26. I choose Him (End)

2.2K 95 6
                                        

"He's not perfect, but he's all i want."

***

Aku berjalan mengiringinya sambil cemberut, aku pacarnya bukan sih? Diseret-seret mulu daritadi. Ohiya soal kemaren kan kataku cuman saling jaga perasaan, tapi karena aku dan Adit tidak tahan karena gak ada ikatan hubungan apa apa jadi aku mengiyakannya untuk menjadi pacarnya. Ternyata cowo kalo udah milih baju juga ribet kek cewe.

"Kenapa muka lo cemberut gitu?"tanya Adit sambil memilih-milih sebuah t-shirt.

For your information, aku dan Adit memutuskan untuk pakai aksen lo-gue karena aku-kamu itu terdengar menggelikan ditelinga kami. Walau terkadang, kalau salah satu dari kami manja pasti pakai aksen aku-kamu.

Aku menggeleng, "Bête aja."

Adit berhenti memilih baju dan menatapku, "Bentar lagi ya, abis ini kita makan deh."

"Ya."ucapku singkat.

Adit mencubit pipiku dengan gemas, "Jangan bête gitu dong. Janji deh abis ini lo mau kemana gue temenin deh."

"Beneran ya? awas lo php."ucapku.

Adit mengangguk dan mengambil salah satu t-shirt berwarna abu-abu, "Ini bagus gak di gue?"

Aku menggeleng, "Gak, gue sering lihat lo pake baju abu-abu."

Aku mengambil salah satu t-shirt berwarna navy, dan mencocokkannya dibadan Adit, "Nah ini aja dit."

"Gak ah apaan warnanya biru malem gitu."tolaknya.

Aku mendengus kesal, "Yaudah serah lo aja."

"Yaudah iya-iya gue ambil dua-duanya aja kali ya."ucapnya sambil mengambil dua t-shirt itu.

Aku mengangguk asal, Aditpun menggandeng tanganku menuju kasir untuk membayar kedua baju itu.

***

"Sakit bego."ucapku ketika Adit mencubit pipiku

Adit terkekeh kecil, "Kita ke starbucks yuk. Dimas ngajakin, katanya bareng Vira juga."

Aku memanyunkan bibirku, akukan pengen jalan berdua sama Adit aja hari ini.

"Kok manyun lagi sih?"tanya Adit.

"Tau."ucapku sambil berjalan mendahuluinya.

Adit mengahalangiku berjalan, "Kamu mau kemana sayang?"

"Ih jijik!"

Adit terkekeh geli, "Iya-iya, jadinya mau gak ke starbucks?"

Aku menggeleng sambil cemberut.

"Terus maunya apa?"tanya Adit sabar.

Aku menunduk, "Gue maunya jalan sama lo doang hari ini. Gak mau ada yang ganggu quality time kita. Kita udah seminggu gak jalan."

Adit mengangkat wajahku dan tersenyum, "Yaudah kita gak usah ke starbucks. Sekarang maunya kemana?"

"Terserah aja asal berdua sama kamu."rengekku manja.

Adit tersenyum manis, "Manjanya kumat ya."

"Bodo ah."

"Yaudah kita makan aja gimana?"ajak Adit.

Dan pastinya aku mengangguk antusias.

***

Jadilah aku dan Adit disini, di salah satu restoran di mall ini.

You AreTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang