Chapter 24

4.7K 328 43
                                        

"Hai Seung-ah."

Benarkah mata ini tak menipuku?
Benarkah telinga ini tak membohongiku?
Benarkah dia kini ada di hadapanku?
Benarkah dia kini tersenyum padaku?
Benarkah dia baby doll-ku?

Kulangkahkan kakiku mendekatinya. Kuarahkan tanganku ke wajahnya. Kubelai lembut pipinya. Kupastikan bahwa dia memang benar ada di sini, bersamaku. Kupastikan bahwa dia bukan lagi bayangan dan mimpiku. Kupastikan bahwa wajah yg kusentuh ini, adalah benar wajah baby doll-ku.

Masih terheran-heran dengan kehadirannya di sini, aku tak mendengar suara salah satu staf memanggil namaku, sampai kurasakan tepukan di bahuku. Kulepaskan tanganku dari wajah jeonghan dan kulihat manajer minhyun sudah ada di sampingku.

"Mmh..maaf, tapi bisakah kita segera mulai pemotretannya?"

"Pasti. Saya baru saja melihat lebih dekat wajah model saya ini, untuk mencari ekspresi yg cocok untuk konsep pemotretan kali ini. Bisakah anda tidak mengganggu pekerjaan saya?"

"Maaf. Saya tidak tahu jika anda sedang melakukan bagian dari pekerjaan anda. Saya juga hanya sedang melakukan tugas saya di sini sebagai manajernya, memastikan agar dia tidak disentuh sembarangan. Anda bisa melihat bahwa model Yoon memiliki wajah cantik. Jadi banyak fotografer yg memanfaatkan kesempatan untuk berusaha menyentuhnya. Saya tak ingin beberapa kejadian itu terulang lagi. Jadi, saya mohon anda dapat memaklumi apa yg saya lakukan ini. Baiklah, anda bisa melanjutkan pekerjaan anda. Sekali lagi maaf."

Aku melihat kembali ke arah baby doll dan senyum seringaiannya itu kembali lagi terlihat. Apa yg ada di dalam kepalanya itu? Mengapa dia memperlihatkan ekspresi seperti itu?Kudorong bahu jeonghan hingga kini posisinya terlentang di atas tempat tidur. Kuatur selimut yg menutupi tubuhnya agar terlihat lebih menarik di kamera. Tunggu, aku juga harus mengatur posisi bantal di samping kepalanya.

Aku berada di samping kanan tempat tidur, dan bantal itu terletak di samping kiri tempat tidur. Mempersingkat waktu, aku mengambil bantal itu dengan mengarahkan tubuhku melewati tubuh jeonghan. Tak sengaja dadaku menyentuh dadanya, dan kudengar dia berbisik di telingaku, "Benarkah belaian tadi hanya untuk memastikan ekspresi yg cocok untukku? Benarkah belaian tadi bukan alasan untuk menyentuh wajahku, seung-ah?"

Cepat-cepat kuambil bantal di samping kiri kepala jeonghan dan kuletakkan di sisi kanan kepalanya. Tak kujawab pertanyaannya. Aku takut jika aku salah menjawabnya, maka baby doll akan tiba-tiba hilang dari hadapanku, sama seperti yg terjadi pada baby doll yg menghiasi mimpi-mimpi di malam hariku.

"Konsep hari ini adalah 'Deadly Angel'. Ekspresi sosok malaikat yg innocent tapi sebenarnya dia adalah sosok iblis yg ingin menjerumuskan partnernya ke kegelapan. Aku mau ekspresi seksi, seakan-akan kamu ingin mengajak partnermu untuk naik ke atas tempat tidur ini bersamamu dan setelah itu kamu akan mencampakkannya. Bisakah aku mendapatkan itu darimu model yoon?"

"Kamu tau benar bahwa itu adalah keahlianku."

Mungkin bagi orang lain yg mendengarkan ucapannya, akan menganggap bahwa itu adalah ucapan seorang model profesional. Tapi aku tau betul apa maksud sebenarnya dari ucapan itu. Maaf baby doll. Bukan itu yg kumaksud. Aku hanya menjalankan pekerjaanku. Aku tak bermaksud untuk mengungkit masa lalumu.

Melihat ekspresi bersalahku, tiba-tiba baby doll tersenyum. "Maaf Mr.photographer, aku tak bermaksud membuatmu tak nyaman. Tapi percayalah padaku, kamu bisa mengandalkanku untuk mendapatkan ekspresi itu dari wajahku."

Kubalas senyumannya. Terima kasih baby doll. Kamu tak pernah berubah. Kamu selalu tau saat-saat aku merasa bersalah dan bagaimana menenangkanku.

Kulanjutkan proses pemotretannya. Setiap dia menatap ke kameraku, dia seakan-akan menatap langsung ke mataku. Setiap ekspresi yg dia keluarkan, benar-benar seperti ingin mengajakku untuk naik ke atas tempat tidur itu bersamanya. Ya Tuhan, apa yg sedang kupikirkan ini?

Walaupun jeonghan adalah model baru, tapi dia adalah sosok model yg profesional. Terlihat di setiap ekspresi wajahnya yg benar-benar menggambarkan sosok malaikat yg mematikan. Dia lebih dari sekedar seksi. Matanya seakan-akan berbicara. Tak perlu waktu lama untuk mendapatkan gambar yg kuinginkan. Dengan sedikit merubah posisi tubuhnya, serta sedikit merubah posisi bantal dan selimut di tempat tidur, sudah cukup banyak gambar yg kuambil.

Pemotretan sesi kedua siap dimulai. Kali ini berada di dalam ruang studio. Dengan konsep yg sama, kali ini kulihat jeonghan memakai sweater hitam besar dan celana pendek warna hitam yg hanya menutupi separuh pahanya. Ada apa dengan dia dan celana pendek? Celana itu terlalu pendek untuknya.

Di kakinya, dia mengenakan kaos kaki putih yg besar dan panjang menutupi separuh betisnya. Rambutnya yg terurai ditutup dengan topi fedora merah. Di tangannya ada bunga mawar merah.
Kudekati dia dan kujelaskan konsep yg kedua ini padanya.

"Konsep tetap sama 'Deadly Angel'. Kali ini kamu adalah malaikat yg mengajak partnermu untuk mendekatimu dan kamu ingin partnermu itu menyentuh bunga mawarmu ini. Karena bunga mawar ini beracun, maka ekspresi yg akan kamu tunjukkan adalah ekspresi ingin membunuh pelan-pelan partnermu."

Dia mengangguk. Saat kurapikan rambutnya dan kuatur posisi topinya, aku mendengar bisikannya, "Aku merindukanmu seung-ah." Kurasakan tangannya memegang erat bajuku di bagian depan. Aku juga sangat merindukanmu baby doll. Kulepaskan tangannya dari bajuku, dan kuremas lembut tangannya. Aku masih belum tau bagaimana menanggapinya. Maafkan aku baby doll.

Pemotretan yg kedua juga berjalan dengan lancar. Aku seakan-akan terbenam di setiap ekspresi wajahnya. Dia benar-benar model yg profesional. Tak salah jika dia disebut sebagai model pendatang baru yg sedang naik daun.

Kurasa cukup dengan semua gambar yg kuambil, aku mengumumkan bahwa pemotretan hari itu sudah selesai. Para staf bersorak kegirangan. Mungkin mereka sudah terlalu lelah. Pemotretan 2 hari berturut-turut memang sangat menguras tenaga.

Semua peralatan telah diletakkan kembali pada tempatnya, mulai dari lighting, tripod, background, backdrop, dan properti tempat tidur di luar tadi telah dimasukkan ke dalam studio.

Aku masih berkutat dengan monitorku. Aku masih memilih dan memilah foto yg layak dipublikasikan dan yg tidak. Aku berpikir, mungkin aku akan lembur untuk sekalian mengedit foto hari ini. Para staf sudah berpamitan satu demi satu. Manajer minhyun juga sudah berpamitan denganku. Tapi aku tidak melihat sosok baby doll. Mungkin dia langsung pulang karena sakit hati. Seharian ini aku seperti tak menganggapnya ada. Bukan itu maksudku baby doll. Aku hanya benar-benar terkejut melihatmu tiba-tiba muncul di hadapanku. Aku berjanji, jika besok kamu masih ada di jepang, aku akan membuat janji untuk bertemu denganmu.

Beberapa lampu di studio telah dimatikan. Semua staf telah pulang. Setelah memilih beberapa foto yg kuanggap paling bagus, aku menuju ke kantor untuk melakukan proses pengeditan.

Terlalu fokus dengan laptopku, aku tak mendengar suara pintu kantorku yg terbuka. Kurasakan sepasang lengan melingkar di leherku dan memelukku dari belakang. Dari aroma tubuhnya, walaupun sudah setahun ini aku tak menciumnya, tapi tanpa menolehpun aku tau bahwa sosok itu adalah baby doll-ku.
"Baby doll."

End of Chapter 24

BEST FRIEND? - PrivateTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang