Donghae merasa marah, kesal, dan juga gelisah. Permintaannya untuk memindahkan kembali Ryeowook kekantor cabang ditolak oleh para direksi, membuat ia tertekan oleh rasa takut. Dua minggu lalu ia melampirkan proposal itu, dan tadi pagi baru diputuskan melalui rapat tertutup. Kegelisahan itu diketahui oleh, Eunhyuk. Wanita cantik berkulit putih bersih itu hanya bisa menggeleng samar melihat kegelisahan sang suami yang dilampiaskan dengan berjalan tak tentu dalam ruangan.
"Apa yang harus kita lakukan sekarang?," gumamnya pada Eunhyuk, tapi terasa seperti untuk dirinya sendiri,
Kita. Apa sekarang Eunhyuk harus ikut bersama sang suami. Kebahagian Kyuhyun adalah salah satu hal terpenting juga bagi Eunhyuk, menjaga perasaannya adalah hal utama, tapi bagaimana dengan Ryeowook? Wanita itu juga berhak untuk bahagia setelah semua luka yang menyayat hatinya.
"Kau seorang pengacara, kau pasti bisa untuk melakukannya."
Tatapan itu begitu yakin, Eunhyuk merasa terhargai akan hal itu. Donghae adalah suami tercintanya, dia juga terluka maka Sebagai istri Eunhyuk juga merasakan hal sama. Sisi kemanusiaan Eunhyuk perlahan mulai terkikis, rasa cinta dan simpati pada sang suami lebih mendominasi.
"Kau akan mencobanya, kan?"
Tatapan itu penuh harap, membuat tubuh Eunhyuk bergetar, mendorong ia pada jurang pilihan yang teramat sulit.
"Eunhyuk!"
Helaan nafas ia lakukan, membuka mulut tanpa suara sampai selang beberapa detik. "Aku akan melakukannya," putusnya. Merasa menyesalpun saat ini tidak ada gunanya, meminta maaf akan semakin membuat rasa sakit terasa. Eunhyuk hanya bisa berharap, Ryeowook akan menjadi wanita yang semakin kuat.
"Aku berharap padamu,"
Ryeowook tidak boleh bahagia, dia harus mati dalam penderitaan, seperti Seohyun, adik tersayangnya
"Tenanglah, Donghae." Eunhyuk mencoba untuk kesekian kalinya, berjalan mendekati pria tampan itu, menariknya untuk berhadapan sebelum membawa tubuh tegap yang terasa tegang itu dalam pelukan. Helaan nafas saling bersahutan, dengan lembut dan menenangkan, Eunhyuk mengelus punggung itu, membiarkan sang suami menciumi tekuknya.
"Apa yang akan kau lakukan jika aku melupakanmu?,"
Kecupan itu terhenti, Eunhyuk tahu bahwa Donghae kembali marah, wanita itu mengeratkan pelukannya saat Donghae ingin melepas diri.
"Apa maksudmu?" Tanyanya geram, masih berusaha mendorong tubuh Eunhyuk agar menjauh, melepaskan pelukan mereka.
"Tidak ada! Aku hanya ingin tahu saja. Jangan marah, aku hanya penasaran," Eunhyuk tersenyum kecil walaupun tidak terlihat, tapi itu mampu membuat Donghae berhenti berusaha melepaskan pelukan mereka. "Tapi jika itu aku, maka aku akan berusaha mempertahankan mu. Melakukan apapun untuk membuatmu kembali padaku walaupun harus dengan cerita baru tanpa kenangan masa lalu apapun,.. Karna aku sangat mencintaimu."
Pelukan itu mengerat. Rasa bersalah memukul telak hati Donghae, membuatnya sesak sesaat. Dia jahat. Tentu. Tapi inilah yang bisa dia lakukan untuk sang adik. Walaupun Seohyun tidak suka ia melukai Kyuhyun, tapi dia akan tetap melakukannya. Karna tujuan dia adalah Ryeowook, wanita itu harus merasakan bagaimana rasanya kehilangan seseorang yang dia cintai, hidupnya.
oOo
Dalam tarikan nafas yang dalam dan pelan. Kyuhyun masih memaku tatapannya pada wajah cantik tepat dihadapannya, berjarak sangat dekat dan menantang. Belum ada yang bersuara setelah kata bernada perintah keluar dari bibir tipis milik sang wanita, keduanya masih sibuk menelisik keindahan dari wajah dihadapan masing-masing.
KAMU SEDANG MEMBACA
Full House
FanfictionBahkan saat dirumah, kita seperti orang asing yang kebetulan bertemu setiap saat.
