"Dear Jefri pacar mas yang mas sayang. Selamat kamu udah bisa liat lagi, dan udah bisa baca surat mas ini.
Jef maaf mas gak bisa nemenin kamu saat ini. Maaf juga mas gak bisa jadi orang pertama yang bisa kamu liat sesuai keinginan kamu. Mas harap kamu jangan marah sama mas.
Jef mas harus pergi, bukan karena mas gak cinta atau sayang lagi sama kamu. Mas cinta dan sayang sama kamu melebihi hidup mas sendiri.
Tapi hidup itu sebuah pilihan, mas gak mau pisah sama kamu, tapi mas harus memilih. Dan inilah pilihan mas yang mas yakin adalah jalan uang terbaik. Maaf karena mas harus pergi untuk mengurus bisnis yang ada di Jerman tanpa bilang sama kamu. Dan maaf, mas pamit dengan cara kaya gini.
Mas pergi cuma sebentar. Tunggu mas pulang ya sayang
Your love
Rama"
Jefri terisak setelah membaca surat dari Rama. Kenapa mas Ramanya pergi tanpa pamit, gak bisakah Rama menunda kepergiannya, setidaknya setelah dia selesai oprasi.
Jefri ingin orang pertama yang bisa dia lihat adalah Rama. Dia rindu dengan wajah Rama dan tatapan teduhnya yang membuat dia selalu merasa nyaman.
Jefri rindu mas Ramanya. Jefri ingin bersama Rama. Kenapa mas Ramanya jahat ninggalin dia gitu aja, dan hanya meninggalkan sercacik surat. Jefri emang suka hal-hal yang berbau romantis, surat memang romantis apa lagi kalau surat itu dari orang tersayang. Tapi bukan surat perpisahan seperti ini yang Jefri mau.
"Mas kok jahat banget sama aku mas"
Tangis Jefri pecah di ruang rawatnya yang serba putih itu.
"Mas kenapa ninggalin aku gitu aja"
Merasa gak tega Arga memeluk Jefri yang sedang menangis. Semalam setelah Jefri selesai oprasi Rama pamit pergi padanya dan meminta Arga dan Ical untuk menjaga Jefri selama dia pergi. Rama juga menitipkan surat padanya yang di peruntukan untuk Jefri.
Tapi saat Arga tanya kenapa kepergian Rama begitu mendadak. Rama hanya diam dan tersenyum simpul. Dia tidak menjelaskan alasnnya untuk pergi.
Arga memeluk erat Jefri. Anak kecil itu terlihat sangat terpukul, dan sedih. Arga mengerti gimana perasaan Jefri. Mereka baru bersatu lagi dan sekarang harus terpisah lagi. Kenapa takdir seperti mempermainkan mereka berdua seperti ini.
"Kenapa mas Rama jahat sama aku mas"
Isak Jefri di pelukan Arga.
"Kenapa mas Rama pergi tanpa pamit kaya gini. Aku gak ngarep di ajak ke Jerman kok, tapi seenggaknya mas Rama pamit sama aku mas. Aku pengen meluk mas Rama"
"Mas Rama nanti pulang Jef"
Ucap Ical menenangkan Jefri.
"Tapi kapan mas?, gak mungkin mas Rama pergi cuma sehari atau dua hari, kan sayang ongkosnya"
"Nanti mas Rama pulang Jef. Kamu yang sabar"
Lanjut Arga.
Jefri terus menangis di pelukan Arga sampai dia lelah dan tertidur.
"Kasian Jefri mas"
Ucap Ical mengelus surai Jefri.
"Ya mau gimana lagi Cal"
"Aku gak tega toh mas, mereka saling cinta, tapi ujiannya banyak banget"
Lanjut Ical.
"Ujian itu bikin orang kuat Cal. Aku yakin kelak Mas Rama atau Jefri bakalan kuat buat menjalani hidup mereka, kita keluar, biarin Jefri istirahat"
Ajak Arga. Ical menurut dan pergi meninggalkan Jefri yang sedang tertidur pulas.
.
.
.
****
Sudah lebih dari satu bulan setelah Jefri keluar dari rumah sakit, dan selama itu juga tidak ada kabar dari Rama. Apa mas Ramanya sudah lupa padanya. Apa dia sudah terlupakan begitu saja.
Jefri menyeret koper dari kamarnya. Dia bukan mau kabur lagi, tapi Jefri ingin pulang kampung ketemu sama Bapaknya. Jefri kangen Bapak yang ada di kampung sana.
KAMU SEDANG MEMBACA
BALADA ANAK KOSAN [END]
RomanceKata siapa hidup anak kosan itu gampang. Anak kosan juga punya balada yang gak kalah sama balada cintanya Rangga dan Cinta yang penomenal itu. Jefri si mahasiswa kedokteran yang naksir sama mas-mas ganteng satu kosannya. Awalnya biasa aja tapi gara...
![BALADA ANAK KOSAN [END]](https://img.wattpad.com/cover/104932259-64-k262222.jpg)