8.The beginning of the war

862 55 0
                                        

''Hei Harry, mengapa kau tidak mengajak Nathalie untuk berkencan saja jika kau menyukainya ?''tanya Nicky menjahili Harry dengan pertanyaan yang ia sudah tahu jawabannya.

PAKK......

Harry memukul kepala Nicky dengan botol soda. Tentu saja itu sakit!

''Hei, aku akan membalasmu Harry !''kata Nicky seraya mengambil botol sodanya diatas meja. Sayangnya, Harry menahan tangan Nicky, sehingga yang terjadi adalah perkelahian yang tidak ada habis-habisnya. Mereka saling menggelitik, berguling, menarik rambut dan entah apa yang terjadi. Aku hanya tersenyum melihat tingkah kedua temanku yang sudah kukenal sejak bangku SMP.

Drrrttt...drrttt..

Aku merogoh handphone milikku yang bergetar hebat disaku celanaku. Siapa yang menelponku ? Jam makan siangku harus terganggu karena panggilan itu. Dengan malas aku melihat nama yang tertera di layar handphone milikku. Dengan sekejap, mataku terbelalak.

''Halo, Profesor..''jawabku kikuk.

Seketika Nicky dan Harry menjeda perkelahian mereka.

''Baiklah, aku akan kesana.''kataku menutup telepon dan segera membereskan ransel serta buku-bukunya yang berbaris rapi sejak tadi.

''Apa yang terjadi, Justin?''tanya Harry kemudian.

''Sepertinya, laporanku tidak akan diterima lagi oleh profesor gila itu.''kataku seraya menghembuskan nafas berat.

Aku lelah, karena laporanku selalu saja salah dan sampai saat ini aku belum mendapatkan satupun nilai A.

''Tentu saja, sejak kapan ia menerima laporanmu yang seperti karyawan pabrik itu?''kata Nicky meledekku.

BUKKKK......

Aku memukul kepala Nicky dengan tumpukan buku-buku tebal yang kubawa. Nicky hanya bisa mengadu sakit. Aku segera berlari sebelum Nicky membalasku.

¤♡♥¤♥¤♥¤♡

''Laporanmu.''kata Prof.Smith seraya mengarahkan matanya pada lembaran tugas yang terpampang didepanku.

''Bagian mana lagi yang harus kuperbaiki Professor?''tanyaku dengan raut wajah yang telah dikamuflasekan.

Ia terbahak.''Tepat seperti dugaanku, kau akan menjadi pengunjung setiaku. Sama seperti tikus got yang terus kembali untuk mencuri makanan dikedai hotdogku.''kata Prof.Smith sembari menatapku dengan senyuman tajam yang menukik.

Aku mengepal tangaku kuat. Mengataiku tikus got ? Aku tidak bisa menerima hal itu. Itu adalah kata-kata terjahat yang pernah aku terima.

''Baiklah, Professor. Sebenarnya, tikus got ini sudah muak dengan kedai hotdog itu. Tikus ini tidak menginginkan makanan itu, dia hanya menginginkan kehangatan bohlam tua yang bertengger manis didepan kedaimu.''aku berdecak membalasnya.

Aku merasa otot-otot mataku ingin keluar dari tampatnya. Aku membalas tatapan itu dengan penuh amarah. Peperangan kata kali ini, siapakah yang akan menang? Aku atau dia ?

''Perbaiki laporanmu Mr.Bieber. Aku akan menyediakan waktuku kapan saja untukmu, dimana saja.''seringai Professor kemudian, sembari beranjak dari kursinya dan keluar dari ruangan itu.

Prof.Smith meninggalkan aku yang yang tengah bergejolak dengan amarahku.
Sial, kenapa ketegangan itu harus terputus?

BRAAKKK....

Aku memukul meja tersebut dengan keras. Nafasku terengah-engah. Aku menunduk sembari mengontrol nafasku yang memburu. Kejadian ini, membuat aku tidak akan takut lagi pada Profesor Smith.
Aku memiliki alasan yang kuat untuk itu. Siapa suruh dia mengataiku tikus got ?

Namun tiba-tiba, wajah Ibuku tergambar dalam otakku.

''Baiklah Prof.Smith, ini baru awalnya. Akan kubuktikan tikus got itu bukanlah tikus kotor yang kau remehkan.''umpatku.

Ugly Duckling ( COMPLETED)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang