6(b)

2.2K 325 0
                                        

"Mikawl, nama yang lucu". Kini Calum yang berbicara, "kau memberi nama apa untukku?". Aku langsung menggerakkan layar ponselku ke nomor ponsel Calum, "Heyitsme? Maksudnya?".

"Aku bingung memberikan nama yang cocok untukmu". Aku hanya menyengir padanya, ia mendengus.

"Ganti saja menjadi Calum, gitu saja repot". Aku mendengus, jika aku mengganti menjadi Calum, lalu Gwen melihat, apa yang harus kukatakan, "Maaf aku lupa soal temanmu".

Kami pun terlarut dalam suasana yang sepi ditambah dengan dentingan sendok menabrak piring. Jika Gwen tahu aku sedang makan bersama idolanya, apa yang akan ia lakukan?

"Sam". Panggil Calum, "Apa kamu bercerita tentang kita, uh, maksudku kami pada Gwen?".

Aku menggeleng.

"Maaf aku belum bisa mengembalikan jaketmu". Ya, jaketku masih ada di Calum. Ia belum mengembalikannya sampai sekarang.

"Ya for a reason, aku coba mengerti".

***

Sesampainya di basecamp, aku langsung pulang dengan mobilku. Kau tahu, temannya yang berpiercing itu memang tidak menyukaiku. Atau memang ia sedang pms?

Aku menjatuhkan tubuhku diatas kasur, hari ini melelahkan sekaligus menyenangkan. Ponselku tiba-tiba saja bergetar, aku merogoh tas dimana aku meletakkan ponselku.

From : Heyitsme

Besok ke basecamp, ada hal yang ingin kuberitahu.

Seperti biasa, aku tidak membalas pesannya. Karena jika aku menjawab 'iya' takutnya aku tidak bisa datang. Dan jika aku menjawab 'tidak' aku takut menyesal.

¤ Calum point of view ¤

Sudah 20 menit, Summer belum menjawab pesanku. Padahal aku sangat ingin tahu jawabannya, ia ingin datang atau tidak. Beberapa alasan aku selalu ingin berada disampingnya, ia semacam orang yang bisa kupercaya disini selain Dave-bodyguard kami.

"Hey, apa yang kau pikirkan?". Aku langsung menunjukan chat room Summer kepada Ashton, "Jadi kau jatuh cinta padanya?".

"Tidak, dia hanya salah seorang yang kupercaya selain Dave disini". Ashton menggeleng seperti tak yakin, aku tau pasti ia tidak yakin.

"Kau berbohong, aku tau kau menyukainya. Bisa dilihat dari matamu". Aku menatapnya sinis, "Bilang saja padanya sebelum terlambat".

Aku langsung meninggalkan Ashton disertai jari tengah yang kutujukan padanya. Yah dia memang mengganggu seperti biasa.

Aku pergi ke salah satu toko buku sekedar melihat-lihat, baru saja aku turun dari mobil, sudah beberapa fans mengajakku berfoto bersama.

Setelah selesai sesi berfoto, aku masuk ke toko buku itu dan melihat-lihat buku yang sampulnya menarik. Tak ada satupun buku yang menarik perhatianku, namun ada salah satu buku yang menarik perhatianku.

Rain

Aku membaca isi buku itu, disana hanya berisikan baris-baris kata yang menyejukkan dan beberapanya menyayat hati. Aku langsung membeli buku itu dan membayarnya di kasir. Setelah itu, pergi dari toko itu sebelum banyak fans yang mengepungku.

Kusetir mobilku dengan kecepatan sedang, sebenarnya aku sangat malas pulang ke basecamp. Jadi aku ingin mencari udara segar daripad berdiam diri di kamar.

Aku membelokan mobilku ke arah apartemen Summer, entah kenapa aku ingin bertemu dirinya sekarang. Setelah sampai di apartemennya, aku langsung pergi ke lantai dimana kamar Summer berada.

Kuketuk pintunya dua kali, lalu menampilkan seseorang bertubuh mungil dan rambut yang ia ikat berantakan, "Hai," sapaku. Ia menoleh ke kanan dan kiri lalu menarikku masuk ke dalam apartemennya.

"Kamu ngapain kesini? Bahaya tau," Summer berdiri menatapku sambil berkacak pinggang, "Aku takut Gwen tahu,"

"Aku sekedar berkunjung saja, lagian aku bosan di basecamp. Uh, soal temanmu itu, kenapa kau tidak bilang sejujurnya?" Ia diam sebentar lalu menyuruhku duduk.

"Aku ingin memberikan ia sebuah kejutan, ia terlalu banyak menolongku," kuakui Summer sebagai sahabat yang benar-benar baik. "Kau ingat video yang waktu itu kan? Bulan depan akan kuberikan padanya tepat hari ulang tahunnya,"

Aku hanya mengangguk, "Ingin kubantu? Kutau dia sangat menyukaiku,"

Summer menatap lebar kearahku, ya setidaknya membuat orang tersenyum akan mendapat pahala, "Sungguh?" Aku mengangguk.

"Ingin dibantu apa?" Tanyaku.

"Datanglah kerumahnya saat ulang tahunnya nanti, itu sangat membantuku,"

Aku mengangguk sekali lagi, "itu terlalu mudah, jangan khawatir," ia tersenyum sangat lebar dan seperti ingin menangis. Perempuan memang mudah terharu.

"Oh iya Cal, katanya kamu ingin memberitahuku sesuatu, terus apa?" Aku langsung teringat pesan yang kukirim untuk Summer.

"Itu..aku ingin mengajakmu dan temanmu itu saat rehearsal untuk tour-ku nanti. Ya sekalian membantu," Summer menatapku dengan berbinar-binar. Entahlah dia seperti kaget saat mendengar ucapanku barusan.

"Ya Tuhan, kamu sangat-sangat membantuku Calum. Entahlah aku tidak tau cara berterima kasih padamu sungguh," aku tersenyum tipis. Entah mengapa senyuman Summer selalu ingin membuatku tersenyum juga.

"Santailah sedikit, jika aku jadi temanmu itu. Aku sangat bersyukur mempunyai sahabat sepertimu," ia tersenyum lagi kali ini, dan itu membuat aku juga ingin tersenyum.

To be continued..

Poprock Star : Calum HoodCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang