"Na bangun Na!" Ucap seseorang sambil menggoyangkan tubuh gue
Mata gue yang masih terpejam pun akhirnya terbuka karena suara orang itu
Dengan upaya keras gue membuka mata sampai akhirnya gue melihat sosok seseorang samping gue
Senyumnya yang tak pernah pudar meski hatinya selalu terluka oleh gue, keajaiban senyumnya yang sungguh alami dari hati sehingga sering kali menipu mata seseorang yang melihatnya
Dia baik-baik saja. Itu yang orang-orang katakan namun sesungguhnya, dia begitu hancur.
Kini tak sanggup lagi rasanya hati gue untuk melukai senyumnya yang selalu membuat hati gue tenang
"Kenapa sih Di?" Tanya and ue dengan mata se-perempat terbuka
"Aku mau tunjukin sesuatu sama kamu, dan kamu pasti suka" jawab Aldi dengan begitu senang
"Emang sekarang jam berapa?" Tanya gue sambil mengosok mata gue yang masih terasa sepat
"Jam 4 waktu Poland. Udahh ayo cepat nanti keburu hilang" jawab Aldi lagi
"What?! Jam 4? Gila! Di ini masih pagi banget...kita kan juga lagi liburan ngapain sih bangun pagi----e-ehhh!" Ucap gue yang tidak terima karena waktu tidur cantik gue diganggu
Namun tanpa gue duga Aldi justru langsung mengangkat tubuh gue tanpa berucap apapun
"Bawel! Kesel aku, gamau jalan? aku aja yang gendong" kata Aldi sambil berjalan membawa gue keluar dari kamar
Gue tidak bisa berkata apapun lagi saat ini
Aldi menghentikan langkahnya tepat didepan anak tangga rumah Mia, gue tidak bisa berfikir jernih
"Na, kamu mau naik tangga sambil aku gendong? Aku sih mau-mau aja tapi ini masih pagi tenaga aku belum terisi full jadi nanti kalau jatuh jangan salahin aku ya.." ucap Aldi sambil menatap mata gue
Gue pun beefikir sesaat apa yang tadi Aldi katakan
"Ehh! Turunin aku! Lagian suruh siapa sok-sok nge gendong aku, udah tau aku berat. Lagian mau ngapain sih keatas? Emang ada apaan sih disana?" Seru gue sambil turun dari gendongan Aldi
"Bisa tahan pertanyaan kamu buat nanti ga? Nanti keburu hilang" kata Aldi yang sudah jengkel melihat tingkah gue
"Apanya yang hilang sih? Kamu tuh gak ngasih tau apa-apa" tanya gue lagi yang masih penasaran namun tanpa disangka Aldi justru malah berjalan meninggalkan gue dan menaiki tangga
"Cepet mau ikut gak? Kalau gamau aku tinggal tapi kamu bakalan nyesel kalo gak lihat ini" tanya Aldi yang berhenti di tangga ke lima
"Iya tunggu aku ikut!" Ucap gue lalu berlari menaiki tangga menyusul Aldi
Setelah menaiki anak tangga kami langsung diperlihatkan dengan pintu kaca besar yang ditutupi dengan tirai bermotif bunga dandelion putih yang cantik
Mulai ada beberapa cahaya yang menembus tirai itu, Aldi berjalan mendekati pintu itu lalu dia membuka pintu itu sengan menggesernya ke lain arah
Sungguh gue tidak dapat berkata apapun setelah melihat apa yang ada di depan mata gue
"Wooaa... WOW! FANTASTIC!" Hanya kata-kata itu yang dapat terucap dari mulut gue
Jika kemarin setiba dirumah ini kami disambut dengan sunset yang indah dan sekarang pagi ini begitu menjadi special karena sunrise berwarna ungu, merah, orange bergabung menimbulkan gradasi warna yang indah
"Ciptaan Allah gaada tandingannya! Ini indah banget!! Parah! Aku gatau mau ngomong apa lagi" teriak gue sambil berjalan menuju halaman balkon atas
KAMU SEDANG MEMBACA
Friendship Or Love
Teen FictionNote : part 35-44 yang tadinya di private baru saja di unprivate jadi silahkan membaca SAHABAT adalah sebuah batasan perasaan yang dia simpan agar terus bisa bersama dan memberikan cinta kepada seseorang yang special. Perjalanan cinta nya tidak s...
