Masa lalu yang kembali 2

1.1K 36 1
                                        

Maaf buat yang komen di part sebelumnya, aku pengen bales tapi ada sedikit gangguan teknis jadi diganti dengan lanjutannya aja. Makasih dah mau baca, komen atau vote. Maaf juga kalo ada typo yang bertebaran di part ini !! ;)

Fadli mendekati Sahara dan berbisik, " ini mengenai ibumu, dia bukanlah ibu kandungmu. Jika kamu ingin tahu, kita bicara diluar." bisiknya.

Sahara tertegun, jelas dia tidak percaya. Tapi dia harus memastikannya, jadi dia memutuskan untuk menyetujui usulan Fadli.

Sahara mengenalkan Fadli pada mamanya, tapi dia seperti tidak mengenal Fadli sama sekali. Padahal Fadli sepertinya tahu segalanya.

" aku Fadli tante, temen Sahara di sekolah. Boleh aku ajak dia pergi sebentar tante ?" tanya Fadli sopan.

" oh, tentu saja." jawabnya. " kenapa tidak pernah cerita, Sahara. Mama gak tau kalau kamu punya teman laki - laki." godanya.

Sahara tidak bisa mengatakan apa pun, dia justru jadi berpikir apa yang sebenarnya ditutupi oleh ibunya. Kenapa justru orang lain yang seperti tahu segalanya sedang ibunya terlihat biasa saja dan santai sekali.

Melihat Fadli yang begitu ramah dan sopan pada ibunya, Sahara tahu Fadli bukanlah tipe laki - laki pembohong.

" kenapa diam saja, Sahara ?" tepuk mamanya.

Sahara agak terkejut, " ah ya, kami akan pergi sekarang." ujarnya.

Akhirnya mereka pun pergi bersama. Berjalan sejajar dengan jarak 10 cm. Sampai 15 menit berjalan, tak ada pertanyaan ataupun jawaban. Mereka berjalan menyusuri setiap sisi jalan dengan perlahan.

" kenapa diam, bukannya kamu ingin mengatakan sesuatu padaku ?" Sahara mengawali.

" aku menunggu pertanyaan. apa kamu selalu bersikap sedingin ini pada orang yang ingin berteman denganmu ?" tanya Fadli sambil menyunggingkan senyumnya.

" aku ingin tahu, apa sebenarnya tujuanmu ?" selidik Sahara.

" tidak ada tujuan apa pun. Aku hanya ingin memperkenalkan diri secara resmi padamu. Aku sudah lama tinggal di luar negeri dan aku sengaja datang kemari untuk mencarimu, ..... Kakak." ujar Fadli dengan penekanan di kata terakhir.

" apa maksudmu ?" tanya Sahara bingung.

" mungkin, bagimu ini sedikit membingungkan dan aneh. Tapi ini realitanya. Aku sengaja kemari, untuk bertemu denganmu. Kakak yang selama ini tidak pernah kutemui."

" hah, lucu sekali." komentar Sahara tak percaya.

" kita bersaudara kak, aku adikmu. Kamu kakakku. Tante Hesti hanyalah teman mama yang dengan baik hatinya mau merawat kakak dari umur kakak masih satu tahun. Aku masih berada dalam kandungan saat itu. Jelas, kakak tidak ingat denganku. "

Sahara bingung dengan maksud ucapan Fadli, dia tidak menyangka kalau Fadli adalah adiknya dan orang yang dia kenal selama ini ternyata hanyalah ibu asuhnya.

" adik ! Aku tidak punya seorang adik, kamu ingin menipuku !" tuduh Sahara.

" aku tidak mungkin menipumu. Ya...mungkin ini agak mendadak. Tapi ini benar, aku saudara kandungmu, kita sedarah dari ibu dan ayah yang sama. Jika tidak yakin, kita bisa tes DNA sekarang." ujar Fadli meyakinkan. " yang aku sesalkan hanyalah memiliki ayah sepertinya !" gumamnya kemudian.

" jika iya, kenapa mama meninggalkanku?"

" mama gak ninggalin kakak. Beliau terpaksa, dalam keadaan tanpa uang seperti saat itu. Mama tidak sanggup menghidupi dirinya yang sedang mengandungku bersamaan dengan kakak. Akhirnya mama terpaksa menitipkan kakak pada tante Hesti. Sekarang mama sudah berhasil kak, mama sekarang ingin mememuimu dan mengajak kakak tinggal bersama. Tapi dia takut kakak tidak mau menerimanya lagi." cerita Fadli menjelaskan.

Rahasia SaharaTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang