Keesokan harinya aku menceritakan apa yang terjadi tadi malam pada Linda. "Kamu ngantuk na itu" jawab Linda. "Gak lah, kemarin beneran ada" jawabku. "Orang ngantuk tuh gak pernah ngaku kalau ngantuk" jawab Linda.
"Udah di cek ko Roy gak ada apa-apa kan?" Tambah Linda. "Iya sih" jawabku. "Trus ko Roy bilang apa?" Tanya Linda. "Katanya itu Meychan" jawabku.
"Hayo, Meychan datang" kata Linda. "Gak lah. Mungkin ku salah lihat paling" sangkalku. "Hari ni kamu les?" Tanya Linda. "Iya, kamu juga kah?" Tanyaku. "Nanti kalau kakaku les aku juga les" jawab Linda. "Ayolah please, lusa ada tes math lo" jawabku. "Oke, nanti aku les" jawab Linda.
Kelas D di WRD adalah kelas yang jarang digunakan. Hanya jika ada banyak sekali murid yang datang maka kelas D akan digunakan.
Hari itu ketika aku kesana untuk belajar, ku lewati kembali kelas D. Tak ada apa-apa disana. Ku perhatikan bangku yang kemarin ku melihat seorang anak kecil. Tak ada apapun disana. Hal itu membuatku percaya mungkin aku hanya salah lihat saja.
Di lantai dua terdiri atas 4 kelas. Yaitu kelas C, D, E, dan F. Kelas-kelas itu terisi penuh pada hari itu. Termasuk kelas D. Pintu besar yang ada di samping kelas E berdiri gagah sebagai pembatas kelas.
"Ko kenapa pintu itu gak di buka ko?" Tanyaku pada ko Roy. "Nanti kalau ada yang jatuh gimana?" Jawab ko Roy. "Ya gak lah ko, lagipun kan ada pembatasnya di balkon" sangkalku. Ku menaruh pandang ke balkon dibalik pintu kaca itu. Tampak berdebu dengan sebuah meja disana. Tampak sudah sangat lama sekali tidak ada orang yang kesana.
"Ko William aja tidak punya kuncinya" kata ko Roy. "Trus buat apa dikasih pintu coba" tanyaku. "Sudah-sudah selesaikan dulu kerjaanmu". Tambah ko Roy.
Hari itu setelah kelas berakhir aku duduk di ruang tunggu WRD. Di ruang tunggu itu berjejer kursi-kursi untuk murid yang menunggu jemputan dan orangtua menunggui anak-anaknya selesai belajar.
Di ruang tunggu itu terdapat sebuah meja admin yang dipakai guru-guru untuk menulis absensi. Ko Roy yang ikut turun setelah kelas berakhir tadi duduk di meja admin untuk menulis absensi.
Aku duduk dengan Linda di sana. Linda sedang asyik bermain game dan tak menghiraukan semuanya. Aku melihat-lihat ke sekeliling. Di lantai satu itu selain ruang tunggu, ada juga kelas A dan B. Ada kantin dan toilet di samping kelas B.
Beberapa saat kemudian turun ce Violla salah satu guru di WRD bercakap-cakap dengan ko Roy. "Roy tadi muridmu siapa?" Tanya ce Violla. "Murid yang mana?" Sahut ko Roy.
"Itu loh yang kecil, cantik ya anaknya" imbuh ce Violla. "Tadi aku cuma ngajar anak-anak SMP ce" kata ko Roy. "Dia masih kecil, SD mungkin. Kalau TK gak mungkin lah" tambah ce Violla. "Gak ada ce, tadi aku cuma ngajar Ana, Linda, Riko, sama Dovi aja. Itupun SMP semua" sangkal ko Roy.
"Ada kok tadi yang kecil, tadi lho aku lihat di kelasmu" jawab Ce Violla. "Hantu mungkin" sahut ko Roy. "Ah ngaco ah, udah-udah aku takut nih" tambah ce Violla sambil mulai mengisi absensi di meja admin.
Aku mengikuti percakapan mereka tentang murid yang tadi ce violla lihat. Ku lemparkan pandanganku ke samping ke Linda, dia dari tadi terus fokus ke layar smartphonenya. "kamu kok main terus?" Tanyaku pada Linda. "Kenapa na?, seru nih" jawab Linda. "Kamu lho gak ngajak aku ngomong lin" tambahku. "Kamu ikut main aja na" jawab Linda seenaknya. "Hidiih" jawabku.
Beberapa saat setelah itu, ko Dani turun dari lantai dua. Ko Dani adalah guru yang biasa mengajar di kelas C. "Ko sudah tidak ada murid di atas?" Tanya ce Violla.
"Sudah tidak ada" jawab ko Dani. "Beneran ko?" Tanya ce Violla. "Iya beneran, tuh sudah aku matikan lampunya" tambah ko Dani. "Sudah koko cek di kelas-kelas?" Tanya ce Violla lagi.
"Ya Tuhan, gak ada anak satupun, cek ke atas kalau gak percaya" jawab ko Dani. "Gak ah ko" sahut ce Violla.
Perasaanku mulai tidak enak, di tambah kembali teringat dengan kejadian kemarin malam. Mungkin ce violla juga mengalami sepertiku. Namun mungkin juga tidak. Tapi dari tadi aku di kelas E bersama ko Roy, tak ada murid yang seperti di ceritakan ce Violla. "Lin aku pulang dulu ya" kataku sambil cepat-cepat mengangkat tasku. "Kamu udah di jemput?" Jawab Linda.
"Aku jalan kaki aja lin" sahutku. "Gila kamu, rumahmu jauh lho, ayo bareng aku aja, nih mamaku dah sms katanya dah di depan" jawab Linda. "Yaudah aku bareng kamu aja lin" jawabku. Dengan mendahului langkah Linda meninggalkan ruang tunggu itu.
KAMU SEDANG MEMBACA
The Last Student (murid terakhir)
HorrorTempat itu selalu ramai dengan suara canda murid, namun ketika kelas telah usai dan pintu utama di tutup, tidak ada yang mengira apa yang tengah terjadi disana.
