(PERINGATAN !!!, TIDAK UNTUK DITIRU YA ...TERUTAMA DIBAWAH 21TH, INGAT TANGGUNG JAWAB TERHADAP DIRI SENDIRI)
"Ladies and Gantlemans, sebentar lagi waktu akan menunjukan tepat pukul 00.00 WIB , semua mari kita siap siap menyambut pergantian tahun!"
Semarak suara tiupan terompet memenuhi ballroom discotheque memekakan telinga dengan suara yang tidak beraturan namun tak urung membuat orang-orang yang hadir ditempat itu pergi meninggalkan namun malah sebaliknya, semua semakin bergairah penuh semangat untuk menyambut puncak pergantian tahun dengan penuh suka cita yang diisi dengan pesta besar penuh dengan aroma rokok, alkohol dan orang-orang yang menggila di lantai dansa entah karena dikuasai alkohol atau obat-obatan terlarang. Begitu padat dan panas.
"Semua mari sama-sama kita hitung mundur!"
Teriakan peningkat semangat membuat suasana semakin panas ditambah musik yang semakin menghentak-hentak.
"SEPULUH!"
"SEMBILAN!"
"DELAPAN!"
"TUJUH!"
"ENAM!"
"LIMA!"
"EMPAT!"
"TIGA!"
"DUA!"
"SATU!!!!"
"HAPPY NEW YEARRRR!!!!!"
Suara terompet, peluit, saut menyahut tiada henti sangat kacau dan panas membakar gairah seluruh jiwa yang haus dan lapar menjerit meminta kepuasan sesaat.
Begitu pula dengan sosok gadis yang terus menari , melompat , berputar-putar kehilangan arah dengan minuman beralkohol disalah satu tangan, bibirnya meneriakan seruan penuh semangat tidak terarah, tubuh penuh dengan peluh oleh karena suhu ruangan yang terasa sangat panas, tubuhnya dibalut pakaian yang sangat minim, transparan dan kurang bahan membuat gadis itu diapit oleh para kaum adam pencari keuntungan untuk memuaskan nafsu seksnya, namun gadis itu tidak perduli dengan semua itu.
Tubuhnya yang sexy dijamah-jamah bahkan ada yang berani memeluk dan medaratkan kecupan pada bagian tubuh gadis itu dengan tidak senonoh. Namun dia tetap tidak perduli. Karena bagi dia hanya tempat ini yang bisa menerimanya. Tempat berkumpulnya orang-orang berdosa dan kotor sepertinya.
Bukankah pelacur masih jauh lebih baik darinya?!...
Tawa gadis itu lepas ketika seorang pria dengan lancang meremas pantatnya, seseorang lagi menghisap leher dengan sebelah tangan meremas payudara.
Bibirnya tersenyum diselingi tawa dan desahan, namun tidak seorangpun ditempat itu menyadari hatinya yang terasa hampa, kosong dan mati, dia tidak lagi dapat merasakan apapun. Kemarahan , kesedihan, kekecewaan , Tertekan, Intimidasi sudah terlalu menguasai dan membunuhnya secara perlahan namun pasti, melumpuhkan kesadaran yang masih tersisa. Tawa lepas terus meluncur dari bibir yang dipoles merah menyala, membiarkan tubuhnya di dorong semakin kesudut ruangan oleh sebagian pria yang sudah gelap mata dikuasai nafsu birahi menjerit minta untuk dipuaskan saat itu juga.
Satu persatu pria itu menjamah dan menyatukan tubuh dengan gadis itu tanpa malu dan kehilangan kesadaran akan situasi sekitar yang masih ditempat umum.
Hingga entah keberapa pria yang menyetubuhinya, muncul kegaduhan. Suara hantaman jeritan memekakan telinga, desisan kesakitan akibat pukulan mulai menarik kesadaran beberapa pria dan wanita yang masih dikuasai kabut nafsu.
Sentakan keras menarik tubuh seorang pria yang masih penuh semangat menyetubuhi gadis itu disusul suara pukulan dan umpatan, namun gadis itu tetap tidak perduli. Tubuh gadis itu tergolek lemas dilantai dengan pakaian yang sudah tidak berbentuk lagi, dengan bibir terus tersenyum dan tertawa namun matanya kosong.
KAMU SEDANG MEMBACA
Beloved ( Completed | Selesai )
ChickLitDia tidak pernah tahu siapa ayahnya. Dia ditolak oleh ibunya sejak masih didalam kandungan. Dia tidak pernah merasakan pelukan dari orang yang dikasihinya. Kesuciannya direnggut paksa oleh orang yang dia anggap kekasih. kerja keras, dugem dan minum...
