Sementara Brianda dan Zian yang melacak Maysha, diam-diam Ail pun sedang menmeriksa target lainnya. Yaitu Steve.
Steve merupakan teman sekelasnya. Dia adalah orang yang paling sering menindas Ail. Terutama setelah cowok itu tahu kasus yang menyeret ayahnya. Selain itu, Steve pun kerap menjadi provokator agar semua orang mem-bully Ail. Seperti halnya saat UAS fisika.
Ail masih bisa merasakan pesakitan di hatinya akibat kejadian tersebut. Ia dilecehkan oleh kata-kata, kasus ayahnya diungkit-ungkit, dan ia dipecat dari tempat kerja sambilannya. Ketiga hal tersebut menimbulkan sepercik dendam kesumat terhadap Steve. Dan Ail bersumpah tidak akan berhenti sebelum lelaki itu benar-benar merana.
Telah lama Ail menaruh dendam terhadap Steve. Sudah tindak-tanduk minus, isi otaknya pun minus. Tapi bukan dua hal itu yang menurut Ail bisa menghancurkan seorang Steve. Karena faktanya, ada titik hitam yang baru saja didapatnya siang ini.
Dan Ail sangat yakin, dengan titik hitam inilah ia bisa membalas sakit hatinya terhadap si bedebah itu.
"Yang lo bilang ini serius, nggak?" Itu yang dikatakan Andro ketika keesokan harinya Ail mengumpulkan Underground Rascal.
"Biarin bukti-bukti ini yang bicara," kata Ail santai.
Ibunya Steve seorang ODHA alias penderita HIV/AIDS. Itulah fakta yang berhasil didapat Ail. Yang lebih parah lagi, ibunya itu diasingkan di sebuah rumah sakit. Menurut infomasi yang didapat, keluarganya memang sudah pasrah. Apalagi dengan dakwaan dokter yang mengatakan bahwa nasibnya tinggal menghitung waktu. Selain itu, dikatakan pula kalau Steve satu-satunya yang rajin membesuk meski cuma sebulan sekali.
"Nah, tunggu apa lagi?" tanya Ail setelah semua kawannya yakin kalau apa yang dibawanya bukan cuma bualan. "Kita buat postingan dengan kata-kata bombastis. Gue udah mikirin judulnya dari semalam. Antara lain : Steve dan Ibunya yang AIDS, Jangan Ada HIV di Antara Kita, atau Main dengan Steve maka HIV Mengintaimu. Gimana? Keren, kan?"
"Sorry, Ail. Tapi menurut gue, ini agak keterlaluan," jawab Zian. "ODHA bukan sesuatu yang bisa dijadiin lelucon."
"Aku setuju sama Zian," timpal Naomi. "Lagian kita nggak perlu libatin ibunya kalau mau ngejatuhin Steve."
Sebelum Ail menukas, Andro terlebih dahulu angkat suara. "Menurut gue sih oke-oke aja. Toh, Si Steve ini musuh sejuta umat."
"Bener, tuh!" sahut Brianda. "Si kampret ini udah sering berulah. Korbannya pun nggak bisa dihitung jari."
"Nggak bisa gitu, Bri," kata Naomi lagi. "Sebelum kita nyebarin suatu berita, kita harus mastiin kebenarannya."
"Jadi maksud lo, rekaman dan berkas riwayat kesehatan yang gue bawa bukan fakta?"
Naomi menelan ludah. Ditatap begini oleh Ail membuat bulu romanya berdiri.
"Bukan itu maksud Naomi, Ail." Kini Davan ikut bicara. Nadanya amat menenangkan suasana. Dan tentunya, relung di hati Naomi. "Ibunya Steve kan ODHA. Nah, kita mesti tahu juga apa penyebabnya."
"Pasti karena seks!" cetus Andro seraya membetulkan kacamatanya. "Kalau nggak bapaknya yang main sama lonte, ya ibunya yang jadi pelacur. Orang tajir kayak mereka kan emang begitu. Ngabisin duit buat hal-hal nggak berfaedah."
"Gue mau nambahin, nih," timpal Brianda, siap mendukung Andro sepenuhnya. "Kalaupun bukan karena seks bebas, pemakaian jarum suntik pun bisa jadi faktor pemicunya. Dengan kata lain, ada kemungkinan ibunya ini junkie juga."
"Sekarang gue tanya, apakah ada bukti yang ngedukung ucapan lo? Bahwa ibunya itu tukang seks bebas atau pemakai narkoba," kata Zian.
"Kalau kita nggak punya, itu artinya sama aja kita nyebar fitnah," tambah Naomi.
KAMU SEDANG MEMBACA
Underground Rascal
ActionIngin hukum musuhmu tapi tak punya kekuatan? Jangan risau! Segeralah : 1. Buka website kami. 2. Tulis apa saja ulahnya. 3. Transfer dananya. 4. Nikmati kehancuran dia! Tertanda. Underground Rascal.
