Sebagai pemula, aku tahu jalan yang bakal aku lewati itu gak mudah.
Tapi aku bakal ngasih yang terbaik buat kalian.
Jangan lupa bintangnya :D
Happy Reading ~
♡♥♡♡♥
Langit malam nampak berhiaskan bintang-bintang yang bergantung indah.
Aku terus menatap langit dari kaca jendela kafe ini sepeninggal Sofia.
Aku terus memikirkan perkataan Sofia tadi.
Tiba-tiba lamunanku buyar karena suara ledakan di jembatan sana. Wah, sepertinya atraksi kembang api ini telah dimulai.
Aku segera berlari ke arah jembatan. Nampak lautan manusia sudah tersebar luas disepanjang sungai thames ini.
Ledakan kembang api ini melaju dengan kencang diudara dan tergambar indah di langit. Sangat indah ! Letusan-letusan terus berlanjut. Kertas krep berbentuk persegi panjang kecil terus menghambur di udara menghujani sungai thames yang penuh dengan lautan manusia.
Sungai Thames ? Aleya.
Aku meninggalkannya disana ! Kekagumanku berubah dengan cepat menjadi kekhawatiran.
AH !
Terlalu sesak untuk mencari jalan keluar. Begitu banyak orang ditempat ini. Aku terus berlari mencari celah untuk keluar dari arena atraksi ini. Meskipun harus menubruk dan meminta maaf berulang kali.
Mataku terus berlari liar ditengah keramaian ini. Aku terus menerobos orang-orang yang berjingkrak-jingkrak ria di tempat ini. Namun sepertinya aku membuat kesalahan.
BUUKKKK..
Aku menabrak Grant. Pria bertubuh jangkung dengan otot yang menonjol di kedua sisi lenganya. Kau yang melihatnya mungkin akan mengira dia adalah seorang atlet tinju nasional. Dia kuliah di kampus yang sama denganku.
Masalahnya adalah aku sedang menabrak pria yang menyukai Nathalie hingga terpental ke tanah.
Aku bingung harus melakukan apa.
Membantunya bangun berdiri mungkin akan membawa bencana-bisa saja dia langsung menghajarku dengan geboman mentahnya. Berlari meninggalkannya akan membuat dia memburuku seperti mangsanya di kampus-tidak akan selesai dengan permohonan maaf.
Aku hanya diam membatu memikirkan rencana apa yang harus aku lakukan. Secepat kilat dia bangun dengan geram. Seperti singa yang melihat musuh dia menghajarku dengan kepalan tangannya.
Argggggh.. aku merasa tulang pipiku patah.
Aku menyentuh pipiku, sangat sakit. Aku terus meringis, melihat darah yang menempel di sudut bibirku. Refleksku mati seketika. Seperti orang tolol aku hanya diam tak berniat melindungi diri atau membalasnya.
Belum bosan dia mencekal kerah bajuku, rasanya seperti tercekik. Aku terbatuk-batuk dengan suara yang kering. Menelan air ludah pun sangat sesak. Seperti ada tali kapal yang mencengkram leherku, padahal itu adalah kerah bajuku.
Aku ingin sekali membalasnya, namun apadaya. Saat ini aku berada dalam posisi yang salah.
''Jangan mencari masalah denganku !''Suaranya sangat pelan namun terdengar sangat garang.
Ia melepaskan cengkramannya dan berlalu ditengah kerumunan orang-orang. Ia nampak malu dengan kejadian ini.
Aku terhempas di tanah dengan tatapan-tatapan yang penuh dengan sorot kasihan dari orang-orang disekelilingku.
Aku segera bangun dengan terhuyung-huyung. Dengan mudah aku mendapat celah untuk keluar dari kerumunan ini.
Setelah 5 menit aku berhasil keluar. Aku terengah-engah seraya menopangkan kedua tanganku pada lutut yang sedikit kutekuk. Nafasku berburu liar. Kepalaku sangat pening. Gigiku bergemeletuk keras. Sepertinya aku tidak bisa mengunyah selama 2-3 hari.
Ah ! Aleya.
Aku segera berlari menyusuri jalan mencari sosoknya di tengah keremangan lampu jalanan yang menyorot langsung sisi sungai thames.
Aku tidak bisa membayangkan betapa ketakutannya dia disana ! Semoga saja tidak ada orang yang mendekatinya !
Aku terus berlari. Nafasku tercekat. Dengan wajah yang lebam aku berlari menembus angin malam yang membuat luka dan tulangku semakin kesakitan.
Letusan meriah kembang api terus bersorak menyelimuti langit London yang gelap. Begitu banyak mata yang menunggu dan tidak menahan diri untuk menyaksikan kilauan mengagumkan itu.
Tapi dia lebih memilih untuk menunduk dan bersembunyi dalam tudung jacketnya yang tebal.
Aku dapat mendengar sesenggukan disana. Letusan kembang api yang membahana tidak dapat menutupi radarku untuk mendengar tangisan itu.
Ia terus menangis dalam diam. Duduk berjongkok membenamkan tangisnya yang tumpah ruah disana.
Aku tidak bisa apa-apa. Mengucapkan sepatah katapun tidak bisa. Aku menyandarkan bahuku dibalik pohon beringin seraya mencengkram saku jacketku.
Siaaaaal ! Aku sudah mengecewakan gadis ini. Aku meninggalkan dan melupakannya gara-gara kembang api bodoh itu.
Aku bingung. Kepalaku penuh dengan pertanyaan dan kemungkinan.
Bagaimana jika aku kesana ?
Akankah ia berteriak dan membenciku ? Apakah ia tidak mau bertemu lagi denganku ? Aku yang memaksa ia ikut tapi aku yang meninggalkan dia sendirian.
Ah! Terlalu lama berpikir. Aku segera menghampirinya.
''Aleya.....''gumamku.
Aku meletakkan punggung tanganku di pundaknya. Ia menoleh dengan mata sembabnya. Seperti mata panda. Itu membuat wajahnya semakin buruk. Ia hanya menatapku dengan sesenggukan. Matanya sarat dengan sorot pertanyaan.
''Kita kesini untuk melihat kembang api, bukan untuk melihatmu menangis!''desahku seraya duduk bersila disampingnya.
Ia mengangguk kemudian menatap letusan kembang api yang sebentar lagi akan segera lenyap.
Aku mengikuti arah pandangannya. Namun dengan sekejap atraksi kembang api sudah selesai.
Tidak berbekas lagi. Pertunjukan sudah selesai.
Hanya gemerlapan BigBen ciri khas kota London yang terlihat sangat indah dan jelas.
Aku menghembuskan nafas berat.''Maaf..''
Ia hanya diam, mencoba untuk menstabilkan emosinya.
Berusaha menjelaskan semua yang terjadi, meski aku tahu itu tidak akan membawaku kembali pada menit-menit yang telah berlalu.
Kata 'Maaf' tidak berfungsi seperti mesin waktu. Kata itu hanya menyiratkan penyesalan akan masa lalu. Tidak akan merubah apapun.
Hi hi hiiii !!
Gimana part ini bagus nggak ???
KAMU SEDANG MEMBACA
Ugly Duckling ( COMPLETED)
FanfictionCool. Charming. Cold Itu Justin. Dan Aleya. Ugly. Cuman itu. Bagaimana mereka bisa bertemu ? Sangat tidak mungkin bila cinta dimulai dari mata turun ke hati pada cerita ini. Ternyata Aleya adalah kunci bagi Justin untuk menyelesaikan masa lalunya. ♥...
