#
Zakka POV
Wuaaahhh...udah lama ga ngerasain udara polusi Kota kelahiran. Ya walaupun kota penuh polusi tapi kangen juga. Lebih tepatnya kangen sama seseorang sih, tapi lebih jelas lagi kangen sama orang orang yang kengen sama aku, narsis banget!! Emang ada yang kangen sama lo gitu? Jelaaasss....lihat, mereka nyambut kedatangan aku antusias, tadi juga Zea di Bandara bilang kangen. Asiiiikkk... Zea, oh Zea, sepertinya aku ga bisa nyangkal hatiku lagi. Enam bulan ga ketemu berasa kayak 6 tahun.
Dia memang ga berubah!! Tetap Zea yang sederhana tapi cantik, masa sih dia jemput aku cowok kece pake pakaian kayak gitu? Pake kaus oblong dan celana jins. Ga banget deh!! Tapi seneng juga sih karena cuma dia yang jemput, aku jadi bisa pelukan sama dia. Jarang jarang loh bisa peluk dia gini, atau malah ga pernah sama sekali.
Alangkah bahagianya pas dia ada didekatku, selama 6 bulan ini aku hanya mendekam di rumah sakit. Aku beneran dapet perawatan intensiv. Awalnya aku takut karena banyak luka bakar diwajah dan badanku, membuat tubuhku panas dan ga nyaman tapi aku bersyukur bisa kembali seperti semula. Semua ini karena Zea, dia menyelamatkanku. Lagi lagi dia nolongin aku, dia memang selalu ada disaat aku butuh pertolongan. Ya walaupun terlambat dikit sih, tapi ya sudahlah.
Aku memang bahagia bisa bertemu mereka, tapi aku ga bahagia saat liat dia berpelukan dengan cowok lain, walaupun cowok itu Lukas temen aku sendiri. Tetep aja hatiku panas sampe nyengat ke ubun ubun dan seluruh tubuh.
Sedekat apa mereka selama aku ga ada disini 6 bulan? Apa mereka pacaran? Kedua tanganku mengepal memikirkan hal ini. Zea melihatku saat dia melepas pelukannya. Aku hanya diam melihatnya hingga dia memalingkan pandangannya ke arah lain.
"Za.."
"Apa?"
"Ih, jutek amat sih?"
Sampai lupa, aku dari tadi sama Hera, itu loh yang minta balikan. Aku ga pernah membicarakan hal itu lagi karena males dan juga ada insiden kemarin, sekarang dia deketin aku lagi.
Aku melihat Zea lagi, dia masih disana ketambahan om Baron dan Tante Intan seperti bicara sesuatu. Lalu aku tak memperhatikan mereka lagi, aku melihat Mom dan Dad sedang berbincang disamping Zakky dan teman teman lain.
"Za.. Kok gue dicuekin sih?"
"Apa sih Ra?"
"Balikan yuk? Gue masih cinta elo"
Wah ini anak dari dulu blak blakan mulu. Gimana si yah? Aku masih inget kejadian dulu sih, dia selingkuh dibelakangku bikin aku agak gimanaaa gitu kalau deket sama dia. Padahal dulu aku beneran cinta sama dia, tapi ternyata nusuk dari belakang sejak saat itu aku berusaha melupakan semua tentang dia. Entah sejak kapan aku bisa melepas dia, mungkin sejak mengenal Zea.
Entah sejak kapan Zea ada disamping aku, dia terlihat terkejut lalu berubah lagi jadi biasa.
"So..sorry ganggu, gue cuma mau pamit Za"
Tanpa mendengar jawabanku dia pergi meninggalkanku dan Hera, lalu om Baron, Tante Intan, Lukas dan De mendekatiku pamit juga, sepertinya mereka sudah pamit ke Mom dan Dad karena langsung meninggalkan taman.
Apa Zea denger pembicaraan aku dan Hera? Kira kira apa kata hatinya yah? Jangan jangan dia biasa aja malah ga peduli, kan dia deket sama Lukas, ah dia juga deket sama Evan loh.
"Zakkaaaa, lo dengerin gue ga sih?"
Astaga!! Hera!! Aku lupa dia ada dideketku.
"Sorry Ra, gue ga bisa balik sama lo, gue ga ada rasa lagi, gue ke Mom dulu ya?"
KAMU SEDANG MEMBACA
Women Drivers
RomansaBekerja menjadi supir itu rasanyaaa 'GAK ENAK' apalagi menjadi supir orang songong seperti ZAKKA . Masa sih aku harus jadi supir? Mau gimana lagi? Tak ada pilihan lain. Semangat!!!!!doain aku bisa melewati ini kawaan
