''Apa yang kau inginkan bocah sialan ? Mengapa kau membawa dia kesini ?''suara berat itu menggelegar memecah kekalutan Justin.
Justin tersenyum miring. Ia membalikan tubuhnya dan ia sama sekali tidak terkejut.
Inilah yang ia harapkan.
'' Hai Profesor ? Halloween yang menyenangkan bukan ?''
''Bajingan. Berhentilah bermain- main !''hardik Profesor Smith.
''Ah,, aku juga tidak suka mempermainkan pria tua sepertimu !''
''Apakah kau pikir aku tidak tahu jika selama ini Aleya bersamamu ?''tanya pria tua itu sarkastik.
''Aleya ? Ah, si jelek itu ?''Justin semakin membakar emosi Profesor Smith.
Profesor itu menghirup nafas panjang.
Ia memegang dadanya yang naik turun dengan cepat.
''Aku pikir dengan meninggalkannya bersamamu, ia akan merasakan sedikit kebahagiaan.''ucapnya melemah.
Justin terbahak.''Kebahagiaan ? Apa ukuran kebahagian untuk orang sepertimu Profesor ?''
''Ketika aku membuatnya tersenyum.''
''Pembohong ! Kau yang menyebabkan ia menjalani hidup seperti ini !'' hardik Justin mulai berang.
Ia muak dengan topeng yang masih melekat pada profesor Smith.
''Apa maksudmu ?''
''Bukankah kau tahu seberapa jauh sejarah itu berlangsung Prof. Nelson Horan ?''
BUGHHH..
Satu kepalan tinju yang membombastis mendarat di pipi Justin.
Tetapi Justin hanya tertawa seraya menyentuh ujung bibirnya yang berdarah.
''Apakah Arianna harus ada disini untuk mengetahui kebusukan Ayahnya ?''
''Bocah sialan ! Siapa kau ? Apa yang kau inginkan ?''Teriak Profesor Smith melayangkan tinjunya lagi di wajah Justin.
Hap...
Justin menahan tangan itu sigap.
''Aku hanya ingin ayahku kembali !''ucap Justin nanar.
Profesor Smith membatu. Ia terkejut hebat.
Putra Jeremy berada di sekelilingnya saat ini.
Hal yang ingin ia hindari, bergerilya dengan rapi tanpa ia ketahui.
Ia bahkan tidak menyadari wajah Justin sangat mirip dengan Jeremy.
Ia pikir masalah itu sudah lenyap ditelan waktu, karena UU pencarian dirinya sudah kadaluarsa.
Ternyata, Tuhan hanya menunggu waktu untuk menyatakan kebenarannya.
Justin berlalu dengan hati yang letih. Ia sangat lelah untuk jutaan fakta yang bertubi-tubi menyerangnya.
Pekat dengan emosi, kehilangan dan kehancuran.
Kali ini apalagi ?
''Aku tidak membunuhnya! Itu murni Kecelakaan !''ucap profesor Smith melemah.
Namun radar Justin masih bisa menangkap gelombang suara itu dari jaraknya yang semakin menjauh.
''Jeremy benar-benar mengalami kecelakaan. Aku tidak tahu cara menyampaikan hal itu kepada Ibumu, sehingga aku memutuskan hal itu.'' Profesor sedikit berteriak.
Terdengar nada penyesalan disana. Namun hati Justin sudah tertutup. Terlambat ! Langkah Justin terhenti. Dengan kecepatan kilat ia berlari meninju Profesor smith hingga ia terjerembab ke atas tanah. Kacamatanya hancur menjadi serpihan.
''Kau membuatku menjadi seorang kriminal sepertimu ! Jangan menyebut nama ayahku dengan mulut kotormu itu ! ''tangis Justin pecah.
''Pukul aku jika itu bisa membuatmu lega. Aku bisa menjadi pelampiasanmu. Karena aku adalah orang yang harus dipersalahkan !''ucap Profesor melemah.
Justin menggertakkan giginya kuat. ''Bajingan tua, beraninya kau ........''
''Ia mengalami kecelakaan saat ia membawa lari Arianna !''serangan Justin menjeda beberapa detik hingga akhirnya ia menghantam tanah.
Tangannya yang terluka menganga semakin lebar.
''Aku akan menebus kesalahanku ! Katakanlah apa yang kau inginkan. Apakah kauingin nilai A di mata kuliahku ? Apakah kau ingin uang kuliahmu kulunasi ? Apakah kau ingin mobil ? Atau rumah baru ?'' tanya profesor bertubi-tubi mencoba bernegoisasi. Ia putus asa.
BUGGGH..
Justin meninju tanah kedua kalinya. Ia masih tidak mengerti apa yang dipikirkan profesor itu. ia tidak benar-benar menyesali perbuatannya.
''Aku ingin kau menyerahkan diri pada polisi, untuk semua kesalahanmu. Pada Ayahku, Istrimu dan Arianna !''tandas Justin tajam.
Mata profesor membulat sempurna.''Aku sudah berniat melakukannya. Setelah penelitian itu kuselesaikan.''
''Hahahhaa.. Penelitian bodohmu itu ? Lupakanlah, aku akan menyeretmu ke polisi !''
''Penelitian ini untuk Arianna.''
''Berhentilah membodohiku. Kau sudah menghancurkan hidup banyak orang, termasuk aku ! Apakah kau tahu Ibuku mengalami depresi karena perbuatanmu ?''
Ia tertegun menahan kaget. Entah apa yang dipikirkannya.
''Aku mohon. Aku hanya ingin menyelesaikan penelitian ini untuk Arianna ! Penelitian ini sudah mengorbankan banyak hal. Uang, tenaga, pikiran, waktu dan NYAWA ! Beri aku waktu satu minggu untuk menyelesaikannya !''ucap Profesor Smith bersungguh-sungguh.
''Bagaimana bisa aku mempercayaimu ? Kau bisa menyelesaikan penelitianmu dalam waktu satu mingggu, tapi bagaimana dengan kehidupanku yang sudah hancur ? Apakah kau bisa merubahnya dalam satu minggu, Haaaa ?''
''Maafkan aku. Aku menyesal Justin. Apakah kau tidak tahu jika aku hidup dalam beratnya penyesalan ?
Aku dihantui rasa bersalah. Aku menyesal membuat nyawa orang-orang terdekatku melayang begitu saja. Aku sudah menghancurkan kehidupan anakku. Hanya ini yang bisa aku lakukan untuk menebus kesalahanku padanya !''sahutnya dengan terisak.
''Dengan menjadi Ayah yang munafik didepannya ?''
''Kau benar. Tapi aku benar-benar menyayanginya .''
Justin muak. Ia ingin sekali mempercayai perkataan Profesor Smith, namun sayang hatinya sudah terlalu beku untuk penghancur hidup seperti dia.
Derapan langkah kaki terdengar bergesek dengan deretan ubin tangga. Justin segera membenarkan posisinya begitu juga Profesor Smith. Wajah lebam dan sembab takkan bisa terkamuflasekan.
Anggap saja ini bagian dari riasan Halloween.
''Daddy ?''suara lemah itu sangat familiar ditelinga Justin bahkan saat ia tidak melihat siapa seseorang dibalik punggungnya.
''Aleya ?'' Prof.Smith pun tak kalah terkejut.
Prof.Smith segera menjemput Aleya yang sudah basah kuyup dan terlihat kacau.
Ia memapah Aleya pergi dari tempat itu. Meninggalkan Justin yang membatu dengan permintaan maaf yang masih menggantung di bibirnya.
''I wish that i could say it to you.......Sorry.''
KAMU SEDANG MEMBACA
Ugly Duckling ( COMPLETED)
FanfictionCool. Charming. Cold Itu Justin. Dan Aleya. Ugly. Cuman itu. Bagaimana mereka bisa bertemu ? Sangat tidak mungkin bila cinta dimulai dari mata turun ke hati pada cerita ini. Ternyata Aleya adalah kunci bagi Justin untuk menyelesaikan masa lalunya. ♥...
