4.Who is she #2

1.2K 80 0
                                        

''From Daddy, with Love''
Ayah? Tanya Justin dalam hatinya. Entah mengapa hati Justin sedikit memanas, ketika membaca tulisan itu. Ayah.
Kata yang sangat ingin ia ejakan.
kata yang mungkin tidak akan pernah ia ucapkan, karena ia telah kehilangan ayahnya ketika ia masih sangat belia. Untuk sepersekian detik, mata hazel miliknya memanas.

''Ah, sudahlah Justin. Berhenti untuk berharap!''kata Justin membuyarkan pikirannya sendiri.

Justin berjalan keluar pintu, dan nampak disana gadis itu tengah duduk menatap langit malam yang hampa tanpa kehadiran sang dewi malam, bahkan bintang sekalipun enggan untuk berbagi cahayanya.

''Hei, bintang. Apakah aku begitu buruk untuk dunia? Apakah kau tidak mau bersinar sedikit saja untukku?''teriak gadis itu yang tidak lain adalah Aleya, gadis bermata biru yang indah, namun sayang dengan wajah yang sangat buruk.

Justin memperhatikan dengan seksama apa yang dilihatnya. Hantu tidak akan bersikap bodoh seperti itu bukan? Ah, seharusnya gadis itu terbang diatas pohon dan memperdengarkan suara khasnya yang membuat burung-burung liar berterbangan kacau, seperti imajinasi Justin. Tapi ini berbeda !
Dia malah berharap pada bintang yang takkan mungkin membalas keluhannya!
Justin terlalu bodoh untuk disesatkan pikirannya. Justin akhirnya menyadari, kebenaran dimaksud perkataan Aleya tadi.

''Hei...''teriak Justin memberanikan diri, tentunya dengan kontas yang masih bertengger manis ditangannya.

Aleya kaget dengan kehadiran Justin yang menghentikan tingkah bodohnya. Karena ia berfikir, seharusnya Justin pingsan setelah kepergian Aleya tadi.

Sama seperti seorang wanita yang bertamasya di dekat danau beberapa minggu yang lalu itu, Aleya tidak menyadari kehadirannya karena asyik memainkan kakinya dalam gemercik air danau yang dingin itu. Sehingga ketika ia berbalik, wanita itu kaget dan berteriak ketakutan. Aleya segera berlari sebelum wanita itu memukulinya atau melemparinya dengan batu, namun yang terjadi adalah wanita itu pingsan seketika.
Aleya segera menutupi wajahnya dengan selendang.

''Err,, You must go right now! Aku tidak ingin kau mati ketakutan karena aku.''kata Aleya seraya menahan matanya yang memanas menahan malu.

Justin merasa sangat bersalah, karena ia telah menyakiti perasaan Aleya. Melihat mata Aleya pun ia tidak sanggup, bukan karena ia merasa sangat bersalah saja, namun karena dia merasa sedikit takut. Maaf, Justin tidak bisa membohongi perasaannya. Berbicara tanpa melihatnya mungkin dalah pilihan yang cukup tepat saat ini.

''Bolehkah aku duduk disini?''tanya Justin memberanikan diri untuk mendekati Aleya. Ia tidak menghiraukan sikap Aleya yang terlihat sedikit canggung.

''Thanks for saving me ...... but what's your name?'' tanya Justin masih dengan tatapan yang terfokus pada langit malam.

Ia menggigil seraya meremas kaus putihnya yang basah.

''My... na..me is Aleya. Yeah, Aleya !''jawab gadis bermata biru ini dengan gugup.

''Aleya?''tanya Justin kaget, dan tanpa dia sadari matanya kini tengah bertemu dengan pemilik mata biru itu. Sepersekian detik, Justin sadar bahwa satu-satunya yang indah dari gadis ini setelah rambutnya adalah matanya. Matanya ?

''Uhmm, wow. What a beautiful name.''kata Justin kikuk seraya memutar bola matanya kembali pada posisinya.

Justin menggaruk kepalanya yang tidak gatal.''Uhm, my name is Justin. It's a good name ,isn't it?''kata Justin membuka pembicaraan yang nyaris tenggelam dalam keheningan malam itu.
Ia tersenyum sumringah, karena menyadari lelucon itu sama sekali tidak lucu.

''Ah, yeah. You're right.''

''Maafkan aku Aleya.''kata Justin akhirnya.
Itu adalah kata yang sedari tadi ingin ia katakan sebelum memulai perbincangan konyol tadi.

''That's not matter for me. I understood, it wasn't your fault.''kata Aleya seraya tersenyum dibalik selendangnya.

''Really? Thanks, Aleya. Sekarang kau mengerti kalau aku benar-benar seorang penakut. Hahaha.''kata Justin tertawa renyah. Menertawai kekonyolannya sendiri.

Aleya menahan tawa dibalik selendang tebalnya. Justin adalah orang asing pertama yang mengajaknya berbicara, meskipun pertemuan mereka dimulai dengan hal yang tidak menyenangkan.

''Ah, Ms.Aleya, aku harus segera pulang sekarang. Mari kita lihat, sudah jam berapa sekarang?''kata Justin seraya melirik arlojinya. Ia terpaku. Ia menggoncang-goncangkan arlojinya dengan khawatir karena tidak ada bunyi detakan yang bekerja disana.

''Ah, ini adalah arlojiku yang ke-21nya yang rusak.''Justin mendengus kesal, ia hanya bisa menghembuskan nafas menahan kekesalannya.

''Ini sudah pukul sembilan malam.''kata Aleya mantap.

Justin terkesiap.''Bagaimana kau bisa tahu?''

''Lihatlah bunga didepanmu itu. Nama latinnya Epiphylum anguliger, bunga yang selalu mekar tepat pukul sembilan malam.''jelas Aleya seraya menunjuk bunga putih yang bermekaran indah di sebuah pot kaca.
Aleya merawat bunga itu dengan sepenuh hatinya, karena bunga itu memiliki kisah tersendiri baginya.
Diam-diam pria berambut pirang ini mengagumi Aleya, karena sebagai calon dokter Justin merasa sedikit dipermalukan jika hal sederhana seperti itu tak diketahuinya.

''Ah, jika benar begitu aku harus segera pergi sebelum bis terakhir berangkat.''

Tiba-tiba Aleya memberikan mantel bulu yang sangat hangat kepada Justin.

''Pakai ini, jika kau tidak ingin kedinginan.''

Justin menatap mantel itu tidak percaya. ''Hei, apakah mantel ini benar-benar berasal dari bulu beruang?''tanyanya seraya mengelus mantel itu tak percaya.

''Tentu saja.''jawab Aleya mantap.

Setelah mengambil tasnya, Justin segera berpamitan pada Aleya. Ia tidak akan jera ketempat ini lagi, karena ia merasa Aleya adalah gadis yang cerdas sehingga ia perlu banyak belajar darinya. Lagipula, masih banyak hal yang ingin Justin ketahui, tentang Aleya dan tempat rahasia ini tentunya. Keduanya membuat Justin penasaran.

Sampai ketemu nanti Aleya-batin Justin. Aleya memandangi punggung Justin yang perlahan-lahan menjauh.

''Akankah pertemuan kedua itu datang?'' gumamnya sambil menyentuh dada kirinya. Irama jantungnya berdetak dengan sangat jelas. Ia tersenyum damai. Sangat damai.

Ugly Duckling ( COMPLETED)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang