Kami telah memperbarui Pedoman Konten kami.
Tinjau pedoman terbaru untuk terus berbagi cerita dengan aman.

2. Jefri dan mimpi basah

47.7K 4.9K 402
                                        

"Mas ayo Mas!"
Rengek Jefri kepada ketiga Masnya. Rama, Ical dan Arga. Besok hari minggu dan Jefri ingin jalan-jalan tapi gak punya uang. Jadi dia membujuk para Masnya yang bisa buat bayarin dia jalan-jalan.

"Enggak, Mas besok mau tidur seharian."
Tolak Arga. Dia sudah lelah seminggu kerja dan di hari liburnya dia ingin memanfaatkannya dengan tidur sepuasnya. Dia kurang tidur akhir-akhir ini karena sering lembur. Jadi dia gak mau di ajak buat main besok sama Jefri, di tambah lagi dia pasti ngeluarin uang buat tuh anak. Bukannya dia pelit gak mau bayarin Jefri, tapi dia lagi banyak keperluan. Adiknya di kampung sebentar lagi mau masuk SMP jadi dia harus nabung untuk bisa ngebiayai adiknya itu. Bapaknya sudah lama meninggal jadi cuma dia yang jadi tulang punggung untuk ibu dan adiknya di kampung sana. Gajinya sebagai admin di salah satu sualayan gak seberapa, jadi dia harus pintar-pintar untuk menghemat.

"Mas mau aku doain biar gak bisa bangun-bangun lagi?"

"Kamu doain Mas biar mati gitu?"

"Enggak, aku kan cuma doain Mas gak bangun lagi. Bisa aja Mas kena encok dadakan sampai gak bisa bangun gitu."

"Terserah kamu."

"Emang terserah aku toh, jadi ayo besok kita jalan-jalan!"
Bujuk Jefri lagi. Dia gak akan menyerah sampai keinginannya itu terhujud. Sebenarnya dia bisa saja ajak teman-teman dia di kampus untuk jalan-jalan. Tapi dia udah bosan liat muka mereka terus. Masa iya jalan-jalan aja harus sama mereka juga. Dia udah kenyang liat mereka setiap hari di kampus. Tapi kan kalau jalan-jalan sama Mas-Mas satu kosan dengannya kan jarang, di tambah lagi mereka setiap hari sibuk. Jadi Jefri ingin mengajak para Masnya itu untuk refresing sambil minta traktiran.

"Emang kamu mau jalan-jalan kemana sih?"
Tanya Rama. Dari tadi Jefri mengajak untuk jalan-jalan tapi gak tau mau kemana. Anak itu hanya merengek sedari tadi tanpa memberitau tujuannya.

"Kebun binatang Mas."
Jefri berseru dengan riang. Matanya berbinar saat meneriakan kebun binatang. Seumur hidupnya dia belum pernah menginjakan kaki ke kebun binatang. Jefri gak pernah di ajakin kekebun binatang sama Ibu dan Bapaknya. Alasannya di kampungnya juga banyak binatang. Seperti kebo, sapi, kambing, bebek, ayam, juga ada monyet pelihraan tetangga. Jadi Jefri gak tau kebun binatang itu seperti apa.

"Ngapain ke kebun binatang, kamu mau liat kembaran kamu?"
Saut Ical dari arah dapur.

"Aku mau ngeliat sodaranya Mas Ical yang suka nyariin kutu itu."

"Kamu ngatain Mas monyet!"
Sungut Ical membawa satu mangkok mie dari dapur.

"Mas yang ngomong loh bukan aku."

"Mas tembak kamu."
Geram Ical.

"Aku gak cinta Mas, ngapain Mas tembak aku?"
Ical menepuk jidatnya frustasi, dia menyerah. Bicara dengan Jefri tidak akan ada ujungnya.

"Sakarepmu lah."

"Kenapa kamu mau ke kebun binatang?"
Tanya Rama. Melihat kedua temannya sudah menyerah jadi hanya dia yang tersisa mengurus anak ingusan yang lagi ngedusel-dusel ingusnya ke bajunya.

"Aku mau liat gajah Mas. Aku belum pernah liat gajah. Aku mau minta resep biar hidung aku mancung kaya gajah."
Ical tersedak mienya. Jadi Jefri anak itu ngebet mau ke kebun binatang hanya ingin menanyakan resep utuk mendapat hidung seperti gajah.

"Hidung gajah itu panjang bukannya mancung Jef. Kamu mau punya hidung panjang?"
Arga menjitak kepala Jefri. Lama-lama dia gemas juga sama anak satu itu. Otaknya sepertinya memiliki kapasitas IQ yang berlebih, makannya otaknya berbalik menjadi bloon bukannya pintar lagi.

"Mas Arga sakit. Hidung-hidung aku toh, mau kaya apa aja suka-suka aku."
Gerutu Jefri mengusap-usap bekas jitakan Arga yang mendarat di kepalanya. Menurut Jefri Arga itu termasuk dalam spesies manusia sadistik. Buktinya dia dengan tega memukul cowok ganteng yang berfaedah seperti dirinya.

BALADA ANAK KOSAN [END]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang