13. Like Superman !

668 48 2
                                        

Thanks buat DeboraChristine4 dan fitriasrywahyuni03 yang selalu mendukung aku.
Love you ♡

♡♥♡♥♥

Aku terus berjalan menyusuri sisi jalan yang dihiasi bunga-bunga yang tumbuh liar.

Karena kesal memikirkan Profesor Smith aku tidak menyadari langkahku yang nyaris terjatuh.

Ah, tali sepatuku terlepas.
Aku membungkuk dan segera mengikatnya. Selesai.

Tapi sebelum aku hendak bergerak untuk bangun, kulihat sebuah mobil putih meluncur menuruni jalan penurunan yang tajam.

Terdengar suara tangis yang melengking disana-tangis anak kecil. Dan itu tepatnya dari kursi belakang mobil.
Yang mengejutkanku adalah dibalik roda kemudi tidak ada orang. Tidak ada pengemudinya.
Anak gadis itu menjerit-jerit ketakutan. Mobil meluncur semakin cepat dan akan menabrakku.

Aku tertegun panik. Tapi jeritan anak itu memaksaku bergerak. Lengan dan kakiku bereaksi sekaligus, seperti ditekan tombol otomatis. Mobil putih itu meluncur semakin cepat seperti kereta api yang melesat di relnya. Aku kebingungan ditengah jalan. Kukedip-kedipkan mataku, berusaha melihat, benarkah tidak ada orang dibalik kemudi.

Memang tidak ada.
Mobil itu meluncur kearahku. Tinggal beberapa meter jauhnya. Anak gadis itu menangis ketakutan. Terdengar seruan lain. Aku menatap ke atas jalan sana.

''Cucuku. Cucuku !'' Seorang wanita berambut merah berlari panik menuruni jalan yang tajam itu dengan kedua lengan terangkat, jacket hitamnya melambai-lambai di belakangnya.

Dia itu Mrs. Miley.

Aku tidak sempat berpikir lagi. Tak sempat membuat rencana. Aku bersiap-siap. Seluruh ototku tegang.

Sebentar lagi...sebentar lagi.....

Begitu mobil tersebut melaju lewat, kusambar gagang pintunya. Luput.

''Aduh!''teriakku ketika tanganku menghantam pintu.

Aku melompat asal-asalan. Tubuhku menghantam sisi mobil dan terpental. Aku mendarat di lututku di tepi jalan. Hampir saja wajahku menampar aspal.

''Tidaaaaaaak !'' orang-orang mulai berteriak. Sekilas kulihat wajah Mrs. Miley masih terus menjerit-jerit.

'' Cucuku!... Cucuku...!''

Aku menoleh dan melihat mobil itu meluncur lebih cepat lagi ke sebuah persimpangan. Ada lampu lalu lintas disitu. Kulihat Sofia turun dari mobilnya seraya membuka bagian depan penutup mobilnya-sepertinya mobilnya bermasalah.

Tapi waktunya sangat tidak tepat, karena sebentar lagi mobil itu akan berlari liar kesana.

Justin, cepat bergerak ! perintahku. Selamatkan anak itu !

Kupaksa kakiku untuk berlari. Dengan tersandung-sandung dan terhuyung-huyung kukejar mobil itu dengan langkah yang panjang. kepalaku serasa berputar, tangisan anak itu berdenging di telingaku.

Akhirnya aku berhasil menyusul mobil itu.
Aku lari menjajarinya. Kuulurkan kedua tanganku.

Terusss... teruss... berusaha meraih pegangan pintu.

Tidak sampai.

Tidak terpegang.

Tidak bisa.......

Kulihat jarakku menuju lampu lalu lintas tempat sofia berada semakin dekat.

''Awas! Awas !''teriakku pada siapapun yang berada disana.

Aku berusaha berlari lebih cepat lagi.
Aku mengulurkan tangan... terus mengulurkannya dan luput lagi !

Lalu aku berhasil menyambarnya. Kupegangi gagang pintu itu erat-erat.
Sambil berlari secepat mungkin, kutarik pintu mobil hingga terbuka. Lalu aku melompat ke kursi depan dengan kepala lebih dahulu.

Anak itu menangis semakin nyaring, tubuhnya terguncang-guncang di tempat ia duduk. Ia tidak bisa bergerak bebas karena ia menggunakan sabuk keamanan.

Dengan terengah-engah aku menurunkan kakiku. Tersentuh pedal rem. Kuangkat kakiku, lalu kutekan keras-keras ke pedal itu. Mobil tersentak berhenti tepat saat menyentuh zebra cross . Aku terdorong ke depan, kepalaku menghantam kaca depan.

''Aduuuhhh!''aku meringis.

Rasa sakit menjalari seluruh tubuhku. Aku memejamkan mata. Guncangan keras mobil itu membuat anak gadis itu berhenti menangis.

Diluar terdengar orang-orang berteriak terkejut dan ketakutan. Aku berhasil rupanya. Aku berhasil menghentikan mobil itu pada waktunya.
Kurasakan pelipisku berdenyut-denyut oleh darah. Aku merasa pening...sangat pening, sampai tak bisa mengangkat kepala. Segalanya tampak terang, lalu memudar menjadi putih.

Cahaya putih yang menyilaukan. Kurasa aku akan pingsan. Tapi teriakan Mrs. Miley membuatku tersentak bangun,

'' Cucuku ! Cucuku!''Pintu belakang mobil terbuka.

Mrs. Miley masuk kedalam dan melepaskan ikatan si anak dan merengkuhnya dalam pelukan.
Aku duduk di belakang kemudi, masih terengah-engah. Seluruh tubuhku masih berguncang dan gemetar.

Benarkah aku melakukan semua ini ? tanyaku pada diri sendiri.
Dengan pusing aku keluar dari mobil, sambil menggosok-gosok dahiku yang masih sakit tertumbuk kaca mobil.

Orang-orang mulai mengerumuni mobil sambil bicara bersamaan dan memandangiku. Sambil mendekap cucunya Mrs. Miley bergegas menghampiriku.

''Tindakanmu sangat berani!''katanya. Wajahnya basah oleh air mata.

''Aku tadi keluar dari mobil untuk mengambil kembalian yang kulupakan di kasir tokoh. Aku tidak melihat mobilku meluncur bebas ke penurunan jalan. Jika kau tidak ada...bisa.. bisa terjadi kecelakaan. Aku berhutang padamu, Justin !''

Aku tidak bisa mengatakan apa-apa. Rasanya aku masih Shock ! Kepalaku berputar-putar. Aku tidak bisa merasakan kakiku menyentuh tanah.
Aku benar-benar mati rasa. Jika saja aku tidak dipeluk seseorang, mungkin aku sudah jatuh terjerembab ke tanah.

Sofia !

''Justin, kau telah menyelamatkanku ! So much thank's Justin !''

Dapat kuperkirakan berita ini akan menyebar ke seluruh penjuru kampus.

Seorang Justin menjadi Superman dadakan.

Bagaimana bisa aku menghadapi Nathalie dan gadis lainnya lagi ?

Benar saja. Keesokan harinya segerombolan wanita datang menyerbuku saat aku tiba di gerbang kampus. Kicauan mereka mendengungkan telingaku. Ada yang menuntutku untuk menceritakan kejadian kemarin, ada juga yang bertanya tentang kondisiku dan lain-lain.

Mereka terdengar seperti sekelompok lebah yang berdengung didekat sarangnya.

Nicky dan Harry yang bersamaku kewalahan mengatasi mereka.

Malahan mereka harus merelakan diri untuk ditarik, ditolak, dan dikata-katai oleh gadis-gadis yang bertindak anarkis ini. Ini membuat hariku semakin buruk.

Dari kejauhan, aku melihat Profesor Smith sedang terlibat percakapan serius dengan Mrs. Miley.

Ia menatapku dan menyeringai tajam. Membuatku mengingat kejadian kemarin yang nyaris terlupakan.


Yeaaayy.. cerita ini akan memasuki konflik !
Jangan lupa bintangnya yah :D

Ugly Duckling ( COMPLETED)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang