LIMA

126 62 28
                                    

Gue suka lo. Tapi maaf, gue nggak bisa menyatakannya. Lo tau kenapa? Karena gue tau hati lo sudah ada yang punya.

--Adventure of Love--

***

Hening. Itulah suasana yang sedang terjadi saat ini. Cilya yang tidak tahu apa maksud mereka membawanya ke RS hanya bisa terduduk diam di samping pengemudi. Sesekali dia mengumpat kesal karena tidak diberitahu maksud dan tujuan ketiga pria ini sebenarnya dengan meninggalkan Rhinex seorang diri di rumahnya. Sedangkan sedari tadi mereka lagi asyik berdiskusi dan sekarang bubar begitu saja.

"Ck ck ck.. Apa-apaan ini?" Gadis itu pusing memikirkan semuanya.

"Hei, ayolah..
What's wrong with me? Kenapa kalian membawa gue ke RS hanya karena luka kecil seperti ini?" Cilya menunjuk pergelangan kaki kiri nya yang sedikit terkilir.

"Kita nggak ke RS" akhirnya Pras yang sedari tadi tak mau menjawab pun bersuara.

"Lha? Terus?"

"Cuma... mau ngerjain Rhinex aja, hehe" jawab ketiga pria itu serentak.

"WHAT???"

***

Pria bermata indah setajam elang ini kembali menghidupkan televisi dan menontonnya. Tetapi jauh di dalam otaknya, ia sedang memikirkan Cilya dkk. Pikirannya bertanya-tanya, apa perkataannya tadi sungguh kelewatan? Padahal Rhinex sendiri hanya bercanda ketika mengucapkan itu. Lantas kenapa mereka tampak marah? Apalagi ketika Pras berkata seolah dirinya tak memperdulikan keadaan Cilya.

"Shit! Dasar baperan!!" Rhinex yang frustasi mencampak remote televisi ke lantai.

Ia menutup wajah dengan telapak tangan sejenak, kemudian mengambil handphone di atas meja untuk menelepon seseorang.

"Halo, Nex?" suara di seberang melegakan hati Rhinex.

"Cil, kalian beneran otw ke RS?"

"E-eh itu.."

"Gue minta maaf"

"Ha?"

"Maaf ya kalo tadi kata-kata gue ngebuat lo tersinggung. Sumpah, gue cuma bercanda. Badan lo ada yang luka karena jatuh tadi? Sekarang lo dimana? Ke RS mana? Gue nyusul yaa.." Rhinex terus mengoceh seraya meraih jaket bersiap segera menyusul mereka.

Ting! Tong! Ting! Tong!

Bel berbunyi saat kebetulan pria itu tengah membuka pintu dan detik berikutnya ia terkaget melihat beberapa orang di hadapannya.

"Kalian!?" pekiknya.

Etsu, Pras dan Zuya menunduk lesu di belakang Cilya sambil menutup-nutupi telinga mereka yang memerah dan sedikit bengkak. Rhinex mengerutkan dahi bingung,  sedangkan gadis di depannya menampilkan senyuman mengerikan.

"Kuy, masuk lagi Etsu, Pras, Zuya.." ia merangkul ketiga pria itu dan ajaibnya mereka menurut begitu saja.

***

"Jadi mereka semua berakting begitu cuma karena mau ngerjain gue?" Rhinex menggeleng tak habis pikir.

"Yups! Maka dari itu gue langsung menjewer mereka! Biar tau rasa tuh" sahut Cilya.

Adventure Of LoveTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang