"He has made everyting beautiful in its time. Also He has set internity in their heart"
Ternyata mau nikah itu tidak mudah, apalagi kalau mendadak seperti ini.
Selama sisa tiga hari Luke di Indonesia, keduanya benar-benar fokus pada rencana pernikahan, dan hasilnya adalah mereka tidak bisa mendaftarkan pernikahan mereka tanpa adanya surat ijin menikah dari gereja dan wakil daerah. Alhasil semua rencana berubah.
"Jadi gini saja, aku akan pakai semua cutiku masih ada tiga minggu lagi. Besok aku pulang ke Macau sesuai rencana semula untuk ambil semua surat-suratku dan segala keperluan administrasi yang dibutuhkan untuk memenuhi persyaratan dari gereja dan catatan sipil , Kamu juga urus semuanya peryaratan dari pihak kamu termasuk untuk pengajuan Visa tinggal sementara, kamu jangan khawatir aku pasti siapkan surat penjamin dari perusahaanku, secepatnya aku balik kesini lagi mungkin lima hari lagi aku sudah balik. kita urus semuanya supaya diakhir bulan kita sudah resmi suami istri." jabar Luke panjang lebar dengan riang gembira di dalam restoran keluarga.
"Kamu gila ya Luke?" Merry menatap Luke dengan pandangan horor.
"Gila bagaimana sih kamu, aku serius ini. Pokoknya kamu siap-siap saja, sekalian packing semua barang yang mau kamu bawa ke Macau. Pemberkatan sekaligus catatan sipil kita lakukan di Indonesia. Baru setelah itu kamu ikut aku langsung ke Macau, nanti aku daftarkan pernikahan kita diMakau juga untuk ijin tinggal sementara kamu . Resepsinya nyusul ya cantik setelah uangnya terkumpul lagi. Kan biayanya lumayan besar untuk bolak balik ke sini sekalian bawa kamu ke sana. ya..." Luke merendahkan wajahnya untuk mengamati wajah Merry yang telah berubah menjadi pias.
"Lu-Luke sebaiknya kita tunda dulu saja ya pernikahan kita." Ucap Merry perlahan-lahan mencoba membuat Luke menyadari kekalutan yang melanda benaknya.
"Kenapa ditunda? Kamu jangan khawatir memang kedengarannya ribet tapi sebenarnya nggak ribet kok. ya...kamu tenang saja. rileks, santai, tenang. Tarik nafas perlahan, hembuskan perlahan. " Luke menggerak-gerakan kedua tangannya naik turun perlahan mengikuti tarikan dan hembusan nafas.
"Ta-tapi ...." Merry mencoba untuk tenang namun dia tidak bisa tenang. DIA PANIC.
"Stttt...sudah kamu tenangin diri dulu ya sweet heart. Sekarang kita ke studio foto ya untuk foto berdua. Disini salah satu peryaratannya kita harus menyerahkan foto kita berdampingan. " Luke merekuh Merry kedalam pelukan dengan salah satu tangan membawa kertas yang berisi peryaratan pemberkatan pernikahan yang baru saya mereka dapatkan setelah berkeliling kebeberapa gereja dan kantor catatan sipil.
"Luke aku pusing." Gumam Merry lirih.
Luke tersenyum hangat dan mengecup puncak kepala Merry lama sebelum mengurai pelukannya.
"Kita pasti bisa Merr. Ayo berjuang bersama ku. " Luke menatap Merry lembut dan dalam serat kasih dan cinta mendalam membuat Merry tak kuasa untuk tidak menganggukan kepala menuruti semua keinginan Luke.
Setelah itu Merry hanya bisa mengikuti kemana Luke mengajaknya pergi hingga Merry mau tidak mau mengajukan resign mendadak setelah didesak oleh Luke sebelumnya dengan alasan akan pindah ke Macau ikut suami. 'Nikah saja belum sudah mengundurkan diri dengan alasan ikut suami, apa kata teman-temanku nanti coba.' erang Merry dalam hati, pasrah dengan perubahan nasibnya.
____________________________
Kini fokus Merry hanya tertuju pada persiapan persyaratan untuk nikah. Walau dilanda berbagai macam kerepotan administratif namun tak dapat dipungkiri pula rasa bahagia itu berkembang semakin besar dan meluap-luap.
KAMU SEDANG MEMBACA
Beloved ( Completed | Selesai )
ChickLitDia tidak pernah tahu siapa ayahnya. Dia ditolak oleh ibunya sejak masih didalam kandungan. Dia tidak pernah merasakan pelukan dari orang yang dikasihinya. Kesuciannya direnggut paksa oleh orang yang dia anggap kekasih. kerja keras, dugem dan minum...
