Aku, Kamu, dan Dia.

123 4 0
                                        

Author POV

Andin dan Bian yang seharusnya sekarang dapat menikmati makan malam romantis di restoran favorit mereka justru harus duduk manis di meja makan rumah Andin. Andin yang masih saja kesal atas sikap mamahnya hanya bisa diam mengikut setiap alur yang dibuat mamahnya. Meski ia tidak tahu rencana macam apalagi yang akan dibuat oleh mamahnya namun Andin yakin rencananya pasti akan sangat bertentangan dengan dirinya.

"Oke. Semua makanan udah siap. Tinggal nunggu 1 tamu lagi" Andin dan Bian saling bertatapan ketika mendengar apa yang baru saja diucapkan oleh mamah Andin.

"Siapa?" Tanya Bian bisik-bisik pada kekasihnya tersebut.

Andin hanya membalasnya dengan mengangkat kedua bahunya sebagai jawaban iapun tidak tahu.

"Oh ya apakabar, Bian?" Mamah Andin bertanya ditengah-tengah keheningan yang terjadi

"Baik tante, tante sendiri?" Jawab Bian seramah mungkin.

"Ya seperti yang kamu lihat." Jawab Mamah Andin dingin.

Bianpun memutuskan untuk diam. Dari dulu ia memang menyadari bahwa Mamah Andin kurang menyukai dirinya bersama anaknya.

"KIta nunggu siapa sih, Mah?" Bibir Andin sudah sangat gatal untuk bertanya pada mamahnya siapa 1 tamu yang dimaksudkan tadi.

"Nanti kamu juga tau."

Tidak lama setelah itu bel rumahpun berbunyi. Mamah Andin segera membukakan pintu rumahnya. Dan tamu yang ditunggupun datang.

"Well, Ladies and Gentlemen. Please welcome Our special guest" Ujar Mamah Andin sok berbahasa inggris

Andin pun melihat kearah yang dimaksud dan dia terkejut dengan apa yang dilihatnya.

Andin POV

"Well, Ladies and Gentlemen. Please welcome Our special guest." refleks aku langsung melihat mamah karena ya well aku penasaran dengan 'special guest' yang mamah maksud.

Saat aku lihat tamu tersebut aku cukup terkejut. Is that him?

"Andrian?" aku refleks menyebutkan nama tersebut. Itu Andrian musuh bebuyutan aku waktu kecil dulu yang gendut, trus rakus trus selalu ada bekas makanan dimulutnya? tapi cowok yang berdiri di depan aku sekarang adalah cowok yang mmm seksi. badannya tinggi. rambutnya yang digunting rapih. badannya yang bidang. wajahnya yang super duper tampan. dan wangi.... ya cowok didepan ini bahkan wanginya ngalahin Bian. Aku fikir Bian udah cukup wangi, tapi ternyata ada yang lebih lagi.

"Hai, Din" Dia kenal aku? jadi ini beneran Andrian? oh my god.

"Oke oke mamah tau kalian pasti pengen nostalgia soal masa kecil kalian. tapi makanan dimeja makan udah menunggu plus mamah juga udah kelaperan." Kata-kata mamah menyadarkan aku dari lamunanku. oke aku bukannya jatuh cinta pada pandangan pertama dengan Andrian. Aku hanya terkejut melihat penampilannya yang sangat mmm seksi itu

Author POV

Kesan pertama yang diberikan Andrian cukup membuat Andin berdecak kagum. Selain tampan ternyata Andrian sangat mapan. Ia memiliki perusahaan yang namanya sudah sangat besar di dunia perbisnisan dan dia memiliki banyak saham dimurnya yang baru menginjak angka 27 tahun. Bener-bener idaman semua ibu-ibu.

"Mah, katanya ada yang mau mamah omongin?" Andin teringat rencana awal mamahnya mengadakan makan malam ini. Tapi udah sejam lebih dari makan malam mamah masih belum mau ngomong apapun.

"Kayaknya gak jadi deh, Din. Lain kali aja." Andin mengerutkan keningnya. Merasa aneh dengan sikap mamahnya. Mungkin dia masih terkena efek pesonanya Andrian sama seperti dirinya.

Mama CupidCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang