Kelas D

13.9K 750 8
                                        

Hari itu setelah les, aku makan di restourant di dekat WRD. Pelayan memberikan pesanan kami. Saat di tengah-tengah acara makan, aku teringat sesuatu.

Aku meninggalkan buku PR yang harus dikumpulkan besok. "Mi bukuku ketinggalan" kataku pada mami. "Kok bisa lho na, besok aja ambil" jawab mami dengan terus menyantap makanannya.

"Gak bisa mi, itu harus dikumpulin besok, mi kesana lagi ya please" pintaku kepada mami. "Ya ya, habisin dulu tu makananmu" jawab mami. "Nanti kalau udah tutup bagaimana mi?" Tanyaku. "Kamu kirim pesan dulu sama gurumu. Bilang kalau ada yang ketinggalan. Bentar lagi kita kesana gitu" jawab mami. "Thanks mi" jawabku dengan tersenyum.

Setelah makan, akupun kembali ke WRD. Tampak pintu depan belum di tutup namun lantai dua nampak sudah gelap. Di dalam ada ko William dan ko Roy sedang bercakap-cakap.

"Hai ko" sapa ku ke mereka berdua. "Halo na, bukumu ketinggalan ya" tanya ko William. "Iya ko, aku ambil dulu ke atas ya ko" jawabku. "Kamu berani na?" Tambah ko Roy dengan tersenyum. "Ya berani lah ko, emangnya ada apa?" Kataku. "Gak ada apa-apa na," sahut ko William.

Lantai dua itu agak gelap dengan tangga yang berkelok disusul ruang-ruang kelas yang telah sepi. Di ujung lantai dua ada sebuah pintu besar yang terbuat dari kaca yang belum pernah ku lihat dibuka.

Sinar rembulan yang lembut sayup-sayup memasuki lantai dua itu hingga di beberapa kelas. Aku terus berjalan ke kelas E. Kelas yang paling ujung dan paling dekat dengan jendela.

Setelah aku mengambil bukuku. Aku kembali ke bawah. Untuk menuju tangga. Dari kelas E harus melewati kelas D dan C yang tak ada pintu di sana. Sinar rembulan sayup-sayup ikut menerobos masuk ke dalam.

Dengan iseng ku perhatikan kelas kosong itu sambil berjalan. Namun ku sadar kalau kelas itu tidak benar-benar kosong.

Terpaan sinar rembulan sayup-sayup membuatku melihat ada seorang murid masih terduduk di kelas D. Dengan muka tertunduk dan sebuah buku yang ada di depannya.

Aku mengalihkan perhatianku dan langsung turun ke bawah. "Ko ada murid masih diatas ya?" Tanyaku pada ko William. "Roy muridmu masih ada yang belum pulang kah?" Tanya ko William pada Ko Roy. "Enggak. Terakhir tadi kamu na yang pulang dari kelasku" jawab ko Roy.

"Bukan-bukan, bukan dari kelas E, tadi aku lihat di kelas D" jawabku. "Ah gak mungkin lah" jawab Ko William. Ko William adalah pemilik sekaligus salah satu guru di WRD.

"Iya bener ko, tadi ada" jawabku. "Jangan-jangan itu Mey Chan" jawab ko Roy sambil tertawa. "Ya gak lah, mana mungkin. Kalau koko gak percaya ayo keatas" jawabku dengan mengajak ko Roy.

Aku kembali lagi ke lantai dua dengan ko Roy. Aku ingin menunjukkan jika yang ku lihat itu benar. Sesampainya di kelas D. Kelas itu kosong dengan bangku-bangku yang tak ada apa-apa diatasnya. "Tuh kamu lihat sendiri kan tidak apa-apa" kata ko Roy.

"Ko tadi ada ko, ayo coba cek di kelas yang lain" jawabku. Di kelas lain pun sama. Tidak ada apa-apa disana. Akupun merasa aneh. Apa jangan-jangan aku salah lihat. Aku berfikir positif tentang hal itu. Mungkin aku yang salah lihat.

Kejadian-kejadian seperti itu tidak terjadi sekali. Setelah kejadian itu, ada beberapa kejadian yang diluar nalar terjadi disana. Suatu ketika seseorang akan tahu kalau apa yang aku lihat itu ada.

The Last Student (murid terakhir)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang