(JUSTIN P.O.V)
Ah, mengapa aku harus masuk dalam lubang buaya ini?
Baiklah, monster ini tengah menatapku dengan tatapan predatornya.
Apakah ia akan menghukumku karena berciuman ditempat umum seperti ini?
Tidak mungkin. Ia mendengus kesal sehingga kumis putihnya bergerak naik turun.
''Mr.Bieber, silahkan ikut aku ke ruanganku.''
Suaranya begitu menggelegar, membuat bulu kudukku ingin rontok rasanya. Aku mengikuti Profesor gila ini ke ruangannya.
Tatapan-tatapan aneh tentu saja aku dapatkan dari mahasiswa lain yang tengah berlalu lalang di sepanjang koridor ini.
''Apa kau tahu kesalahan fatalmu Mr.Bieber?''tanyanya tanpa melepaskan tatapan tajamnya kepadaku setelah duduk di Kursi singgasananya x_X.
Aku bergidik, tatapan itu membuat aku sulit untuk bernafas. Mungkinkah sistem pernasanku bekerja secara abnormal pada saat seperti ini ?
Aku masih terus diam, hingga ia mendekatkan tubuhnya kearahku.
Harum parfumnya mengingatkanku sesuatu seperti bulu beruang. Lebih tepatnya, mantel bulu milik Aleya. Hihihihii..Tanpa sadar aku tersenyum geli.
''Hei, apa kau mendengarkan aku? Apakah kau sedang mempermainkan aku?''bentaknya membuat gendang telingaku pecah.
''Maafkan aku Profesor, hanya saja.........''.
BRAAAAKKK....
Profesor gila itu membanting tumpukan buku-buku yang sangat familiar didepanku. Aku mengamatinya dengan seksama. Hei, itukan tugas-tugas laporanku.
''Semua laporan yang kau kerjakan mendapatkan nilai D minus. Apa yang ingin kau lakukan dengan nilai bodoh seperti itu?''bentaknya mempermalukan aku.
Pintu ruangan yang sedikit terbuka ini, mengundang para mahasiswa lainnya untuk menguping maupun mengintip apa yang terjadi didalam.
Baiklah, semua dunia sudah tahu jika aku sangat payah dalam mata kuliahnya. Jadi, apa yang sekarang dia inginkan? Aku mengepalkan tanganku kuat, menahan emosiku yang sebentar lagi keluar menyamai kekuatan serigala berekor sembilan.
''Jika kau ingin lulus dalam mata kuliahku, kau harus mendapatkan nilai A untuk semua tugas laporan yang kuberikan. Aku tidak memberimu kesempatan untuk mendapatkan nilai lainnya.''katanya lagi.
Apa? Nilai A? Ini sungguh gila, bagaimana mungkin aku bisa?
''Sepertinya, kau akan sering kesini Mr.Bieber.''seringainya dengan senyuman jahatnya.
Baiklah mungkin ini terdengar berlebihan, tapi itu adalah kata yang dapat kugunakan untuk menggambarkannya saat ini.
♡♥¤♥¤♡
Aku membanting tubuhku dengan kasar diatas kasur.
Mengapa hari ini begitu buruk? Perkataan profesor gila tadi membuatku khawatir.
Aku tidak bisa membayangkan jika aku harus mengerjakan satu jenis laporan berulang kali. Tentu saja aku akan menjadi pengunjung setia Mr.Smith, tepat seperti perkiraannya.
Padahal, aku harus fokus pada perlombaan fotografer yang akan dimulai sebulan lagi.
Ah, ini membuat aku frustasi. Prefessor Smith. Dia adalah dosen terkiller yang pernah aku jumpai. Temperamennya sangat buruk-menurutku. Bukan hanya aku saja yang pernah ia permalukan, ia juga pernah mempermalukan Nicky di depan Camelia, gadis yang ditaksir Nicky.
Dosen itu sangat aneh, tak heran semua mahasiswa takut padanya, termasuk aku.
Aku melirik kameraku yang tergeletak rapi diatas meja, dekat mantel bulu beruang.
Hei ? Aleya. Benar, aku harus kesana sekarang-mengembalikan mantel itu tentunya.
Aku segera melompat dari kasurku, mengambil kameraku dan tentu saja mantel bulu itu.
Aku memakai mantel bulu itu seraya tersenyum, karena mantel ini sangat hangat dan nyaman. Aku menuruni setiap anak tangga ini dengan tergesa-gesa. Derapan langkahku yang berdecit mengagetkan Ibuku yang kusapa-Mom, tengah tertidur dengan televisi yang masih menyala menampilkan acara Elen Degeneres.
'' Woaaaaahhh.....''ia menatapku dengan matanya yang masih setengah tertutup.
''Mom, i'm gonna meet my friend. I'll be back soon. Don't forget to turn off the Tv when you get sleepy. Ok?''kataku panjang lebar, seraya mengecup singkat dahinya.
Aku duduk di sisi jalan pemberhentian bis seraya menunggu bis untuk ke tempat Aleya.
Ah, mantel hangat ini sangat berguna pada musim gugur yang berangin ini.
Aku menebarkan pandanganku ke setiap sisi jalan.
Hei ? aku seperti mengenali pria di ujung jalan itu. Pria tua gila itu.
Mr. Smith ?
Dewi fortuna berpihaklah padaku sekali ini saja. Dia tidak boleh melihatku disini. Ini akan menjadi situasi yang sangat tidak nyaman jika ia datang kesini. Kututupi wajahku erat dengan topi mantel ini, semoga saja dia tidak melihatku.
Aku meliriknya was-was dari balik mantel ini, dan ternyata dia sudah berada di sisi jalan yang sama denganku. Tepatnya 10 meter. Matanya menatapku dengan pandangan yang aneh. Ia menggerakkan kacamatanya, seraya memperbaikinya. Sepertinya ia mencoba untuk memperbesar akomodasinya.
Untunglah bis segera datang, dengan kecepatan cahaya aku berlari kedalam bis. Ketika bis mulai bergerak, aku melihatnya masuk ke dalam supermarket. Untunglah, dewi fortuna masih bersamaku.
Mungkinkah rumah profesor itu berada disekitar jalan ini?
Entahlah, aku tidak tahu dan tidak peduli.
KAMU SEDANG MEMBACA
Ugly Duckling ( COMPLETED)
FanfictionCool. Charming. Cold Itu Justin. Dan Aleya. Ugly. Cuman itu. Bagaimana mereka bisa bertemu ? Sangat tidak mungkin bila cinta dimulai dari mata turun ke hati pada cerita ini. Ternyata Aleya adalah kunci bagi Justin untuk menyelesaikan masa lalunya. ♥...
