Rama, Ical dan Arga memalingkan wajah mereka pura-pura tidak mengenal bocah ingusan yang sedang lari kesana kemari dengan semangat. Siapa lagi jika bukan Jefri. Anak itu terlihat sangat senang saat pertama kali menginjakan kaki di parkiran Kebun binatang, dia sudah teriak-teriak histeris. Bahkan mereka belum masuk ke dalam kebun binatangnya tapi anak itu sudah berulah membuat malu.
"MAS CEPETAN NANTI GAJAHNYA KEBURU DI KANDANGIN"
Hewan berhidung panjang itu tetap menjadi pujaan hatinya. Jefri tidak henti-hentinya mengoceh tentang binatang itu di sepanjang perjalanan. Dia bahkan sudah tau ukuran otak dari gajah.
"Anak kamu tuh mas bikin malu"
Ucap Ical pada Rama.
"Jadi masnya aja udah bikin aku pusing, apa lagi jadi bapaknya"
Rama memijat pangkal hidungnya.
"MAS MASA AKU GAK BOLEH MASUK SAMA ABANG-ABANG NYA"
Rama menepuk jidatnya. Jelas Jefri tidak boleh masuk, dia kan belum beli tiket masuknya.
"Urusin tuh, aku mau beli tiketnya dulu"
Dengan terpaksa Ical dan Arga menahan rasa malu mereka untuk mengurus Jefri yang memaksa untuk masuk pada petugas penjaga pintu. Beberapa pasang mata melihat ke arah mereka. Hari ini adalah hari minggu, jelas banyak pengunjung yang mendatangi tempat ini. Bahkan anak kecil saja melihat mereka dengan tatapan aneh. Mungkin anak kecil itu mengira bahwa mereka adalah manusia perdalaman yang baru menginjakan kakinya ke kebun binatang. Ical dan Arga sangat malu.
Tak lama Rama datang dengan 4 tiket di tangannya. Menyerahkan tiket itu pada si penjaga dan tidak lupa meminta maaf atas nama Jefri.
"Mas ayo liat gajah"
Jefri menyeret ketiga masnya ke tempat dimana gajah berada. Senyumnya terus mengembang, dia tidak sabar untuk melihat gajah pujaan hatinya itu.
"Pelan-pelan Jef, gajahnya gak akan kabur"
Seru Rama.
"Aku udah kangen sama gajah mas"
Rama geleng-geleng, ketemu saja belum sudah main kangen-kangenan. Apa lagi kalau sudah ketemu, pasti dia tidak mau untuk berpisah dengan gajahnya dan memaksa menginap untuk menemani gajah itu. Membayangkannya saja sudah membuat Rama merinding.
"Mas lihat mas itu gajah"
Tunjuk Jefri jingkrak-jingkrak kegirangan.
"OM GAJAH JEFRI DATANG"
Teriak Jefri melambai-lambaikan tangannya pada hewan bertelinga lebar itu. Seolah Jefri keponakan dari gajah itu yang sedang pulang kampung ke rumah om nya.
Rama, Ical dan Arga sudah tidak perduli. Mereka sudah terlanjur menanggung malu jadi tidak perduli lagi dengan tingkah si anak ingusan itu. Terserah Jefri mau melakukan apa. Mereka sudah tidak mau perduli.
"Mas liat, gajahnya punya gigi gingsul yang panjang dan gede"
Kagum Jefri. Yang di maksud gigi gingsul oleh Jefri itu gading.
"Mas kalo aku mau naik gajah bisa?"
Tanya Jefri.
"Badan pendek kaya kamu gak akan nyampe"
Ejek Ical.
"Kan aku bisa di gendong toh buat manjat ke gajahnya."
Dengus Jefri. Badannya memang pendek tapi kalau di gendong sama Rama pasti sampai. Secara badannya rama itu tinggi banget udah kaya gala yang biasa Jefri pakai untuk nyolong mangganya pak RT di kampung dulu.
"Ada tuh disana kalo kamu mau naik gajah"
Tunjuk Rama pada sekumpulan orang yang sedang mengantri untuk mendapat giliran menaiki hewan gempal itu.
"Ayo kesana mas"
Jefri menarik tangan Rama. Yang di tarik hanya bisa pasrah saja.
"MAS RAMA AKU SAMA ICAL MAU KELILING YA!"
Teriak Arga.
"MAU KEMANA KALIAN?"
Teriak Rama. Tapi terlambat Ical dan Arga sudah lari menghilang. Mau tidak mau hanya dirinya yang menjaga Jefri seorang diri. Dua orang itu sengaja pergi untuk menyerahkan beban tugas mereka pada Rama seorang. Poor Rama.
KAMU SEDANG MEMBACA
BALADA ANAK KOSAN [END]
RomanceKata siapa hidup anak kosan itu gampang. Anak kosan juga punya balada yang gak kalah sama balada cintanya Rangga dan Cinta yang penomenal itu. Jefri si mahasiswa kedokteran yang naksir sama mas-mas ganteng satu kosannya. Awalnya biasa aja tapi gara...
![BALADA ANAK KOSAN [END]](https://img.wattpad.com/cover/104932259-64-k262222.jpg)