Kami telah memperbarui Pedoman Konten kami.
Tinjau pedoman terbaru untuk terus berbagi cerita dengan aman.

18. Makan malam

22.3K 2.4K 139
                                        

Jefri di buat repot sama Rama yang tiba-tiba aja ngajak dia buat makan malam diluar. Padahal tadi Jefri udah bilang kalau dia tadi udah makan di Warteg sebrang Jalan. Tapi tetep aja Rama keukeuh ngajakin Jefri makan di luar.

Terus gak biasanya juga Rama ngajak dia jalan keluar malem-malem. Tapi kali ini tumben-tumbenan dia ngajakin jalan. Padahal malam minggu aja dia gak pernah diajakin buat kencan atau malam migguan.

"Mas ini kenapa toh, aku ini udah makan mas, perut aku aja masih buncit kaya gini"
Jefri menunjukan perut buncitnya.

"Udah ikut aja"
Rama menarik paksa Jefri.

"Mas masa aku gak ganti baju dulu"

"Gak usah, kamu gitu aja udah ganteng"

"Akhirnya mas Rama ngakuin aku ganteng"
Sumringah Jefri.

Rama gak nanggepin, dia terus aja nyeret Jefri. Bahkan di mobil Rama gak bicara sedikitpun. Sampai mobil itu berhenti di depan rumah yang super mewah dan besar. Jefri melongo. Dia pikir Rama akan mengajaknya ke lestoran, atau rumah makan. Tapi nyatanya dia malah di bawa ke Rumah ngejreng.

"Mas ini rumah siapa toh?"
Tanya Jefri merapat ke Rama.

"Rumah mas"

Jefri menghentikan langkahnya. Melihat Rama gak percaya. Dia mas Ramanya punya rumah segede ini tapi dia mau-maunya tinggal di rumah kontrakan yang sepit dan desak-desakan.

"Mas bercanda?"

"Mas gak bercanda"
Jawab Rama serius, dia narik Jefri lagi.

Merasa ada yang salah dengan Rama, Jefri kembali menghentikan lagi langkahnya.

"Mas kenapa?"
Tanya Jefri.

"Mas gak kenapa-napa"

"Bohong"

"Mas gak kenapa-napa Jef"

"Jujur sama aku mas kenapa?"

Rama menghela nafasnya
"Mas mau bawa kamu kenalan sama orang tua mas, yang kemarin baru pulang ke Indo"

Jefri menegang, dia jadi dag dig dug, Rama mau ngenalin dia ke orang tuanya. Jefri belum siap, Jefri belum menyiapkan iman dan dandanannya. Masa dia mau ketemu orang tua Rama cuma pake celana trening doang. Kan gak mecing.

"Mas aku pulang aja deh, aku belum siap mas"

"Udah tanggung Jef"

"Aku malu mas"

"Malu kenapa?"

"Aku cuma pake trening sama kos doang toh mas, aku malu sama orang tua mas"

"Gak usah malu"

Rama narik Jefri lagi, Jefri teriak teriak pengen pulang, dia gak mau ketemu sama orang tua Rama. Dia belum siap ketemu sama calon mertua. Jefri belum jadi dokter, jadi belum ada yang bisa buat dia banggain ke orang tua Rama.

"Mas"

Terlambat Rama udah nyeret dia ke dalam rumah. Dan di sana dia langsung di hadapkan dengan orang tua Rama yang ganteng dan juga cantik, juga Andin sama satu lagi cewek yang gak tau siapa. Jefri gak kenal.

"Anak mamah datang juga, mamah kangen"
Rama langsung mendapatkan pelukan hangat dari ibunya. Jefri tersenyum melihat kehangatan anak dan ibu itu. Andai aja dia juga bisa merasakan pelukan hangat itu. Tapi Jefri gak bisa, soalnya dia gak punya ibu, jadi gak akan ada yang bisa memeluknya sehangat itu.

"Andin ajak Viona ke mari"
Suruh ayahnya Rama.

Andin yang di suruh nurut-nurut aja pas di suruh ngebawa Viona.

BALADA ANAK KOSAN [END]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang