EPILOQ

12.4K 469 73
                                        

YOU FEEL THAT YOU'RE LONELY
IT DOESN'T PROVE THAT YOU ARE ALONE
YOU FEEL THAT NOBODY WANTS YOU
IT DOESN'T MEAN THAT NO ONE CARES ABOUT YOU

LISTEN TO THE WORDS I SAY, THAT I WILL ALWAYS BY YOUR SIDE
YOU MEAN EVERYTHING TO ME, AND I WILL NEVER LEAVE YOU
CAUSE I LOVE YOU SO

IF YOU THINK THAT YOU'RE NOTHING
BEFORE ME YOU ARE SOMETHING BEAUTIFUL
YOU THINK THAT YOU CAN'T DO ANYTHING
BUT YOU CAN DO A LOT OF THINGS WITH ME

WHEN I SAY THAT I LOVE YOU, IT MEANS I GIVE THE BEST FOR YOU
WHEN I SAY THAT I LOVE YOU, I WILL GIVE EVERYTHING FOR YOU
NO MORE FEAR ABOUT THE FUTURE AND BLAME FOR THE PAST
I'LL GIVE EVERYTHING WHEN I SAY THAT I LOVE YOU

I WANT YOU TO KNOW THAT I DIED FOR YOU
I WANT YOU TO KNOW THAT I'LL GIVE ALL MY LIFE FOR YOU
WHEN I SAY THAT I LOVE... SAY THAT I LOVE YOU

WHEN I SAY THAT I LOVE YOU I REALLY DO

When I say that I love you - by Petra Sihombing

"Luke....Luke..." Merry mengguncang-guncang tubuh Luke.

"Hm.....kenapa sayang?" Luke menggumam ditengah-tengah tidur yang masih diawam-awam.

"Luke aku....." tiba-tiba Merry berlari ke kamar mandi memuntahkan isi perut yang telah kosong. pasalnya ini sudah ke empat kalinya Merry muntah untuk pagi ini.

Luke yangsamar-samar mendengar suara orang muntah pun mulai bangun dan berusaha mengumpulkan kesadarannya. Setelah sadar sepenuhnya Luke segera bangkit dan menyusul Merry ke kamar mandi.

"Kamu kenapa sayang?" Luke memijat tengkuk Merry perlahan sambil memegang rambut Merry menggantikan tangan Merry sebelumnya.

"Aku juga nggak tahu...huek...." Merry terengah-engah, "Sejak bangun tadi sampai sekarang muntah-muntah terus." Merry kembali memuntahkan cairan bening. 

"Kita kedokter ya." ajak Luke yang langsung dijawab oleh anggukan dari Merry.

Selama diluar negeri Merry memang jarang sakit tapi begitu sakit sering kali mengharuskannya menginap di rumah sakit, oleh karena itu begitu sakit sedikit Merry akan langsung memeriksakan ke dokter dari pada terlanjur parah.

Tanpa terasa pernikahan keduanya kini menginjak tahun ke lima dan masih belum dikaruniai seorang momongan, namun hal itu tidak membuat keduanya terpuruk malah sebaliknya mereka semakin mendekatkan diri dengan Tuhan, karena Tuhanlah sumber dari segalanya. Maka mereka tetap percaya apapun yang terjadi dalam kehidupan mereka Tuhan tetaplah baik dan selalu pegang kendali .

Setelah bersiap-siap Luke segera membawa Merry menuju rumah sakit terdekat dengan mengambil antrian dokter umum. 

"Mau aku belikan makanan atau minuman sembari menunggu giliran?" tanya Luke sambil mengusap sayang krpala Merry. 

Merry menggelengkan kepala, wajahnya sangat pucat. Seluruh tubuhnya lemas dan menahan mual sekuat tenaga, hingga akhirnya Luke yang tanggap segera mencari kantung muntah dibagian resepsionis perawat dan segera memberikan kepada Merry yang langsung muntah kembali namun tidak ada yang keluar.

Luke tidak tega melihat Merry yang begitu tersiksa hingga berinisiatif meminta dispensasi agar boleh masuk lebih dahulu dari pasien lainnya. 

Untunglah dokter dan pasien lainnya tidak keberatan melihat kondisi Merry yang siap pingsan setiap saat.

"kapan terakhir anda mendapatkan menstruasi ?" tanya dokter setelah beberapa langkah pemeriksaan . 

Merry mengerutkan kening berusaha mengingat-ingat, " Kalau tidak salah awal bulan lalu." jawab Merry.

Beloved ( Completed | Selesai )Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang