In Quietness and in Confidence shall be your Strength.
"Ma........", Anggel menghampiri mommy Lily yang baru saja pulang dari rumah sebelah.
"Hmmmm...." Lily menghempaskan tubuhnya ke sofa untuk meregangkan otot-otot tubuh yang mulai tua. Seluruh badannya terasa begitu lelah setelah semalaman hingga sore keesokan hari menjaga dan merawat Merry. Semuanya dia lakukan dengan iklas dan tulus. Lily sungguh-sungguh menyayangi Merry, entah bagaimana dihatinya selalu timbul rasa sayang yang begitu besar terhadap gadis malang itu.
" Ma....bagaimana keadaannya?", anggel merebahkan kepala kebahu Lily dan menggenggam tangan mommy kesayangannya itu. Lily menghembuskan nafas dengan berat kemudian memejamkan mata merasakan perih yang merambat dihati dan batinnya.
" Mommy tidak tahu sayang, Merry dari semalam hanya diam saja tanpa ekspresi apapun, baru berapa menit yang lalu dia bisa tertidur. "
" Bagaimana dengan kakakmu ?", ingatan Lily kembali melayang pada kejadian tadi malam dimana Daniel dengan wajah yang penuh luka dan air mata menghampirinya kemudian memeluk erat dan hanya bisa berbisik lirih memohon pada mommy untuk menolong Luke dan Merry.
" Mom....tolong kakak mom....tolong Merry juga Mom....."
Pada mulanya Lilly bingung dengan perkataan Daniel namun setelah melepas pelukan Daniel dan melangkah ke rumah Merry, jantungnya hampir saja terlepas ketika menyaksikan Merry duduk bersandar didalam bathup tanpa sehelai benangpun menutupi tubuhnya.
Mata Merry terbuka namun kosong, sekosong jiwanya sedangkan Luke sedang berusaha memandikan Merry sendirian.
Melihat apa yang terjadi membuat Lily marah pada Luke karena apa yang dilakukan putra sulungnya itu sangat tidak pantas, Lily menarik bahu Luke seketika dari belakang hendak menampar untuk menyadarkan kelakuan Luke yang sudah termasuk pelecehan itu. Namun sekali lagi Lily dikejutkan oleh apa yang ada didepan matanya hingga tanggan yang sudah terangkat ke udara berhenti kemudian terkulai lemas.
Luke , putra sulungnya, putra kebanggaan yang begitu tenang, dewasa dan bijaksana, menampakan kepedihan yang hebat.
Keputusasaan begitu jelas tergambar diwajah Luke, matanya menjeritkan luka yang begitu dalam dan sesuatu telah hancur tak bersisa.
Luke jatuh diatas kedua lututnya, kedua tangan Luke terulur merekuh kedua kaki Lily.
Dihadapan Lily, Luke runtuh hancur berkeping-keping. Dia menangis keras hingga tubuhnya tersentak-sentak gemetar dengan keras, dia berteriak menjeritkan perih yang tidak sanggup lagi dia tanggung, kedua tanggannya memeluk dan mencengkram kuat pakaian Lily hingga terasa sakit hingga hampir roboh, tapi Lily bertahan, karena dia tahu, saat ini putranya membutuhkan dia untuk menjadi kuat lebih dari apapun untuk menjadi penopang.
"Kakak dari tadi belum keluar kamar mom." , memang Anggel masih belum tahu apa yang sebenarnya terjadi tadi malam, tapi melihat Daniel yang hanya duduk diam di ruang keluarga menatap kosong pada televisi mati , Luke yang pulang kerumah dini hari seperti mayat hidup buta, tuli dan bisu tidak menjawab apapun yang dia tanyakan, Mommy yang tidak pulang kerumah sejak semalam setelah pergi ke rumah Merry.
Maka diapun dapat menyimpulkan sendiri bahwa saat ini sesuatu menimpa Merry. Sebenarnya Anggel ingin menyusul ke sebelah, namun Daniel mencegah dengan mencengkram bahunya dan dengan suara yang begitu dingin melarang Anggel untuk keluar rumah.
"Jangan coba-coba kamu melangkahkan kakimu keluar dari rumah!"
Anggel yang selama ini meremehkan Daniel seketika merinding oleh karena begitu dingin dan keras ekspresi Daniel saat itu, hingga tanpa disadari dia ngucap maaf dengan suara mencicit takut.
Kini dia mengerti, Daniel tidak mau terjadi terjadi sesuatu yang buruk padanya. Anggel mengamati mommy Lily yang masih memejamkan mata, memangnya apa yang telah terjadi pada Merry sehingga kedua kakaknya jadi seperti itu semalam. Batinnya bertanya-tanya, namun dia enggan. Suasana rumah seperti diliputi aura kesedihan .
KAMU SEDANG MEMBACA
Beloved ( Completed | Selesai )
ChickLitDia tidak pernah tahu siapa ayahnya. Dia ditolak oleh ibunya sejak masih didalam kandungan. Dia tidak pernah merasakan pelukan dari orang yang dikasihinya. Kesuciannya direnggut paksa oleh orang yang dia anggap kekasih. kerja keras, dugem dan minum...
