19. Twenty little things i ♥ 'bout you

569 40 3
                                        

(AUTHOR'S POV )

Jauh berpuluh kilometer di sana, seorang gadis dengan kostum penyihirnya sedang berjalan kesana kemari dengan gelisah.

Dia bukan hanya khawatir akan kecanggungan yang ia dapatkan di malam perayaan itu, tapi dia juga khawatir Justin yang belum kunjung hadir menampakkan batang hidungnya sejak tiga jam yang lalu.

Ia terus berputar hampir menyerupai gasing yang bergeser dari satu sisi ke sisi lainnya.
Ia menghembuskan nafas berat. Kenapa Justin belum muncul juga ? Jika dia muncul haruskah aku memulainya?, pikir gadis itu sarat dengan pertanyaan dan kemungkinan.

''Justin dimana kau ?''desah gadis itu berat.

Tanpa dia sadari pria yang ditungguinya sudah berada disana lima detik yang lalu-menatapnya dari ujung pintu rumah itu. Matanya terus tertuju pada gadis itu-tatapan yang tidak bisa dimengerti.

''Aleya...''

Aleya terkejut mendengar namanya disebut-sebenarnya terkejut dengan kehadiran suara itu-suara yang dikenalnya, suara yang ditungguinya dengan cemas sejak ratusan menit yang lalu.

Aleya terkesiap.
Tapi ia tidak bisa menyembunyikan senyum yang ditahannya disana. Ia tidak punya kata yang cukup bagus untuk penampilan Justin saat ini.

Pria ini terlihat tampan, berkarisma, dan sempurna. Kata-kata ini bahkan belum cukup ! Anehnya, berawal dari sebuah perasaan abstrak yang disebut cinta, logika mampu merangkai sejuta kata dan menciptakan berbagai warna pada objek yang menjadi titik fokus dan pusat bilur emosi itu.

Aleya hanya membisu. Ia terpana. Ia tidak akan bertanya mengapa pria itu terlambat. Kehadiran Justin disini sudah menjawab seluruh gundah, cemas, dan rasa penasarannya.

Entah bagaimana dimengerti oleh logika, hanya hati yang bisa menjawab-itupun jika hati bisa berbicara tanpa mulut atau mata sebagai perantara.

Mereka melangkah melewati malam dibawah sabit yang tergantung rendah di langit London.

Malam itu terang dan dingin. Gumpalan-gumpalan awan berarak-arak seperti ular, melewati bulan yang bersinar penuh. Malam yang sempurna untuk menakut-nakuti anak-anak. Namun Justin terperangkap disini bersama Aleya dengan kebimbangan yang menggrogotinya.

Hanya keheningan yang ada disana. Keheningan membuatmu lebih peka bahwa dunia berputar dengan misterius disana--seperti yang dirasakan Aleya saat ini.

Genggaman tangan Justin seakan menghantarkan sengatan listrik dinamis yang mengunci saraf Aleya. Hingga membuat refleksnya hilang dan berkata...............

''Justin ada 20 hal yang aku sukai tentangmu !''Ia mengatakannya dengan jelas,tegas dan lugas.

Pipinya memanas menahan malu. Ia berhasil mengeluarkan panah yang ia tahan sejak tadi.
Ada segelintir kelegaan disana, meskipun tidak lepas dari ketakutan yang menyertai. Takut jika panahnya tidak tepat sasaran-tertancap yang akan menghancurkannya.

Justin hanya membisu-seakan lidahnya kelu. Ia tahu, sangat tahu.

Tapi kenapa ia masih terkejut ? Rusuknya membungkus debaran itu dengan sangat sempurna. Hingga rasa sesak sebagai efeknya.

Matanya mencoba menyisir rerumputan yang dipijakinya. Jauh disana--dalam manik matanya menyimpan sebuah kesedihan yang sangat mendalam. Bibirnya bergetar hebat, seakan ia sedang menyimpan hal yang sangat berat.

''Apa itu ?''jawabnya lima detik kemudian.

Waktu yang cukup lama bagi Aleya dalam keheningan ini-karena mereka belum mencapai ujung jalan yang tentunya sudah semarak dengan riuhan dan tawa orang-orang yang sedang merayakan Halloween.

Ugly Duckling ( COMPLETED)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang