Besoknya Calum udah stay didepan lobby apartemenku. Dengan cepat, aku masuk kedalam mobilnya dan memakai seatbeltnya, "Pagi lil sist." Sapanya kemudian.
"Udah buru jalan, ntar aku telat." Dia terkekeh lalu melajukan mobilnya dengan kecepatan standar.
"Nanti aku jemput." Katanya tiba-tiba.
"Gausah kali." Aku memasangkan tampang nyolot padanya. Tapi mau bagaimana pun, aku tetap merasa tidak enak pada Calum jika terus-terusan mengantar jemputku.
"Mau pulang bareng siapa? Mobil dibengkel, duit jajan abis lagian." Aku dia tidak merespon. Yang Calum bilang benar. Tidak ada uang, pulang dengan apa? "Mulai besok, aku antar-jemput kamu ya."
"Eh jangannnn, ngerepotin entar." Calum menggeleng. Dia emang menang dalam urusan debat, gatau kenapa aku selalu kalah.
"Nurut sekali bisa ga sih?"
"Ya." Jawabku cepat, "Jam 2." Teriakku saat mobilnya berhenti didepan gerbang sekolah. Ia mengangguk lalu tersenyum lebar.
Aku masuk ke area sekolah dengan senyuman yang tak kunjung hilang dari bibirku. Seorang Calum Hood akan menjadi supirku mulai besok. Dan itu sangat membahagiakan.
"Senyum mulu Sam." Kata Bella teman sekelasku juga.
"Iya nih, lagi seneng." Kataku sambil terkekeh diakhir.
"Jatuh cinta?" Tanyanya lagi.
Oh iya? Apa aku jatuh cinta sama tua bangka itu ya?
"Bel, ciri-ciri orang jatuh cinta gimana sih?" Tanyaku balik.
"Ehmmm, suka senyam senyum sendiri, doyan dideketnya dia, terus selalu mikirin dia, suka baper dengan tingkahnya dia." Aku diam tak merespon, masalahnya ciri-ciri yang Bella sebutkan tadi ada pada aku semua.
'Bel, kalo misalnya nih ya. Ada cowo yang nawarin diri buat antar-jemput kamu. Terus kamu kaya bahagia gitu, itu kenapa ya?" Bella berpikir sebentar. Kuharap jawabannya dia adalah, 'tandanya kamu gila Sam' atau 'saraf bahagiamu lagi rusak Sam' dan 'mungkin karena uang jajanmu ga habis buat beli bensin'. Tapi sayang bukan itu yang aku dapatkan, tapi....
"Itu tandanya kamu jatuh cinta sama dia, Sam."
.
.
.
.
.
Gausah baper, gausah baper, gausah baper. Aku merutuki diriku untuk mengucapkan kalimat itu berulang-ulang. Ucapan Bella tadi, jadi sangat terpikirkan olehku. Masa iya aku jatuh cinta sama tua bangka itu?
Gamungkin kan? Iyain aja.
Aku masuk kedalam mobil sang penjemputku dari neraka aka sekolah. Dia pake baju serba item sama jaket item kaya orang ngelayat, "Habis darimana?" Tanyaku.
"Reuni bentar." Aku hanya membalasnya dengan kata-'oh' saja. Lalu menyenderkan kepalaku pada jok mobil.
"Udah ngurangin rokok?" Tanyaku saat melihat kotak rokok di dashboard mobilnya.
"Ga bisa, susah." Kata Calum dengan nada pasrah.
"Pake solusi apa yang bagus ya?" Aku berpikir sedangkan Calum hanya cekikikan melihatku, "Kenapa?"
"Peduli bener sih." Ia menarik hidungku pelan. Jangan baper, jangan baper, jangan baper. Sumpahku dalam hati.
"Peduli lah, karena merokok tidak baik." Kuucapkan kalimat itu dengan nada humorku agar aku terlihat stay cool.
Calum hanya manggut-manggut lalu diam. Sebenarnya aku penasaran sekali dengan apa yang ada dipikiran Calum. Seperti sekarang, apa yang ia pikirkan selain fokus pada jalan?
"Cal, pernah jatuh cinta?" Aku langsung kaget saat sadar apa yang aku katakan barusan. Dan terus-terusan mengucapkan kalimat anjing didalam hati untuk mengolok diriku sendiri. Bodoh? Iya banget.
"Pernah, malah sekarang lagi ngerasain." Jangan kepo, jangan kepo, jangan kepo. Runtukku dalam hati. "Emang kenapa?"
"Itu anu, ya itu maksudnya kayaknya aku lagi ngerasain."
Anjing, jawabannya ngawur bener.
"Wah sama siapa?" Tanya Calum excited.
"Sama cogan bocah pastinya, bukan sama tua bangka." Aku langsung tertawa saat mengucapkannya. Calum hanya mendengus.
"Wah awas aja sampe suka sama aku, awas loh." Ancamnya.
"Yah jangan gitu dong, jangan sampe elahh nanti masa aku pertama kali pacaran sama om-om." Calum ngakak tiba-tiba. Ketawanya lucu sampe matanya ga keliatan, sipit gitu.
"Lah kamu belum pernah pacaran Sam?" Katanya sambil tertawa. Mukanya gemesin anjing.
"Belum, om. Ketawain aja dah om." Aku memberengut kesal dan Calum masih terus-terusan tertawa. Aku jadi malas dengannya, tertawanya sangat tidak bisa dikontrol.
Tiba-tiba aku teringat dia.
"Cal jaketku mana ya?" Calum langsung memasang wajah serius.
"Jujur, aku lupa taruh dimana hehe nanti aku ganti ya." Aku terdiam. Jaketnya sudah hilang? Tiba tiba saja air mataku mengalir dengan santainya. Calum yang melihat langsung menepikan mobilnya di pinggir jalan, "Loh kok nangis sih? Jangan nangis dong. Nanti aku ganti kok." Calum memasang wajah paniknya sambil menyerahkan tisu padaku.
"Tau ga sih? Sebenernya itu jaket banyak kenangan. Dan kamu ngilangin gitu aja." Kataku sambil tersedu.
"Yahhh maaf. Aduh gimana ya, nanti aku coba cari deh. Maaf Sam maaf." Calum terus-terusan mencoba menenangkanku dan lama-kelamaan aku merasa tenang.
Tiba-tiba saja aku merindukannya...
***
Setelah Calum mengantarkanku pulang, ia balik lagi ke apartemen dan memberikanku sebucket bunga mawar. Disana bertuliskan, 'Rose are red, sky are blue. Don't show me your tears, because it's fucking hurts. - calum, ugly poem.
Dan sekarang aku baper lagi.
Sepertinya ucapan Bella tadi siang ada benarnya. Aku sedang jatuh cinta. Dan bodohnya aku cinta pada om-om tua bangka yang perokok candu tapi ganteng seperti Calum.
Jika aku pacaran dengan Calum, mama membolehkan tidak ya?
Cepat-cepat kutelpon Gwen untuk menceritakan keluh kesahku, "Halo?"
"OH MY GOD SUMMER, I MISS YOUUUUU AND YOU SHOULD RETELL ABOUT YOU MET MICHAEL FROM 5SOS!" Pekiknya.
"Dia hanya mampir Gwen, tidak lebih. Lagian aku ingin bercerita tentang seseorang." Ucapku sambil tersenyum. Lihat, baru membayangkan wajahnya sudah membuatku tersenyum.
"Okay, silahkan cerita."
"Kayaknya aku lagi jatuh cinta deh, Gwen."
Aku langsung bersiap menjauhkan ponselku dari telinga, "OH MY FUCKING GOD, FINALLY YOU FALLIN' LOVE AGAIN. FOR GOD SAKE WHO THE HELL STOLE YOUR HEART BABE?"
Calum. Your fucking favorite fucking member fucking of 5SOS.
"Temen, baru kenal sih."
"Pokoknya aku pulang langsung tunjukin orangnya ya."
Mati kan?
Bahaya anjing.
"Okay. nanti aku ceritain lagi."
Setelah sambungan telponku kumatikan, pesan masuk langsung berada dideretan notifikasiku.
From : heyit'sme
Goodnight my lil sist. See u at 7 tommorow.
Kayaknya aku perlu mengganti nama contactnya deh.
Heyit'sme renamed to big bro.
To be continued...
KAMU SEDANG MEMBACA
Poprock Star : Calum Hood
FanfictionBukan fans tapi hokinya ga ketulungan. ... Summer Houghlas; gadis yang pandai untuk tutup mulut namun sayang ia tak pandai untuk menutupi perasaannya. The last one, ia juga pandai menutupi luka.
