Author POV
Waktu berlalu sangaaattt cepat.
Udah dua tahun sejak Zea wisuda. Dia mulai mengelola perusahaan Remon.
Menjadi Direktur Utama diusianya yang masih sangat muda membuatnya menjadi incaran kaum adam. Baron sudah menyerahkan semua hak milik pada Zea sejak dia lulus kuliah. Dan selama dua tahun ini perkembangan perusahaan semakin pesat dan menguntungkan.
Sekarang disinilah Zea berada. Di sebuah ruangan yang sudah di dekorasi menjadi kamar pengantin. Dia sudah memakai kebaya putih yang sangat indah, sedangkan rambutnya disanggul modern menyisakan dua helaian yang dibuat curly di kiri dan kanan pipinya.
"Aiihh cantiknya adek Kakak"
Dea masuk menggendong putranya yang berusia satu tahun. Dea dan Zakky menikah tepat saat seusai Zea wisuda, sedangkan dirinya bertunangan dengan calon suami yang sudah menunggunya.
"Jelas doong"
"Iya deh yang lagi bahagia"
Intan hanya tersenyum. Dia duduk diranjang menemani sejak tadi.
"Calista ayo keluar, udah ditunggu calon suami sama pengulu"
Zea kaluar didampingi Dea dan Intan. Duduk disamping calonnya yang sudah rapi dan sangat tampan.
"Saya terima nikah dan kawinnya Calista Zea Zayla dengan mas kawin tersebut tunai!!!"
'Aaaaa.. Aku udah nikah yeee...'
Flashback_
"Za, dimana lo?"
"Di kamar Zea, kenapa Kas?"
"Ngapain lo dikamar Zea? Ah udahlah. Ke TamKot sekarang atau lo menyesal"
Tuutt... Tuutt... Tuutt...
"Apaan sih Lukas? Aneh"
Zakka memang tak akan memperdulikan Lukas. Tapi entah kenapa kakinya berjalan meninggalkan kamar Zea.
Taman Kota.
Sepasang mata mencari cari keberadaan Lukas. Lukas hanya bilang TamKot, ga bilang keberadaannya. Matanya sibuk mencari cari Lukas tapi bukan Lukas yang dia lihat melainkan Zea dan Evan.
"kamu mau ga mengisi relung hati aku?"
Dilihatnya Evan menyodorkan cincin disana. Mendadak ada sesuatu yang panas dan benda berat menghantam dan meremukkan jantungnya, hatinya, dan kepalanya.
"Aku tau ini terlalu cepat tapi aku sangat berharap kamu menerimaku Zee"
Zea terdiam cukup lama. Zakka pun diam. Evan melihat mata Zea dengan tatapan memohon. Diseberang ada Lukas juga yang menyaksikan kejadian ini. Tak perlu ikut campur tangan karena Lukas yakin mereka bisa menyelesaikan masalah sendiri dan Zea akan memutuskan yang terbaik buat dirinya sendiri.
"Aku...Mungkin...."
"Zee..."
Zea tak bisa melanjutkan kalimatnya lagi karena Zakka sudah memotong kalimatnya dengan panggilan yang lembut membuat Zea menengokkan kepala ke belakang melihat Zakka yang terlihat, sedih?
"Za.."
Evan mendesis ditempatnya terlihat sangat membenci keberadaan Zakka yang tiba tiba mengganggu acara pentingnya
"Aku ingin bicara Zee"
Tak tau apa yang harus dilakukan Zea karena dia sedang bicara sesuatu dengan Evan sedangkan Zakka meminta dia membicarakan sesuatu juga.
KAMU SEDANG MEMBACA
Women Drivers
Storie d'amoreBekerja menjadi supir itu rasanyaaa 'GAK ENAK' apalagi menjadi supir orang songong seperti ZAKKA . Masa sih aku harus jadi supir? Mau gimana lagi? Tak ada pilihan lain. Semangat!!!!!doain aku bisa melewati ini kawaan
