"Apa hubungannya pembicaraan kita dengan Baron Kak?"
Flassback
Kediaman keluarga Mays.
Malam itu sepi, waktu sudah menunjukkan pukul 23:30. Dion dan Zea mungkin sudah tidur, berbeda denganku. Aku gelisah tak bisa memejamkan kedua mataku. Aku merasakan haus, aku turun beranjak menuju dapur yang ada dilantai bawah. Aku mendengar suara orang berbicara. Menyusuri lorong menuju sumber suara. Ternyata ada di ruang keluarga. Ayah dan Bunda terlihat serius. Awalnya aku tak peduli, namun ketika aku mendengar Bunda menyebutkan nama Zea adikku aku jadi ingin tau.
Disinilah aku sekarang. Berdiri dibalik dinding. Tak mungkin mereka mengetahui keberadaanku.
"Aku tak ingin berpisah dengan Zea jika dia tau kebenarannya yah"
"Iya bun, tapi Dea udah besar. Dia wajib tau kebenaran itu"
Apa sebenarnya hal yang dirahasiakan mereka tentang Zea? Selama ini semua terlihat baik baik aja, ga ada yang mencurigakan.
"Lalu, jika Zea meninggalkan kita gimana yah?"
"Kita bicarakan baik baik sama dia, beritahu hal sebenarnya tentang kenapa orang tuanya menitipkan dia pada kita bun, aku yakin dia bisa memahami, Zea adalah gadis kuat bun, ayah yakin semua baik baik aja"
Terduduk ditempatku berdiri, aku menutup mulutku dengan kedua telapak tangan. Aku tak percaya Zea bukan adik kandungku, pantas saja rambutnya berbeda dengan kami semua. Sifatnya juga tak mirip dengan ayah dan bunda.
"Dea?"
Itu suara Ayah, sejak kapan dia ada didekatku? Aku mendongak mendapati Ayah dan bunda berdiri disampingku, memandangku yang kini terduduk dilantai. Apa yang harus aku lakukan? Bagaimana jika mereka memarahiku?
"Sayang, sejak kapan Dea disini?"
Aku hanya diam dan menunduk, tak berani menatap mereka. Aku takut.
"Deaa, jawab Bunda" ucapnya lembut.
"Se..jak kalian bilang.." Hening "Dea tau kenapa Zea memiliki rambut berbeda dengan kita, Dea tau semuanya" ucapku sambil terus menundukkan kepalaku.
Saat itu juga Bunda memelukku, hangat. Aku mendengar isak tangisnya. Apa Bunda menangis? Aku ga suka liat Bunda orang yang aku sayang menangis.
"Berjanjilah untuk diam sayang, Bunda dan Ayah yang akan membicarakan ini dengan adikmu, apakah Dea mengerti?"
Aku mengangguk, ya aku memang tidak berhak memberitahu Zea, hanya Bunda dan Ayah yang memiliki hak itu. Aku berharap mereka tetap akur, tak akan ada permusuhan setelah Zea mendengar semua kebenaran.
Flashback end.
Aku menunduk mencerna ucapan Dea,jadi aku memang bukan anak kandung mereka? Lalu aku anak siapa? Selama 17 tahun aku hidup dengan mereka, orang yang aku sayang, orang tuaku, namun mereka bukanlah orang tuaku. Pantas saja aku tidak memiliki sesuatu yang mirip dengan mereka semua. Apa yang harus aku lakukan? Apa aku marah? Tidak!! Apa aku kecewa? Tentu saja!! Jadi siapa orang tua kandungku? Entahlah!! Apa mereka membuangku? Oh my God!!
Aku menatap Dea, matanya sayu, aku ingin tau kenapa mereka menitipkanku. Apakah Dea tau?
"Kenapa gue dititipin ke ayah dan Bunda kak?"
"Gue ga tau"
Kecewa!! Ternyata dia ga tau, jadi siapa yang mengetahuinya? By the way kenapa tadi ada nama Baron disebutin sama Dea? Ngapain Baron kesini?
"Baron!! Siapa dia?"
"Dia orang yang menitipkanmu kesini, dia masih memiliki hubungan keluarga dengan kedua orang tuamu. Saat usia lo 4 tahun putra mereka sakit sakitan makanya lo dititipin ke Ayah saat itu karena mereka akan pergi keluar negeri untuk mengobati putra mereka satu satunya. Tiga tahun kemudian mereka balik dan datang untuk menjemput lo, tapi kita saat itu sudah sangat akrab,gue ga pengen pisah sama lo yang gue tau adalah adik gue. sehingga lo tinggal bersama kami hingga kini"
KAMU SEDANG MEMBACA
Women Drivers
RomantizmBekerja menjadi supir itu rasanyaaa 'GAK ENAK' apalagi menjadi supir orang songong seperti ZAKKA . Masa sih aku harus jadi supir? Mau gimana lagi? Tak ada pilihan lain. Semangat!!!!!doain aku bisa melewati ini kawaan
