My Wife

6.9K 346 4
                                        

The husbands, in like manner, dwelling with them, according to knowledge, as to a weaker vessel -- to the wife -- imparting honour, as also being heirs together of the grace of life, that your prayers be not hindered.

Setibanya Luke di kantor, Luke mendapatkan banyak sekali ucapan selamat dari teman-teman yang mengetahui pernikahannya melalui foto-foto di jejaring sosial yang terhubung dengan seluruh teman-teman kerjanya di Macau.

Begitu dia memasuki lantai tempat dimana ruangannya berada, sebuah confeti meletus ditambah taburan warna warni menghujani seluruh tubuh Luke.

"Ini dia pengantin barunya datang!" seruan dan sorakan meriah terus bersautan, satu persatu menghampiri dan mengucapkan selamat.

"Sir Luke menikah kok tidak undang-undang sih. sudah tidak tahan ya?" derai tawa membahana diseluruh lantai tersebut.

"hahaha, Maaf memang rencananya tiba-tiba, tidak lama lagi kalian akan saya undang ke resepsi pernikahan saya di sini. Tunggu saja undangannya." Ucap Luke penuh senyum dengan rona bahagia yang menguar .

"Tadinya saya kira Sir Luke akan menikah dengan Miss Regina , ternyata diam-diam Sir Luke sudah memiliki kekasih dari negara asal." Seloroh salah satu rekan kerja Luke yang jabatannya setingkat dengannya.

Luke hanya tersenyum simpul sambil melambaikan tangan kemudian melangkah kedalam ruangan kerjanya.

"Hei Luke cerita dong siapa gadis yang jadi istrimu itu?" sapa Peter salah seorang rekan kerja yang juga merupakan teman baik Luke mengikutinya masuk kemudian duduk dibangku depan meja kerja Luke.

Luke tertawa Lebar, "Istriku...dia cantik, dia baik, dia sexy, dia hot, she is awezome." Ungkap Luke dengan seringai lebar menghiasi wajah.

"WOW...bagaimana kalian bisa memutuskan menikah tiba-tiba sementara kamu selama tiga tahun disini tidak pernah terlihat menjalin hubungan dengan siapapun? Kecuali Regina yang begitu gencar mengejarmu." tanya Peter dengan senyum tidak sopan.

Luke mendesah lelah, dia sudah memperkirakan akan terjadi kehebohan tidak diperlukan disertai pertanyaan-pertanyaan semacan itu , namun tetap saja Luke berusaha memberikan jawaban seperlunya saja mengingat dia tidak ingin teman-temannya terlalu ikut campur dalam kehidupan pribadinya.

"Kami sudah berpacaran lama hanya saja sempat lost contact berapa saat karena ketidak sengajaan. Jadi kemarin ketika kami bertemu kembali secara kebetulan maka kami putuskan untuk menikah secepatnya agar tidak terpisahkan untuk selamanya." Jelas Luke singkat sambil menghempaskan tubuh kekursi kebesarannya sebagai salah satu jajaran Direksi.

"Ouch so sweet hahahaha. Oke cukup mengejutkan tapi...well selamat sekalilagi untuk pernikahannya." Ucap Peter sambil lalu kemudian pergi meninggalkan ruangan Luke.

Luke mendengus geli sebelum memulai pekerjaan yang tertunda selama cuti. Hingga tiba-tiba pintu ruangannya terbuka lebar disertai suara high heels yang beradu dengan marmer .

"Apa maksud semua ini Luke? bukankah kalian sudah lama putus hubungan. kenapa sekarang tiba-tiba kamu menikah dengan wanita murahan setengah gila itu!" Regina berdiri diambang pintu dengan waah pucat dan lingkaran gelap dikantung mata yang sembab.

"Jaga ucapanmu Regina. Namanya Merry dan dia sekarang ISTRIKU. Tolong hormati dan hargai dia sebagai istriku, wanita yang sangat aku cintai dan aku banggakan." hardik Luke dengan geram. Kedua mata biru Luke menatap tajam Regina penuh peringatan tak terkatakan.

"Sekali lagi aku mendengar kamu menghina istriku maka aku tidak akan pernah memaafkanmu. Sekarang kami adalah suami istri, jika kamu menghina dan menyakitinya maka kamu juga menghina dan menyakiti aku." kini Luke telah berdiri sepenuhnya dengan kedua tangannya mengepal menahan amarah yang berusaha bangkit.

Beloved ( Completed | Selesai )Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang