¤ Summer Point Of View ¤
Aku bangun dipagi buta karena ponselku yang terus berbunyi. Itu bukan suara alarm tapi seseorang yang menelponku.
"Ha?" Ucapku tanpa melihat ke caller idnya.
"Hey Summer," Tuan artis lagi.
"Hey ini masih jam 5 pagi bahkan alarmku belum berbunyi," ucapku tanpa jeda.
"Hari ini aku boleh mengantarmu ke sekolah?"
"Tidak, aku naik mobil,"
"Ayolah, Sam," aku segera mematikan sambungan teleponnya dan melanjutkan tidurku yang tersisa 30 menit lagi. Waktu itu sangat berharga bukan?
Baru aku menarik selimutku lagi ternyata alarmku sudah berbunyi lagi, shit tuan artis itu mengambil jam tidurku. Batinku
Aku segera berjalan ke kamar mandi untuk siap-siap pergi ke sekolah. Meskipun aku tinggal sendiri, aku tidak mau menjadi bad girls. Summer tetaplah Summer yang ingin melanjutkan sekolahnya sampai ke perguruan tinggi.
Setelah selesai mandi, kusiapkan seluruh peralatan untuk sekolahku. Dan tak lupa dengan sarapan agar tubuhku kuat untuk melakukan seluruh aktivitas. Kemudian, aku melahap rotiku di perjalanan menuju basement untuk mengambil mobilku.
Sesampainya di lobby, "Mrs. Houghlas, ada yang mencarimu" wanita itu menunjuk laki-laki yang sedang duduk membelakangiku. Lalu kuhampiri dan kutepuk bahunya, "holy shit, Calum?" Laki-laki itu mengangguk.
"Ngapain disini?" Aku pun langsung duduk didepannya.
"Aku kan yang akan mengantarmu ke sekolah," aku membelalak kaget. Sebegitu inginnya dia mengantarku sekolah? Sekarang ia sedang memakai jaket--tentu bukan jaketku--dan masker mulut. "Ayolah kali ini saja,"
Aku diam sebentar lalu mengangguk. Terlihat wajah bahagia dibalik kerutan dimatanya, aku tahu dia pasti sedang tersenyum. Calum memarkir mobilnya didepan apartemen, jadi kami tidak perlu repot-repot untuk ke basement lagi. Ia buru-buru ke kursi pengemudi sebelum orang-orang mengenalinya, "Kenapa ingin sekali mengantarku sekolah?" Tanyaku kemudian.
"Aku ingin merasakan lagi rasanya berangkat sekolah pagi-pagi," ucapnya yang masih terfokus pada jalanan. "Kamu pasti tau kan, aku sudah tidak bersekolah lagi,"
"Tidak mungkin karena biaya?"
"Bukan, tapi karena karir" aku memberikan tatapan seperti--what the hell--dia putus sekolah karena bandnya. Good.
"Kukira kamu sudah lulus, tapi tidak melanjutkan kuliah," ucapku.
"Apa mukaku setua itu?" Ia berkaca pada spion mobilnya, "kurasa tidak"
"Jadi umurmu berapa?" Tanyaku penasaran.
"19, kau?" Aku menunjukan angka 1 lalu angka 7 menggunakan jari tanganku, "17 tahun?" Aku mengangguk.
"Aku masih muda, tidak sepertimu" aku tertawa dan Calum memandangku sebal.
Tak lama kemudian, aku dan Calum sudah sampai di depan sekolahku. "Nanti kujemput," ucap Calum saat aku akan beranjak keluar dari mobil.
"Gausah, aku bisa pulang sendiri"
"Aku yang nganter berarti aku yang jemput," aku memutar mata lalu beranjak keluar dari mobil.
"Jam 2 siang aku pulang, puas?" Calum hanya terkekeh lalu memberikanku anggukan serta dua jempolnya.
Aku pun memasuki area sekolah dengan senyum yang tak bisa luntur dari bibirku. Ingin rasanya aku berteriak 'aku diantar oleh Calum fucking Hood' tapi tidak mungkin aku akan berteriak seperti itu.
Sesampainya di kelas, Gwen sudah duduk dengan ponselnya. Aku berharap bisa secepatnya memberi tahu Gwen soal Calum dan bandnya itu, karena semakin lama aku menutupinya akan merasa tidak enak pada Gwen. "Hi Gwen,"
"Hi Summer," ucapnya tanpa beralih dari ponselnya.
"Oh iya Gwen, nanti kita ga bisa pulang bareng. Aku ga bawa mobil," ucapku.
"Oh okay deh. Eh besok anterin yuk," Gwen langsung memberikanku ponselnya dan aku melihat apa yang ia tunjukan. Ternyata disana ada suatu event yang mengundang band Calum, "Gimana? Pleasee,"
"Iya nanti aku anter," Gwen langsung memelukku dan mengucapkan terima kasih berulang kali. Aku jadi tidak sabar memberikannya kado ucapan selamat ulang tahun dari Calum padanya.
***
"Bye, Summer," Gwen melambai kearahku dan aku juga melambai kearahnya. Aku berjalan ke arah mobil yang sedang terparkir disebrang jalan. Calum sudah memberitahukan letak ia memarkir mobilnya jadi aku sudah tau.
"Halo," sapa Calum saat aku masuk kedalam mobil.
"Gwen ngajak aku ke event yang ada bandmu," Calum menaikkan satu alisnya. "Dan aku ikut,"
"Ya bagus," ucap Calum.
"Jangan berani-berani terlihat seperti mengenalku ya, aku ingin membuatkan Gwen kejutan saat ulang tahunnya nanti soalnya," Calum mengangguk cepat "EH EH INI KAN BUKAN JALAN KE APARTEMENKU? KITA MAU KEMANA?" pekikku saat melewati belokan menuju apartemenku.
"Kamu ikut kita jalan-jalan disini, okay?" Namanya juga artis pasti ngadepin sesuatu santai. Seperti sekarang ia santai mengajakku jalan-jalan.
"Kita? Kamu sama bandmu? Kenapa aku sih? Aku harus jaga perpustakaan," aku mendengus keras pada Calum. Sungguh, Calum itu menyebalkan.
"Nanti aku yang bayar shift mu di perpustakaan, okay? Sekarang tenang, kita jemput mereka di basecamp dulu," aku merasa seperti diculik. Ya meskipun diculik oleh artis jadi aku tetap merasa takut. Disatu sisi, aku ingin sekali menelpon Gwen dan menyuruhnya ke tempatku sekarang. Tapi, aku ingat untuk memberi tahunya saat ulang tahunnya nanti.
Calum memarkir mobilnya didepan basecamp. Ia menyuruhku keluar dan bersama-sama masuk ke dalam basecamp, "Oh Calum, kamu lama sekali," ucap Ashton--ya aku sudah bisa mengingatnya.
"Maaf, aku jemput Summer dulu" aku tersenyum kikuk pada mereka. Bisa bayangkan kalian berdiri didepan 3 laki-laki dan satu bodyguardnya dan Calum bilang ia menjemputku terlebih dahulu.
"Oh Summer," Michael--aku sudah bisa mengingatnya juga--merangkulku sambil tersenyum senang. Entahlah apa yang terjadi diantara mereka. "Luke, ingat kan apa yang kau bilang kemarin? Minta maaf! Sekarang!" Yang dipanggil Luke itu memutar mata lalu berjalan ke arahku.
"Maaf kemarin aku sassy banget," ia mengulurkan tangannya padaku--mengajakku bersalaman.
"Okay tidak apa, aku juga minta maaf," kami pun bersalaman. Sebenarnya orang yang dipanggil Luke itu memiliki wajah yang manis. Ditambah dengan lesung pipinya yang akan terlihag setiap dia berbicara. Seperti Ashton.
"Summer!" Teriak Calum dari salah satu kamar, "kesini sebentar,"
"Calum berada di kamar itu, nanti kamu masuk aja," aku mengangguk lalu menghampiri Calum. Dia sedang bersandar dengan satu tangan di lemari.
"Ini bajuku, kamu cari baju yang menurutmu pas. Kita harus pergi dan kamu harus ganti seragammu, 10 menit Summer," aku yang melihatnya hanya terbengong-bengong. Seorang Calum bossy Hood menyuruhku memilih bajunya untuk kupakai?
Kubuka lemarinya, dan semua baju laki-laki. Dan aku harus mengganti seragamku. Aku mengambil kaus asal dan memakainya, tanpa mengganti rok sekolahku.
Setelah selesai, aku keluar dari kamar itu menuju ke ruang tamu.
"Sudah?" Aku mengangguk. Michael-Luke-Ashton langsung menuju ke mobil dan Calum tiba-tiba saja menggandeng tanganku. Aku sempat terlonjak kaget, cepat-cepat kuredamkan kekagetanku.
"We have a long journey, Summer Houghlas with freakin' boys" Ucap Ashton yang sudah siap dibalik kemudi. Kami pun berangkat...
To be continued...
Perjalanannya mereka di chapter selanjutnya:-)
KAMU SEDANG MEMBACA
Poprock Star : Calum Hood
Hayran KurguBukan fans tapi hokinya ga ketulungan. ... Summer Houghlas; gadis yang pandai untuk tutup mulut namun sayang ia tak pandai untuk menutupi perasaannya. The last one, ia juga pandai menutupi luka.
