girlgank⚡
Aurellia Renatta : van lo beneran pulang bareng ka devan?
Zoyha Nayara : widdiiihh serius?
Aurellia Renatta : iya tadi Feli anak kelas sebelah ngeliat, terus cht gw nanyain kalian pacaran apa engga.
Vandra Marissa : wkwk penting bgt emang feli ampe cht lo gt.
Aurellia Renatta : maklum lahh superstar mahh
Vandra Marissa : ban motor gw bocor
Aurellia Renatta : terus?
Vandra Marissa : ada devan lewat, trs bntuin gw
Ayudhia Larasati : motor lo gmn van ?
Vandra Marissa : dibawa montir tadi siang, ini jg udh beres.
***
Vandra, Rere, Dhea, dan Zoyha mengganti pakaian olahraga mereka dengan seragam untuk melanjutkan pelajaran berikutnya.
"yahh yahh bedak gue ketinggalan di kelas deh kayaknya" Rere mengobrak abrik isi goodiebagnya.
"abis lo pake tadi pagi lo taroh dimana?" Zoyha mengingati temannya itu.
"iya nih kayaknya di laci deh, gue duluan ya keburu banyak yang liat gue pucet gini" Rere menatap wajahnya di cermin sambil merapikan tatanan rambutnya "zoy ayo temenin, lo udah selese juga kan?"
"iya iya" Zoyha kemudian mengambil goddie bag miliknya.
"kita duluan ya gais" Rere menarik tangan Zoyha dengan bergegas menuju kelas.
Vandra dan Dhea hanya menggeleng ringan melihat kelakuan kedua temannya itu.
"padahal tadi juga dilapangan bedaknya luntur kena keringat" celetuk Vandra, Dhea hanya tertawa ringan."masih ada sepuluh menit van, sebelum bu aisyah masuk. lo ada mau kemana gitu?" Dhea melirik jam tangannya.
Pak Argo sebagai guru olahraga memang menyudahi mata pelajaran beliau dengan waktu 30 menit sebelum pelajaran olahraga selesai dan pergantian jam pelajaran , agar para murid masih bisa istirahat barang ke kantin atau berganti pakaian.
"emmm ngga deh, langsung ke kelas aja de" Vandra menggeleng
"ohyaudah"
Mereka berjalan dikoridor kelas
"woiiii jangan kabur!!" teriak seseorang, Vandra dan Dhea yang mendengar suara itu sontak menoleh.
"ka angga" lirih Dhea.
Terlihat Angga sedang menghentikan langkahnya dengan napas yang masih terengah, ia menundukkan badannya dengan memegangi kedua lututnya.
"kenapa dia de?"
Dhea segera berjalan ke arah angga yang disusul oleh Vandra.
"ka angga.. kenapa?"
Angga menoleh ke sumber suara kemudian membenarkan posisinya dengan berdiri.
"Andre sama komplotannya ketahuan ngerokok di parkiran. Sama ngempesin ban motor orang"
"ban motor?" Dhea memutar bola matanya "van, motor lo kemaren juga bocor kan?" ia lalu menoleh ke arah sahabatnya itu.
"motor yang dikempesin, motor apa kak?" tanya Vandra khawatir itu motornya lagi, atau kalau bukan berarti ada korban yang lainnya.
"matic, warna putih"
Vandra mengernyitkan dahinya.
"motornya parkir dimana kakk?" tanyanya lagi"deket lab kimia"
Vandra segera berlari menghampiri yang ternyata itu motornya.
"vaannn tunggu" Dhea meneriaki sahabatnya yang langsung lari ke arah parkiran itu."kak, aku nyamperin vandra dulu ya. tolong laporin andre sama temen-temennya ke pak ferdy" ucapnya dengan tergesa kemudian menyusul Vandra yang sudah jauh.
Vandra lari menghampiri motornya.
"Yahh yahh bocor lagi" keluh Vandra.
"Ohh jadi mereka yang bikin kempes kemaren" tambahnya lagi sambil melihat ban motornya yang sudah kempes."mereka siapaa siiii" Vandra menggerutu mendapati ban motornya kini bocor untuk yang kedua kalinya dalam kurun waktu dua hari
"kenapa mereka tega banget ya" ucap Dhea yang juga melihat bahwa ban motor Vandra sudah kempes.
"pulang nanti ikut gue aja van, motor lo biar montir yang kemaren aja yang bawa lagi"
Vandra menggeleng "itu dibantuin devan, gue ngga mau utang budi sama dia lagi"
"gue nelpon pak rahmat aja biar dia yang ngurusin" tambahnya lagi.
Dhea mengangguk "ohyaudah kalo gitu, besok besok ngga usah lagi deh bawa motor. ikut gue atau minta anter pak rahmat aja"
"iya" Vandra mengangguk lesu.
Dhea melirik jam tangan yang melingkari di lengan kirinya "udah mau masuk van, yok ke kelas"
Mereka berjalan menuju kelas karena mata pelajaran bu aisyah akan segera dimulai.
"lama banget kalian ngapain aja" celetuk Rere saat mendapati kedua temannya baru saja datang.
"tadi ka angga mergokin yang ngerokok diparkiran sama bocorin motor vandra" tutur Dhea.
"hahh siapa?" Zoyha antusias.
"belum tau, mereka sempet kabur" Vandra menggeleng lesu.
"emmmm gue tau nih van, kayaknya dia sirik sama lo karena lo jadi anggota paskib" Rere melipat kedua tangan didepan dada "gilaaa yaa ngga ada kapok kapoknya tu orang"
"ehhh kata siapa, kita kan ngga tau apa alasannya" Dhea menyela.
"alahhh dee udah ketauan kaliii dia pengen banget masuk paskib tapi ngga pernah di terima. kelakuannya aja berandal gitu gimana mau lolos"
"iya.. bener tuhh" Zoyha membenarkan argumen dari teman yang sedang duduk disampingnya itu.
"dihh kalo bisa juga gue ngga mau, sini deh tukeran sama gue" tambah Vandra.
***
"Andre bikin ulah lagi

KAMU SEDANG MEMBACA
Hai Cinta
Novela JuvenilVandra Marissa seorang siswi yang tidak pernah mengikuti upacara bendera dan apapun yang berbau kenegaraan. Devan Putra Airizhan seorang siswa anggota Paskibraka, dengan circle pertemanan yang menjadi panutan satu sekolah. Selaku guru BK disekolah...