19

1.8K 305 18
                                        

Barusan saja Gwen, datang ke sekolah dengan pecahan tangisannya. Ia memberikanku sebuah majalah dengan cover, Calum from 5SOS with his girlfriend.

Kubuka majalah itu dan kuteliti, dan benar saja. Malam itu malam dimana foto ini diambil, aku bisa melihat dari baju Calum yang digunakan saat makan malam bersama waktu itu.

"YA TUHAN KENAPA BANYAK DRAMA? MODEST SIALAN." teriak Gwen yang membuat seantero kelas menatap kami.

Dan saat itulah aku terngiang akan sesuatu, itu membuatku ingin menangis. Kutinggalkan Gwen dan berlari ke toilet.

Rasanya aku ingin menangis sepuasnya dan tidak memperdulikan pertanyaan orang-orang diluar sana, "Goblok banget elah, nangisin artis." Kataku sambil menyeka air mataku kasar.

"Jelaslah Sam, aku mah apa dibandingin sama cewe tadi? Body goals ga udik kaya aku." Aku terus-terusan memaki diriku sendiri.

"Artis dijadiin gebetan, kan goblok banget." Kudengar seseorang masuk ke kamar mandi dan mengedor pintuku.

"Siapa sih? Kalo lagi sedih ga gini caranya, bisa kok cerita ke aku." Katanya berteriak.

"thanks." Kulanjutkan acara tangis-menangisku dan tidak memperdulikan panggilannya. Sudah berapa gulung tisu kugunakan untuk mengelap ingus dan air mata.

"Kamu goblok banget sih Sam, masa orang kaya gitu kamu sukain. Dia jelas dikenal banyak orang, banyak duit, dan kamu Sam? Upik abu doang yang ngayalnya ketinggian." Aku menangis tersedu saat memaki-maki diriku sendiri. Kubiarkan bau toilet ini menusuk hidungku yang terpenting semua sakit hatiku terbayar.

Setelah dua jam menangis, aku keluar untuk istirahat. Aku perlu makan, "Anjir lah, ini sembap gini mataku." Kukucek dengan air mengalir di wastafel dan menyusul Gwen ke kantin.

Saat perjalanan ke kantin, Gwen berlari kearahku dan melihatku dengan meneliti. "Darimana aja sih? Ini kenapa matanya bengkak?"

Aku balas menggeleng dan menariknya ke kantin, "Sam cerita aja."

"Gapapa cuma sakit perut pms." Lirihku.

"Biasanya ga gini, cerita aja sini." Aku menggeleng sekali lagi dan tidak menghiraukannya menyuruhku untuk bercerita.

***

"Lepasin ih." Calum sedang menculikku. Ia menyuruh Dave untuk menarikku masuk ke mobil. "Lepasin anjirrr."

"Aku tau pasti kamu udah denger berita itu kan?" Tanya Calum.

"IYA KENAPA?" kataku sarkas. Ia hanya tersenyum getir sambil menatapku. "Udah puas kan? Bikin sakit hati doang?"

"Maksudnya Sam?" Kucubit pahanya dengan keras.

"Kamu tuh jahat, kamu tuh nyebelin, kamu tuh perusak mood, kamu tuh pokoknya nyebelin. Suka gangguin anak kecil, dan jahatnya kamu tuh bikin aku suka sama kamu!" Teriakku dengan cukup kencang.

Calum diam seperti tersihir sesuatu. Kupikir ia pasti sangat terkejut, "Kalau niatnya main-main, sorry banget ARTIS, aku bukan boneka." Kataku menekankan kata artis.

"Kalau kamu pikir aku boneka, aku juga kalah cantik sama barbie. Terus yang kamu cari di aku tuh apa? Kenapa jahat banget sih." Kupukul lengannya berulang-ulang.

"Jadi Sam, kamu suka sama aku?" Tanya Calum.

Aku tidak menjawab dan menatapnya penuh amarah. Bisa tidak sih dia menelaah sendiri dari semua hari yang dijalani bersama. Camping, dinner, dan sebagainnya.

"Sam jawab!" Kata Calum.

Aku menyeka air mataku dengan lengan, baju seragamku sudah lusuh.  Ditambah dengan sekarang aku menangis lagi, wajahku mungkin sudah tidak berbentuk.

"Summer tolong jawab!"

"Iya kenapa?! Goblok banget kan aku? Iya hah? Goblok suka sama orang kaya kamu. Harusnya kamu sadar, apa yang kamu lakuin ke aku itu semua! Hadiah, polaroid besok aku kembaliin!" Aku berteriak penuh amarah didepan wajahnya. Ia menjambak rambutnya kesal dan berteriak membuatku dan Dave sedikit terkejut.

"KAMU TUH GA NGERTI SAM, TOLONG NGERTIIN AKU." katanya.

"Ngertiin apa? Udahlah yang penting, kamu jalanin semua aktivitas bandmu dan seluruh wanitamu. Aku tidak peduli." Ucapku sarkas.

"Please Summer, ngertiin aku, jangan tinggalin aku apalagi ngembaliin semuanya ke aku." Ia menarik kausnya dengan kencang membuat buku-buku jarinya memutih.

"Dave aku turun didepan."

"Jangan, kamu harus ikut aku ke basecamp."

"AKU TURUN DIDEPAN." Aku berteriak dan menatap Calum sambil menangis. Cukup sakit untuk dilakukan seperti ini. Saat mulai jatuh cinta, ia datang dengan rasa luka.

"Calum-," aku menarik nafas, "Thanks buat segalanya. Dan thanks for leaving." Aku tersenyum getir dan langsung membuka pintunya dan keluar.

***

1 Direct Message From Twitter.

Michael5SOS : hei

SummerH : ?

Michael5SOS :  Calum kenapa?

SummerH : g tau

Michael5SOS : dia daritadi murung mulu, dikamar mulu main gitar.

SummerH : hubungannya sama aku apa?

Michael5SOS : stop pura pura ga peduli gitu deh sam
Michael5SOS : Aku tau kalian ada masalah. Pasti karena berita yang dimuat tadi pagi. Kupikir kamu ngerti dengan berita itu. Ternyata engga.

SummerH : maksudnya?




To be continued.

Dont forget to read another fanfic written by me, Holiday-Michael Clifford.

Poprock Star : Calum HoodCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang