Fourtheenth

91 14 0
                                    

"Kenapa mau nolongin gue?" Celetuk Vandra tiba-tiba saat mereka berdua sedang melaju dijalanan dengan deruan motor yang sedang bersahut-sahutan.

Devan terkekeh.

"Perlu banget ada alasan kalo mau nolongin orang?" Devan membalikan pertanyaan Vandra yang diberikan kepadanya.

Vandra terdiam.

Memang benar, bukankah menolong sesama adalah kewajiban?
Untuk apa Vandra menanyakan hal yang sama sekali tidak perlu ada jawabannya. Karena ia sendiri pun tahu jawaban itu.

"Gue kurang hafal jalanan disini. Habis ini kemana?" Tanya Devan.

Vandra yang tadinya terdiam dengan pertanyaan balik yang diberikan Devan kemudian tersadar.

"Eee lurus aja. Nanti ada pertigaan belok kiri ada tulisan perumahannya" Vandra mencoba menjelaskan posisi rumahnya dan berharap Devan mengerti penjelasannya.

"Pesenin gue ojek dong" pinta Devan setelah belok kiri mengikuti arahan Vandra.

"Buat apa?" Cewek yang sedang diboncengnya itu bingung.

"Ya buat gue pulang lah. Masa iya gue jalan kaki" sahut Devan yang sambil mengendarai motor Vandra.

"Ohh iya iya" Vandra mengerti kemudian memesankan Devan ojek online karena sudah mengantarkannya hingga selamat sampai rumah.

"Alamatnya kemana?" Tanya Vandra sambil memainkan ponsel untuk memesan ojek online.

"Griya Pondok Indah" sahut Devan memberitahukan alamat yang akan ditujunya.

"Pagar putih yang didepan itu berenti" Vandra yang dari belakang tubuh Devan menunjuk rumah yang dimaksudnya.

Mereka sudah sampai, tepat didepan rumah Vandra. Vandra pun turun dari motornya kemudian membuka pagar rumahnya.

"Ini rumah lo?" Tanya Devan memastikan sambil menatap kerumah yang ada dihadapannya itu, kemudian turun dari motor dan mendorong motor itu masuk ke garasi rumah Vandra.

"Iya" sahut Vandra.

"Ohiya, hari ini libur dulu latihan. Gue ada urusan, kita lanjut besok aja. Biar lo juga bisa istirahat dulu" jelas Devan memberitahukan untuk hari ini mereka tidak usah latihan berdua.

"Oke" Vandra mengangguk dengan sumringah karena hari ini ia benar-benar bisa bermeditasi dikamarnya.

"Udah dipesenin ngga ojek buat gue?" Tanya Devan setelah memarkirkan motor itu dengan rapi.

"Iya udah, dua menit- eh itu diaa" Vandra mendapati ojek online yang sudah menuju ke arahnya dan Devan.

"Makasih ya, ojeknya udah gue bayar" ucap Vandra kepada Devan yang sedang menaiki motor ojek online itu.

"Ya harus lah lo yang bayar, gue udah ngga ada uang buat bayar lo dibengkel tadi" celetuk Devan sebelum ojek online itu melaju.

Vandra menyeringai.

"Ayo berangkat pak" Devan menepuk ringan bahu tukang ojek itu.

Hai CintaTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang