Gue membuka pintu ruangan gue dan betapa kagetnya gue saat melihat sosok yang gue kenal sedang duduk di kursi gue sambil memandang foto pernikahan gue dan Aldian yang sengaja gue pasang di meja kerja gue
"Ian?? Kamu---" ucap gue yang terpotong dengan posisi gue masih diambang pintu
"Kenapa gak Bilang? Kenapa kamu gak pernah kasih tau aku? Harusnya aku yang ada disini bukan dia! Kamu Kenapa?? Kamu marah sama aku? Kamu mau ngelampiasin perasaan kamu yang aku campakkan ke Aldian? Kasihan dia Na, aku tau kamu gak cinta sama dia tapi kenapa kamu masih melakukan itu?? Kenapa? Sumpah hati aku hancur Na saat melihat ini! Kamu tau Na kalau aku cinta kamu tapi kenapa kamu--" kata Adrian tanpa henti dan membuat gue naik darah karena selama ini dia yang salah bukan gue dan harusnya gue yang ngomong kayak gitu
"Stop!! Sekarang aku balikin semua omongan kamu, Kenapa kamu gak Bilang alasan kamu putusin aku? Kenapa kamu gak pernah kasih tau aku semuanya? Memang harusnya kamu yang ada disitu bukan dia! tapi aku bisa apa? yang ada Kamu Kenapa?? Salah aku emang apa sama kamu? Sampai kamu putusin aku tanpa sebab, aku gak pernah jadiin Aldi pelampiasan karena aku tau dia itu tulus sayang sama aku, apa salahnya kalau Aldi ingin aku bahagia bersamanya? Kamu yang buat aku sengsara! Jadi kamu gausah menyalahkan semuanya! Kamu tau aku gak cinta sama dia tapi kenapa kamu membiarkan semua ini terjadi?? Kenapa? Kamu gatau betapa hancurnya hati aku! Kamu gapernah tau! Karena kamu pergi menghilang tanpa jejak tanpa alasan! Kamu tau Ian kalau aku cinta kamu, tapi kamu juga yang buat aku harus mencintai orang lain dan saat ini aku sudah bahagia dengannya bukan denganmu lagi!" Balas gue dan kini bukan hanya amarah namun tangisan gue pun pecah
Adrian yang tadinya duduk kini berdiri dengan deru nafas yang membara
"Aku minta maaf... aku memang salah..." kata Adrian sambil menundukkan kepalanya
"Malam itu dimana aku sudah mempersiapkan semua pakaian yang akan aku bawa ke Indonesia, tiba-tiba keluarga Bailey datang sambil menangis lalu dia meminta tolong ke aku untuk aku kasih kesempatan terakhir buat Bailey karena dia sedang sakit cancer darah stadium dua, jujur aku ingin menolaknya namun hati nurani aku tidak kuat untuk mengatakan itu karena di saat-saat terakhir seseorang yang sedang berharap untuk kembali merasakan kebahagiaan akan mati dalam sekejap jika aku menolaknya maka aku menerima tawaran itu dan mengorbankan kisah cinta kita yang selama ini aku jaga dengan baik" jelas Adrian sambil menutup wajahnya dengan kedua tangannya
"Asal kamu tau Ian, selama ini aku selalu mengirim pesan ke kamu, telfon kamu, email kamu, sampai saat aku mau menikah pun aku memberitahu kamu lewat pesan namun kamu gak pernah meresponnya jadi bukan salah aku" seru gue lirih dan kini Ian berjalan mendekati gue
"Ta..tapi aku gak pernah dapat pesan satupun dari kamu ataupun yang lainnya" kata Ian dengan wajah bingung
"Karena Bailey telah menghapusnya, dia tidak mau kalau kamu kembali lagi denganku maka dari itu dia melakukan itu. Tapi tadi dia sudah minta maaf jadi aku juga sudah memaafkannya, memang sekarang sudah terlambat untuk semuanya maka dari itu aku mohon sama kamu untuk tetap berada disampingnya karena kamu tau sekarang aku sudah bahagia sama Aldi" seru gue
"Tiana aku minta maaf... sumpah aku gatau kalau akan terjadi seperti ini, aku mau kamu bahagia sama aku Na..." kata Ian sambil memeluk gue erat
"Semuanya sudah terlambat Ian, aku gak mungkin cerai sama Aldi begitu aja. Kamu harus terima semuanya kalau takdirnya aku bukn buat kamu" ucap gue lirih sambil menenggelamkan wajah gue di dada Ian
"Yaa Allah aku nyesel sumpahh.. aku mau kamu balik sama aku..." kata Ian sambil menggelengkan kepalanya
"Kamu harus ke Bailey sekarang karena sebentar lagi dia akan bangun, nanti aku akan kirim pesan alamat rumah aku yang sekarang jadi kamu bisa main sama Bailey nanti sekalian konsultasi Bailey. Semoga kalian jadi juga yaa soalnya tadi Bailey bilang kalau kalian akan menikah saat Bailey sehat" kata gue dengan senyuman terpaksa lalu melepas pelukan Ian dan mendorongnya keluar dari ruangan gue
KAMU SEDANG MEMBACA
Friendship Or Love
Ficțiune adolescențiNote : part 35-44 yang tadinya di private baru saja di unprivate jadi silahkan membaca SAHABAT adalah sebuah batasan perasaan yang dia simpan agar terus bisa bersama dan memberikan cinta kepada seseorang yang special. Perjalanan cinta nya tidak s...
