Happy Reading.... 📒📒📒
______________________________________
Brakkk.
Saking buru-burunya tak memperhatikan jalan di depan membuatku menabrak seseorang.
"Maaf...maaf...maaf yach aku gak sengaja." ucapku sambil memunguti beberapa buku dan kertas yang jatuh berhamburan di lantai. Bukan hanya punyaku saja tapi milik orang yang ku tabrak juga.
"Tidak apa-apa lagian ini salah ku juga yang tidak memperhatikan sekitar." suara itu sepertinya aku pernah mendengarnya tapi entah dimana aku sudah lupa. Orang yang ku tabrak tadi juga ikutan memunguti barang kami yang jatuh.
"Nisya" Panggil Dryani dan There serempak hingga aku menoleh kearah mereka berdua.
"Kamu tuch yach dari tadi di panggilin malah jalan terus." Ucap Dryani yang ngos-ngosan karena mengejarku mungkin.
"Maaf, aku lagi buru-buru mau ngantar ini ke Pak Desta di ruangannya takutnya dia mau keluar." ucapku sambil menunjukkan barang yang sedang ku pungut.
"Justru itu kita manggil kamu."
Dahiku mengerut tak mengerti dengan ucapan Dryani."Pak Destanya keluar kota dan baliknya dua hari lagi jadi dia titip pesan kalau soft filenya kirim ke email saja."
"Kenapa baru bilang sekarang sich?" Aku sedikit kesal karena sudah berlarian dari kost sampai ke kantor fakultas hanya untuk mengantar berkas tapi orangnya keluar kota.
"Hey, kita udah teriakan manggil nama kamu, udah telvon tapi gak kamu angkat."
"Masak sich?"
"Menurut kamu?"
"Hehehe... Maaf yach." sepertinya kedua temanku ini kesal padaku karena mereka juga ikutan lari ngejar aku padahal mereka pakai sepatu yang ada hak nya meskipun gak terlalu tinggi sich. Tapi lain ceritanya kalau dipakai buat berlarian.
"Nisya kamu lagi sama siapa itu?" Tunjuk Dryani yang ku pikir mungkin sama orang yang ku tabrak tadi.
"Owh dia orang yang ku tabrak..." ucapanku terhenti saat baru menyadari siapa yang ku tabrak tadi.
ANDREAN.
Mataku membelalak ketika menyadari dia adalah Andrean suamiku. Sepertinya dia juga kelihatan kaget sama seperti ku namun secepat kilat dia sudah merubah ekspresi wajahnya.
"Ndre, kamu kenapa?" Ucapan seseorang langsung menyadarkanku dari keterkejutan tadi.
"Aku juga gak tahu mungkin junior kita." Ku lihat dia tersenyum kepada cewe yang bertanya barusan.
Baru saja aku mau mengatakan sesuatu namun sudah di potong oleh cewe tersebut.
"Kalau gitu kita pergi yuk." ucapnya sambil menggandeng andrean lalu berlalu pergi. Dia menggandeng suamiku didepan mataku. Oh shit, ingin rasanya aku menarik tangan cewe itu namun ku urungkan karena tak mungkin aku melanggar perjanjian yang sudah dibuat dengan Andrean.
"Nis, itu kan Andrean." ucap There padaku.
"Aku gak salah lihat kan? Andrean gandengan didepan kamu Nis." terlihat emosi di wajah Dryani.
Melihat mimik mereka berdua mengingatkan ku saat aku menceritakan mengenai pernikahanku yang mendadak. Apa lagi saat mereka tahu kalau yang menikah dengan ku tak lain Andrean, cowo yang ku idolakan sejak dulu.
***
Kelas kami baru saja selesai sehingga aku, There dan Dryani memutuskan untuk makan siang di cafe kantin saja. Kami sudah memesan makan dan minuman lalu mencari tempat yang kosong. Terlihat tempat duduk di pojok sepertinya tak ada yang menempati. Baru saja kami mau duduk namun seseorang langsung duduk duluan.

KAMU SEDANG MEMBACA
Journey of Love
RomanceAku sadar kalau hubungan kami dibangun tanpa dasar CINTA. Dia mencintai orang lain, lalu bagaimana denganku ??? Aku juga ingin dicintai dan mencintai namun kenapa rasanya takdir mempermainkanku.