya matahari menusuk kelopak mataku, tadi malam aku tidur pukul 1 pagi. Dan sedari tadi ponselku sudah bergetar dengan riangnya.

Tanpa mengecek ponsel, aku langsung menyiapkan diri untuk berangkat sekolah. Tak perlu lama untuk bersiap-siap karena aku sudah menyiapkan tas sekolah dari kemarin malam. Setelah selesai memakai sepatu, aku mengecek ponselku dan disana terdapat 2 pesan singkat. Satu dari Mum dan satunya dari tuan artis.

From : heyit'sme

Hey Summer.

Lagi-lagi hanya sapaan, aku tidak mengerti kenapa ia suka sekali berbicara 'hey summer'. Aku memutuskan untuk tidak membalasnya dan langsung berangkat ke sekolah.

Poprock Star : Calum HoodCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang